Mereka Lahirkan Benih Top 1
Benih jagung menjadi andalan PT Agri Makmur Pertiwi

Benih jagung menjadi andalan PT Agri Makmur Pertiwi

Produksi 15.000 ton benih unggul di pabrik seluas 7 hektar.

Puluhan perempuan mengenakan masker tengah mengamati biji jagung. Perempuan-perempuan itu lantas memilih biji yang seragam, normal tanpa cacat sedikit pun. Itu bukan sembarang biji, karena muncul dari indukan jagung unggul berkualitas tinggi. Setelah melalui seleksi ketat, benih jagung itu masuk ke mesin pelapis kulit benih. Pelapisan itu menggunakan fungisida untuk melindungi benih dari cendawan saat masa pratanam dan masa tanam pada fase kecambah.

Terakhir mereka mengemas biji jagung berkapasitas 1 kg per kantong. Setidaknya ada 700-an orang yang bahu-membahu hari itu untuk menghasilkan benih unggul nasional di pabrik seluas 7 hektar milik PT Agri Makmur Pertiwi, produsen benih nasional di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Perusahaan itu yang pertama menggunakan kata benih pada merek. “Hampir semua perusahaan benih menggunakan brand ‘seed’ di akhir namanya. Namun PT Agri Makmur Pertiwi menggunakan brand Benih Pertiwi,” ujar Junaidi Sungkono, pemimpin PT Agri Makmur Pertiwi. Menurut Junaidi hal itu sebagai wujud kecintaan perusahaan terhadap Indonesia.

Junaidi Sungkono menjelaskan kepada wartawan tentang daya produksi pabrik

Junaidi Sungkono menjelaskan kepada wartawan tentang daya produksi pabrik

Rp95-miliar

Sejak berdiri pada 2009 hingga 2014, PT Agri Makmur Pertiwi melepas 71 varietas dari 23 jenis tanaman seperti jagung, cabai, tomat, kubis, peria, dan kacang panjang. “Dari total varietas itu, 62 adalah benih hortikultura,” kata Junaidi. Total produksi benih PT Agri Makmur Pertiwi mencapai 15.000 ton benih per tahun, total penjualan PT Agri Makmur Pertiwi pada 2013 mencapai Rp95-miliar. Benih-benih itu tersebar ke eluruh penjuru Nusantara, bahkan peria, kangkung, dan tomat mencapai pasar luar negeri.

Salah satu varietas unggulan perusahaan yang mendapat penghargaan dari Menko Perekonomian sebagai penggerak program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi itu adalah jagung manis hibrida F1 jambore dan talenta. Potensi hasil kedua jagung 23 ton per hektar dengan kadar kemanisan 13,5o briks. Jagung itu memiliki umur panen 65 – 75 hari setelah tanam. Menurut Dibyo Pramono, di wilayah kerjanya di Jawa Timur hingga bagian timur Indonesia seperti Bali, Sulawesi, Kalimantan, jagung talenta dan jambore terjual rata-rata 15 ton per bulan.

Proses sortasi benih dilakukan agar kualitas benih terjaga

Proses sortasi benih dilakukan agar kualitas benih terjaga

Posisi pertama adalah jagung pipil bernama pertiwi 3 yang dilepas dengan keputusan kementerian pertanian nomor 610/Kpts/SR 120/2/2009. Jagung itu unggul dari segi produktivitas dengan potensi hasil 13,37 ton per ha. Bandingkan dengan produksi jagung rata-rata nasional yang hanya 4,6 ton per hektar. “Jagung pertiwi 3 juga tahan terhadap penyakit bulai, hawar dan karat daun. Selain itu, kondisi tanaman masih hijau segar meski jagung siap panen,” kata Dibyo. Penjualan benih pertiwi 3 dari Januari – April 2014 mencapai 600 ton atau 150 ton per bulan.

Baca juga:  Jalak Mogok Berkicau

Selanjutnya ada melon hibrida ivory dengan penjualan sekitar 300 kg benih per bulan. Melon itu unggul dari potensi hasil mencapai 40 – 60 ton per hektar, bobot 2,3 – 3,5 kg per buah, dan kadar kemanisan mencapai 13o briks. Untuk memenuhi kapasitas produksinya, perusahaan berkantor di Surabaya, Jawa Timur itu bekerja sama dengan 4.320 petani di seluruh Jawa Timur dengan total produksi benih mencapai 6.110 ton per tahun. Sementara lahan produksi milik PT Agri Makmur Pertiwi mencapai 30 hektar yang tersebar di dataran rendah, menengah, hingga tinggi.

PT Agri Makmur Pertiwi berkapasitas produksi 15.000 ton benih/tahun

PT Agri Makmur Pertiwi berkapasitas produksi 15.000 ton benih/tahun

Junaidi Sungkono menuturkan, benih dalam negeri bisa lebih unggul karena adaptif. Namun untuk beberapa benih memang masih impor seperti sawi putih, kubis, brokoli, cauliflower lantaran kondisi iklim yang tak cocok.

Murni Indonesia

Selain PT Agri Makmur Pertiwi, ada juga produsen benih dalam negeri lain yang juga tak kalah besar. Produsen itu adalah PT Benih Citra Asia (BCA) yang berlokasi di jalan Akhmaludin, Jember, Jawa Timur. H Slamet Sulistiyono Direktur Utama perusahaan menyatakan, pada 2013 produksi benih sayurannya mencapai 1,6-juta kilogram atau sekitar 1.600 ton dengan kapasitas produksi sebanyak 2.000 ton. “Setiap tahun penjualan benih meningkat 30 persen,” katanya.

Menurut Slamet, benih sayuran dan buah-buahan hasil produksinya 100% asli Indonesia termasuk sumber benih. “Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk kesediaan plasma nutfah maupun sumber daya manusia. Jadi, buat apa kita impor,” kata Slamet. PT BCA memiliki beragam varietas unggulan seperti benih kangkung varietas shanghai. Kangkung itu memiliki potensi hasil 25 ton per hektar dengan umur panen 20 – 25 hari setelah tanam.

H Slamet Sulistiono “Benih karya anak negeri sanggup bersaing di kancah nasional bahkan internasional.”

H Slamet Sulistiono “Benih karya anak negeri sanggup bersaing di kancah nasional bahkan internasional.”

Ada juga varietas terung ungu besar bernama bondan dengan potensi hasil 3 – 4 kg per tanaman. Terung itu toleran penyakit layu dan cocok di tanam di dataran rendah sampai menengah. Di tanaman tomat ada varietas vera F1 dengan potensi hasil 3 – 4 kg per tanaman. “Vera tahan penyakit layu bakteri dan fusarium,” kata Slamet. Di komoditas cabai keriting PT BCA memiliki varietas unggul bernama ferosa dengan potensi hasil 1,2 – 1,5 kg per tanaman. Cabai itu tahan penyakit antraknosis, layu, trip dan kerontokan buah.

Baca juga:  Kucing Sahabat Kita

Menurut Kepala Sub Ditjen Benih Sayuran Direktorat Perbenihan Hortikultura, Ir Fitriansyah Kosim MSi, PT Agri Makmur Pertiwi dan PT Benih Citra Asia (BCA) termasuk perusahaan benih terbesar di Indonesia. “Dua-duanya merupakan perusahaan nasional yang bisa menjadi penopang negara untuk memenuhi kebutuhan benih dalam negeri,” ujarnya. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *