dr Indra Wijaya SpPD MKes meresepkan kapsul albumin untuk pengobatan luka akibat diabetes mellitus.

dr Indra Wijaya SpPD MKes meresepkan kapsul albumin untuk pengobatan luka akibat diabetes mellitus.

Ternyata albumin gabus tidak hanya ampuh mengatasi diabetes. Luka karena diabetes pun cepat sembuh dengan albumin seperti pengalaman Arifin di Surabaya, Jawa Timur. Pada 2012 bagian atas tumit kanan Arifin terantuk kayu sehingga menimbulkan luka. Enam bulan lamanya luka itu tak kunjung menutup. “Saya menduga luka itu karena diabetes karena pada 2009 dokter mendiagnosis diabetes,” kata Arifin.

Ia lalu mengonsumsi 2 kapsul albumin 3 kali sehari sesuai anjuran kawan-kawan. Dua pekan berselang luka membandel itu mengering dan ia tidak mudah lelah. Dokter penyakit dalam Rumahsakit Siloam Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten, dr Indra Wijaya SpPD MKes, mengatakan ada beberapa faktor yang tengah diteliti terkait peran konsentrat ikan gabus mengobati luka.

Lebih cepat
Cara pertama menekan faktor peradangan. Setiap luka itu pasti ada peradangan, makanya ada merah dan bengkak. Kandungan seng, asam amino, dan lisin dalam ikan gabus mempercepat pertumbuhan jaringan dan pembuluh darah baru. Agar bisa sembuh luka memerlukan pembuluh darah baru sebagai bahan pembentukan jaringan baru sehingga luka bisa menutup.

Dendeng salah satu olahan ikan gabus.

Dendeng salah satu olahan ikan gabus.

Waktu penyembuhan luka pada pasien diabetes berbeda tergantung dari usia, ada tidaknya infeksi, besarnya luka, dalamnya luka, dan ada tidaknya penyakit lain seperti hipertensi. Makin tua, semakin lama sembuh. Adanya infeksi pun memperlambat penyembuhan luka. Luka kecil lebih cepat membaik daripada luka besar. Luka diabetes paling cepat membaik kurang dari sepekan dan paling lama lebih dari 3 bulan.

Menurut Indra mayoritas luka pasien diabetes berada di kaki. Musababnya kadar gula tinggi menyebabkan jaringan saraf pada kaki bermasalah. Karena kadar gula tinggi sehingga terasa baal. Pasien tidak merasakan jika ada luka karena tidak pakai alas kaki. Agar terhindar dari luka ia menganjurkan pasien menggunakan alas kaki ke mana pun, menggunakan alas kaki yang longgar, dan memeriksa gula darah setiap 1—3 bulan.

Baca juga:  Terelok di Dua Kota

Sebelum menggunakan albumin, Indra menyarankan putih telur untuk meningkatkan protein pasien. Sayangnya beberapa pasien menolak karena amis sehingga mual. Produk albumin dapat diterima pasien sehingga penyembuhan luka diabetes semakin cepat. “Adanya kapsul albumin merupakan inovasi yang baik,” kata dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Kota Tangerang, Banten, itu. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d