Best in show ke-1.

Best in show ke-1.

Jambore Nasional Merpati Hias memilih merpati hias impor dan domestik terbaik.

Merpati hias jenis norwich cropper itu maju mundur sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Dadanya membusung seolah ingin menggoda kedua juri yang menilainya. “Semua kriteria unggul mulai dari kepala, tubuh, sayap, paruh sudah terpenuhi dan layak menjadi yang terbaik,” ujar juri asal Filipina, Rigor B Saturno. Dengan berbagai keunggulan merpati hias itu berhasil meraih gelar terbaik di kelas norwich cropper.

Kontes merpati hias berlangsung di Eco Green Park, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, pada 27 November 2016. Selain di kelas norwich cropper, koleksi lain Dikut Sarwo Edi pun meraih juara di kelas modena dan gaditano pouter. Kebahagiaan pehobi asal Kediri, Jawa Timur, itu semakin sempurna lantaran ketiga jagoannya yang meraih predikat terbaik di masing-masing kelas itu juga menggondol gelar best in show ke-1—ke-3.

Vitamin

Best in show ke-2.

Best in show ke-2.

Apa rahasia merpati Dikut memborong gelar juara? “Ada 3 kunci utama untuk menghasilkan merpati hias berkualitas, yakni pilih bakalan sesuai standar kontes, perawatan, serta vitamin dan nutrisi,” ujarnya. Pehobi merpati hias sejak Sekolah Menengah Pertama itu merawat dengan memandikan burung secara rutin sebulan sekali plus penjemuran. Dikut juga rutin memberikan sebutir kapsul minyak ikan setiap pekan sebagai tambahan nutrisi.

Di kelas show king, merpati hias koleksi Izar Pratama meraih gelar juara. Merpati hias milik pehobi asal Blitar, Jawa Timur, itu berhasil memukau dewan juri berkat perawatan intensif. Menurut Izar burung berumur 6 bulan itu rutin mengonsumsi dua kapsul minyak ikan dua kali sepekan. Merpati hias yang pertama kali turun di ajang kontes itu juga mengonsumsi vitamin B kompleks sepekan sekali dengan dosis 0,3 g per pasang.

Akbar Al Rasyeed juri asal Bahrain.

Akbar Al Rasyeed juri asal Bahrain.

Prestasi merpati koleksi Purwanto Indra Cahyono juga tak kalah mentereng. Pehobi asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu memperoleh 3 gelar juara di kelas jacobin, modern oriental frill, dan modern oriental frill import. Perawatan yang baik menjadi kunci utama kesuksesan Purwanto memborong juara. “Salah satu kunci agar penampilan burung optimal adalah dengan rutin memandikan setiap dua pekan dan penjemuran pada pukul 08.00—09.00 setiap hari,” ujar Purwanto.

Baca juga:  Pucuk Generasi Penerus

Jambore nasional

Kontes merpati hias tingkat nasional itu salah satu rangkaian acara Jambore Nasional Merpati Hias yang diselenggarakan Panderman Pigeon Club bersama Eco Green Park. Pada acara itu panitia juga menggelar sekolah atau lokakarya mengenai merpati hias. Dalam pelatihan itu yang menjadi narasumber adalah juri asal Filipina, Rigor B Saturno, dan juri asal Bahrain, Akbar Al Rasyeed.

Jawara kelas show king.

Jawara kelas show king.

Mereka berbagi pengetahun kepada para peserta tentang teknik memilih merpati hias berkualitas, merawat, dan tip-tip reproduksi. Ketua panitia kontes, Wahyu Sri Harsono, menuturkan sangat puas dengan penyelenggaraan kontes karena jumlah peserta memenuhi target, yaitu mencapai 220 ekor. Para pemilik merpati hias berdatangan dari berbagai daerah seperti Kediri, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

“Para peserta kami bagi menjadi 22 kelas dengan 2 kategori yaitu 20 kelas di kategori import dan 2 kelas di kategori domestik,” ujar Wahyu. Di kategori domestik, merpati koleksi Zaenal Al Hadad asal Tulungagung, Jawa Timur, sukses menjadi jawara di kelas brongsong. Menurut juri asal Yogyakarta, Prawiro, persaingan di kelas brongsong paling sengit lantaran selisih angka antarpeserta tipis.

Dikut Sarwo Edi (keempat dari kanan) merpati hias koleksinya meraih best in show kontes merpati hias.

Dikut Sarwo Edi (keempat dari kanan) merpati hias koleksinya meraih best in show kontes merpati hias.

Menurut Prawiro kualitas merpati hias domestik sejatinya tidak kalah dengan impor. “Tinggal perawatan yang ditingkatkan dan terus berusaha menghasilkan merpati hias dengan kualitas terbaik,” ujar juri yang sukses mengekspor merpati hias domestik itu. “Persiapan para pehobi sudah bagus, seperti membersihkan bulu yang warnanya tidak pas dan bisa menganggu kecantikan merpati. Hal itu sah-sah saja untuk persiapan kontes,” ujarnya. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d