Budidaya beragam sayuran seperti cabai oleh warga Sunter, Jakarta Utara, membuat lingkungan hijau.

Budidaya beragam sayuran seperti cabai oleh warga Sunter, Jakarta Utara, membuat lingkungan hijau.

“Buat tim Trubus, Pak Haji Nurjaya, Bu Suci Suryani, Mas Dede Darmawan, Mbak Imelda Damanik. Sunter masih tetap hijau sampai sekarang. Masih ada terung, cabai, kangkung, kacang tanah, caisim.” Susi Setyaningrum menulis kalimat itu di dinding media sosial miliknya pada 30 Juni 2016 dengan menandai nama rekan-rekan di Trubus dan menyertakan foto kondisi Sunter yang penuh polibag tanaman sayuran.

Susi, dan tetangga-tetangganya di Kelurahan Sunter, Kecamatan Tanjungpriok, Kota Jakarta Utara, semula tidak pernah rutin bercocok tanam. Kondisi itu berubah sejak mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman dari tim Trubus.

Kegiatan itu menjadi aktivitas utama dalam program pendampingan urban farming kepada warga di 15 titik di 5 wilayah kota Provinsi DKI Jakarta yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dengan menggandeng Trubus sebagai pendamping lapang. Tujuan program antara lain meningkatkan keberdayaan perempuan, terutama dalam ketahanan pangan keluarga.

Caranya dengan bercocok tanam beraneka sayuran daun dan cabai di halaman rumah dan fasilitas umum. Susi dan warga lain senang, sejak bulan pertama pendampingan mereka sudah bisa panen kangkung, bayam, caisim, pakcoy, dan selada untuk konsumsi keluarga. Bulan berikutnya mereka bahkan bisa mulai menjual hasil panen. Pada November 2015 warga mulai panen cabai untuk konsumsi sendiri dan dijual.

Pembaca terhormat, ketika hingga kini Susi dan warga lain terus melanjutkan kegiatan itu, sungguh hal yang membahagiakan kami. Bank Indonesia menargetkan program itu berkesinambungan sehingga menjadi gerakan yang lebih masif, terutama untuk cabai yang menjadi salah satu penyumbang inflasi. Masyarakat dampingan menjadi lebih mandiri dan merdeka dalam pemenuhan pangan untuk keluarga, tidak melulu tergantung pada produk di pasar. Mandiri pangan juga bisa dilakukan dengan menanam sayuran menggunakan wadah bekas dengan sistem hidroponik seperti dipaparkan dalam topik edisi Agustus 2016 ini.

Baca juga:  7 Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Sampai Panen Melimpah

Program ketahanan pangan sesungguhnya menjadi program pemerintah Presiden Joko Widodo. Dalam wawancara dengan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Ir Fathan Abdur Rasyid MAg, disebutkan komoditas prioritas yakni padi, jagung, kedelai, cabai, dan bawang merah. Kami berharap dengan kegiatan pendampingan kepada warga bersama Bank Indonesia dapat turut berperan dalam program ketahanan pangan nasional. Merdeka! ***

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d