Menjual Keindahan di Balik Kaca 1
Wendy Kurniawan, salah satu pemilik Aquajaya dan Aquariset.

Wendy Kurniawan, salah satu pemilik Aquajaya dan Aquariset.

Meraup omzet puluhan juta dengan berbisnis akuaskap.

Toko seluas 400 m itu selalu ramai. Puluhan pengunjung hilir-mudik menyaksikan keindahan akuaskap aneka rupa yang terpajang di toko milik Wendy Kurniawan. Toko yang berdiri pada 2010 itu menyediakan desain akuaskap yang variatif. Pemuda 33 tahun itu mematok harga Rp800.000 untuk paket lengkap dekorasi akuarium berukuran 30 cm. Sementara untuk akuarium berukuran 90 cm ke atas ia membanderol harga Rp15 juta―Rp18 juta.

Dalam sebulan ia bisa menjual 2 akuaskap berukuran 30—60 cm. Begitu pula dengan akuaskap berukuran 90 cm ke atas, Wendy mampu menjual minimal 2 buah. Dari hasil penjualan akuaskap itu Wendy memperoleh pendapatan rutin setidaknya puluhan juta setiap bulan. Ia juga kerap melayani permintaan akuaskap berukuran 120 cm. Harga akuaskap jumbo itu mencapai Rp100 juta. “Baru-baru ini ada permintaan 4 akuaskap ukuran 120 cm dari salah satu wahana bermain di Jakarta,” ujar Wendy.

Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan pada lomba kontes AGA International Aquascaping Contest 2014.

Koleksi Wendy Kurniawan, Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan pada lomba kontes AGA International Aquascaping Contest 2014.

Berkembang pesat

Wendy menjalankan bisnis akuaskap itu bersama 2 rekannya yakni Herry Winata dan Doddy Aly Wijaya. Bisnis 3 sekawan itu berkembang cukup pesat, bahkan mampu melebarkan sayap hingga ke luar kota. Mereka mendirikan cabang di Surabaya dan Malang, keduanya di Provinsi Jawa Timur. Menurut Wendy mendesain akuskap gampang-gampang susah.

“Pemandangan di dalam akuarium harus menyerupai ekosistem air yang sedang dibuat, misalnya sungai, danau, atau laut,” kata sarjana Teknik Geologi alumnus Institut Teknologi Bandung itu. Wendy mempersiapkan detail segala sesuatu untuk mendukung tampilan akuaskap seperti ikan hias, tetumbuhan, nutrisi, aksesori, dan substrat.

Koleksi Wendy Kurniawan, Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan “The Ent”.

Koleksi Wendy Kurniawan, Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan “The Ent”.

Wendy mengatakan, “Penggunaan nutrisi bisa berupa pupuk cair atau tanah yang sudah dibentuk seperti granula,” katanya. Ia juga memperhatikan betul porsi cahaya dan kualitas air bagi ikan yang menjadi penghuni akuarium. Untuk kebutuhan cahaya ia memilih lampu berwarna putih seperti neon, ulir, dan light emitting diode (LED). Alasannya, lampu berwarna putih memiliki intensitas cahaya yang hampir sama dengan sinar matahari.

Baca juga:  Maitake Pendamping terapi Anti Kanker

Sementara untuk pasokan udara di akuarium, Wendy menggunakan tabung oksigen yang dipasang di luar. Adapun untuk memperindah panorama dalam kotak kaca itu ia memilih bebatuan, kayu, atau kombinasi keduanya. Tak lupa ia memasang filter agar air terus mengalir sehingga terjaga kebersihannya. Ia juga mengganti air setiap pekan agar ekosistem di dalamnya dapat tumbuh dengan baik. Untuk pilihan ikan ia memilih ikan berukuran maksimal 5 cm dengan warna atraktif.

Akuariset

wendyKemahiran Wendy dalam dunia akuaskap mendapat pengakuan dari berbagai kalangan. Pada 2014, ia berhasil menjadi juara ke-1 pada lomba Aquatic Gardeners Association International Aquascaping Contest. Dalam lomba berskala internasional itu ia mengirimkan foto akuaskap hasil desainnya. Wendy sangat puas dengan prestasinya itu sebab ia menyisihkan 82 peserta dari 30 negara. Ia juga berhak mendapat hadiah berupa plakat dan uang senilai $100 setara Rp1.214.500.

Wendy bersama dua rekannya memasarkan produk akuaskap melalui jejaring sosial media seperti facebook, instagram, website, serta forum akuaskap. Cara lain yang ia lakukan yaitu mensponsori kegiatan akuaskap baik regional atau nasional. Tidak hanya mensponsori kegiatan lain, ia juga memiliki acara rutin setiap dua tahunan yang bernama Aquajaya Challenge. Animo pehobi maupun penikmat akuaskap sangat tinggi.

Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan yang berjudul “Gothic Green”.

Koleksi Wendy Kurniawan, Dekorasi akuaskap Wendy Kurniawan yang berjudul “Gothic Green”.

Buktinya, pada 2016 acara yang diadakan di Kemayoran, Jakarta Pusat, mencapai 80 orang. Selain berkecimpung di dunia akuaskap, mereka juga membuka lini usaha baru bernama akuariset. “Akuariset merupakan usaha membuat produk yang berkaitan dengan akuarium, mulai dari pupuk baik cair hingga kebutuhan perawatan air lain seperti bakteri starter maupun deklorinator,” kata Wendy.

Yang menarik, akuariset juga memiliki 15 agen sebagai ujung tombak yang tersebar di berbagai kota seperti Medan (Sumatera Utara), Palembang (Sumatera Selatan), Lampung, Pekanbaru (Kalimantan Selatan), Cirebon (Jawa Barat), dan Surakarta (Jawa Tengah). Wendy menuturkan seluruh produk akuariset merupakan hasil buatan sendiri. Produk yang dihasilkan akuariset antara lain pupuk cair akuaskap, pupuk dasar akuaskap, bakteri starter, filter media biologis, sumber karbon organik, dan pembasmi alga. (Irine Nindya Mustika)

Proses pembersihan akuarium yang dilakukan satu minggu sekali

Proses pembersihan akuarium yang dilakukan satu minggu sekali

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *