Mereka Muda dan Jawara

Mereka Muda dan Jawara 1
Rozi Rantika memanen 1.200 ragam sayuran setiap 3 hari.

Rozi Rantika memanen 1.200 ragam sayuran setiap 3 hari.

Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada wirausaha muda terbaik, salah satunya di bidang pertanian dan kelautan.

Umur Rozi Rantika masih relatif muda, tapi penghasilannya tergolong besar. Pendapatan pria berusia 26 tahun itu Rp30 juta—Rp54 juta saban bulan dari hasil perniagaan sayuran hidroponik. Pemuda asal Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam, itu menjual 12.000 tanaman aneka sayuran daun, seperti caisim, pakcoi, dan selada per bulan. Konsumen Rozi meliputi pasar swalayan, hotel, restoran, dan katering (horeka), serta pasar tradisional di Aceh.

Ia melego 2 tanaman sayuran daun berbobot 200 g dengan harga Rp9.000 ke pasar swalayan, sedangkan ke pasar lokal Rp2.500—Rp3.000 per batang. Hasil panen sayuran hidroponik berasal dari kebun sendiri dan 6 petani mitra. “Di lahan milik saya ada 8.000 lubang tanam. Adapun petani mitra rata-rata mengelola 1.200 lubang tanam,” kata pekebun hidroponik sejak 2015 itu. Ia melatih para petani mitra dan memasok perlengkapan hidroponik (pupuk, rockwool, dan bibit).

Rozi Rantika (kanan) menerima penghargaan sebagai juara ke-2 Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Rozi Rantika (kanan) menerima penghargaan sebagai juara ke-2 Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Wirausaha
Selain itu, Rozi dan tim menerima pesanan instalasi hidroponik skala rumah tangga untuk hobi. Ia tidak menyangka usahanya berkembang cukup pesat. Semula Rozi hanya bermodalkan stirofoam bekas kemasan anggur dan bersistem rakit apung dengan 700 lubang tanam. Kini ia menggunakan sistem nutrient film technique (NFT). Namun, karena harga talang relatif mahal, Rozi menggunakan pipa 2,5 inci sebagai alternatif.

Ketika berselancar di dunia maya, Rozi menemukan informasi tentang pemilihan wirausaha muda yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 2017. Ia segera mendaftarkan diri via surat elektronik dan berkas asli melalui pos. Setelah itu peninjau Kemenpora datang memantau lahan untuk memastikan keaslian usaha Rozi. Pascapeninjauan terdapat 5 kandidat dari Aceh yang masuk 18 besar untuk masing-masing bidang usaha.

Baca juga:  Rejeki dari Pakan burung

Berdasarkan hasil penilaian Rozi masuk final dan menjadi juara kedua Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017. “Saya tidak menyangka menjadi juara ke-2 karena kualitas teman-teman dari Pulau Jawa pun bagus,” kata Rozi. Rencananya ia bakal memanfaatkan uang hasil lomba untuk membuka lahan baru. Dari kebun itu ia akan memproduksi sayuran bahan baku makanan sehat untuk pasien di semua rumahsakit di Aceh. Kebahagiaan tidak hanya milik Rozi. Senyum kebahagiaan pun terpancar di wajah Aang Permana. Pemuda kelahiran Subang, Jawa Barat, itu berhasil menyabet juara pertama Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017 berkat bisnis camilan berbahan dasar ikan petek “Teman-teman mendaftarkan saya mengikuti program itu karena dianggap memenuhi syarat,” kata pria berumur 27 tahun itu.

Aang Permana (kiri) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat penganugerahan juara Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Aang Permana (kiri) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat penganugerahan juara Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Seleksi dimulai dari provinsi lalu tingkat nasional. Aang tidak merasa mengikuti lomba lantaran berniat memperluas jaringan. Kegiatan lomba meliputi survei lokasi, presentasi, dan wawancara. Menurut Aang berpartisipasi dalam lomba itu sangat menarik. “Saya banyak mendapatkan ilmu dan saling bertukar pendapat. Sebab kegiatan itu melombakan banyak bidang seperti pertanian, jasa boga, industri kreatif, dan perdagangan,” kata alumnus Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Para juara Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Para juara Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2017.

Ia berharap Kemenpora terus membimbing generasi muda terutama wirausaha muda yang tengah berkembang. Kepala Bidang Pendampingan dan Pengembangan Potensi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Arief Prahasta Soedarya,S.Pd, M.P., mengatakan kegiatan itu bertujuan meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia yang saat ini baru mencapai 1,56 %. Pemilihan Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2017 adalah bentuk pemberian apresiasi kepada para pemuda yang aktif dalam dunia usaha dan telah menunjukkan hasil serta berpotensi untuk berkembang. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Maitake Pereda Kolesterol

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x