merawat kaktus di dalam rumah

Kaktus merupakan jenis tumbuhan berbunga dari famili Cactaceae. Kaktus bisa tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun).

Kita juga mengenal istilah sukulen, sukulen merupakan kelompok tanaman yang mampu menyerap dan menyimpan air pada batang utamanya, sehingga tanaman dapat bertahan saat kondisi lingkungan kering. Karena kaktus memiliki ciri-ciri diatas, maka tanaman kaktus termasuk kedalam kelompok sukulen.

menanam kaktus, menanam sukulen
Menanam kaktus/ sukulen

Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari karena bentuknya unik serta perawatannya yang mudah. Jenis kaktus mini yang lucu sangat cocok untuk di tempatkan di dalam rumah.

Walaupun kaktus tidak membutuhkan banyak perlakuan, namun jika tidak dirawat dengan tepat akan menghambat pertumbuhannya atau bahkan menyebankan kaktus mati. Sayang kan, karena tanaman kaktus unik kini semakin mahal.

Masih banyak yang belum mengetahui bagaimana merawat kaktus supaya berumur panjang serta tetap indah. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan berbagai tips untuk merawat kaktus di dalam rumah.

Berikut 6 Tips merawat kaktus di dalam rumah

Media tanam kaktus/ sukulen

Media tanam menjadi perhatian dalam perawatan kaktus/ sukulen. Menurut pehobi tanaman hias di Kota Depok, Jawa Barat, Adelia Anastasia, media tanam yang tepat dapat menjamin tanaman berumur panjang.

Tanaman kaktus/ sukulen menyukai media tanam kering berpasir. Campuran media tepat antara lain terdiri atas pasir pantai, tanah vulkanik, humus, dan sedikit sekam padi. Media harus porus atau mudah mengalirkan air.

Baca juga:  Terarium Perekat Cinta

Pengaturan cahaya

Habitat asli kaktus merupakan daerah kering dengan intensitas pencahayaan yang tinggi selama 7-8 jam. Tanaman kaktus yang kurang mendapat cahaya akan tampak kecil serta berwarna hijau pucat.

Oleh karena itu, apabila kamu memelihara kaktus di dalam ruangan maka pastikan kaktus terkena cahaya sinar matahari yang cukup, seperti dekat jendela.

tanaman hias kaktus
Tanaman hias kaktus

Kaktus juga membutuhkan tempat yang teduh sesekali agar tidak mengalami fototoksisitas akibat terpapar cahaya berlebih.

Cahaya matahari yang berlebih menyebabkan kaktus menjadi pucat kekuningan. Beberapa jenis kaktus yang menyukai tempat yang teduh, sehingga cukup dijemur tidak langsung di bawah sinar matahari, minimal seminggu sekali.

Penyiraman

Walaupun kaktus hanya membutuhkan air yang relatif sedikit, siram kaktus secara rutin minimal seminggu sekali atau ketika media tanamnya mengering. Penyiraman katus bisa menggunakan sprayer atau dikocor biasa hingga airnya keluar dari lubang-lubang pot.

Penyiraman yang berlebih dapat mengakibatkan akar hingga batang membusuk atau bahkan tanaman mati. Penyiraman bisa dilakukan pada pagi atau sore hari.

Pemupukan

Setelah proses penanaman kaktus pada media tanam, hindari melakukan pemupukan. Pupuk berlebih justru mengurangi keindahan tanaman. Tanaman menjadi terlalu subur, tandanya adalah jarak antar duri atau antar daun menjadi lebar.

Pemupukan pada kaktus/ sukulen dapat dilakukan ketika media tanam tidak lagi subur. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk kandang, kompos, NPK, maupun pupuk slow release.

Pupuk kandang serta kompos dapat ditambahkan setelah mengurangi setengah tanah dalam pot kemudian pupuk dimasukkan.

Apabila ingin menggunakan pupuk NPK atau pupuk khusus bunga, dapat dilarutkan dalam air sesuai dosis rekomendasi, kemudian disemprotkan pada kaktus dan medianya. Sebaiknya tidak melakukan pemupukan berlebih atau saat tanah basah agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Waktu pemupukan baiknya dilakukan pada sore hari.

Baca juga:  Yuk, Ketahui Bagaimana Merawat Tanaman Hias Suplir

Repotting

Tanaman kaktus yang sehat membutuhkan repotting yang sering terlewatkan untuk dilakukan oleh para pemilik kaktus. Repotting bertujuan memperbarui unsur hara serta memberi ruang lebih besar untuk pertumbuhan kaktus.

Tahapan repotting ini dapat pula dilakukan dengan mengganti media tanam atau sekaligus wadah tanamnya. Media tanam kaktus memiliki karakter yang remah, tidak terlalu padat, dan basah. kamu bisa menggunakan media tanam yang dijual di toko-toko pertanian, atau membuat sendiri dengan mencampurkan tanah:kompos:pasir (1:1:2).

Pada saat pemindahan kaktus dari pot lama, basahi media terlebih dahulu agar mencabut perakaran lebih mudah. Semprotkan fungisida pada perakaran supaya mencegah jamur, kemudian simpan di tempat yang kering dan bersih. Siapkan media tanam yang steril dan pot baru yang berukuran lebih besar dari pot yang lama.

Bagian alas dalam pot diberi pecahan genting atau kerikil, kemudian tambahkan media tanam mencapai sepertiga tinggi pot. Berikutnya, tanam kaktus dan penuhi media tanam dalam pot hingga dapat menopang tegak tanaman.

Letakkan pot di tempat yang teduh dan jangan disiram selama 2 minggu pertama agar cepat beradaptasi. Lakukan repotting minimal 6 bulan sekali, terutama pada jenis kaktus yang memiliki pertumbuhan yang cepat.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang biasanya menyerang kaktus berupa tungau, kutu putih juga laba-laba. Pengendalian hama cukup dilakukan dengan menyikat kaktus dengan kuas atau sikat halus yang bersih.

Kamu bisa menambahkan 1 sendok detergen/sabun colek ke dalam 5 liter air kemudian digosokkan menggunakan sikat atau kuas pada permukaan kaktus.

Kaktus bisa terserang berbagai penyakit, dapat berupa penyakit busuk pangkal batang, penyakit tepung, maupun kapang jelaga. Pengendalian penyakit sebaiknya dilakukan secara preventif dengan menjaga sanitasi serta menggunakan bibit yang sehat. Jika kaktus terserang penyakit, semprotkan bubuk belerang pada bagian batang yang terinfeksi.

Baca juga:  Pesona Bunga Krisan Baru

Demikianlah artikel mengenai 6 tips merawat kaktus di dalam rumah, semoga bermanfaat.