Menjemput Minyak Moringa 1

Cara memperoleh minyak moringa yang berfaedah bagi kesehatan. Rendemen 21%.

Pages from Edisi April 2018 Highrest 18-1Selama ini masyarakat mengenal biji moringa atau kelor untuk menjernihkan air. Banyak riset ilmiah di berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi di tanah air yang mengungkap faedah serupa. Namun, di tangan Ir. Ai Dudi Krisnadi, biji moringa itu ternyata menghasilkan minyak yang multiguna. Pemilik PT Moringa Organik Indonesia (MOI) itu mengolah biji moringa menjadi minyak. Faedah minyak antara lain sebagai bahan baku produk kosmetik.

“Minyak kelor juga dapat dikonsumsi untuk kesehatan seperti minyak zaitun,” ujar ayah 3 anak itu. Menurut Dudi faedah minyak moringa untuk kesehatan justru begitu populer di luar negeri, seperti di Filipina, Korea Selatan, Jepang, India, dan negara-negara di Benua Eropa. Di Filipina, misalnya, sebuah perusahaan kosmetik memproduksi produk perawatan rambut dan kulit bermerek Malunggay. Nama itu diambil dari sebutan moringa di Filipina.

Manfaat kesehatan
Beberapa negara juga meneliti faedah minyak moringa bagi kesehatan. Contohnya seperti ulasan Alessandro Leone dan rekan dari International Center for the Assessment of Nutritional Status (ICANS) dan Department of Food, Environmental and Nutritional Sciences (DeFENS), keduanya di University of Milan. Dalam International Journal of Molecular Science itu Alessandro menjelaskan secara tradisional air rebusan biji Moringa oleifera multikhasiat.

Salah satu khasiat air rebusan itu untuk membantu menyembuhkan sakit perut, bisul, gangguan penglihatan, mengurangi nyeri sendi, dan memperlancar pencernaan. Ia juga menyebutkan bahwa dalam berbagai penelitian biji moringa ternyata juga berefek antibakteri dan anticendawan. Berbagai senyawa fitokimia pada biji tanaman onggota famili Moringaceae itu juga mampu menghambat perkembangan mikroorganisme patogen penyebab infeksi pada manusia.

Alessandro juga menyebutkan bahwa biji moringa terbukti sebagai sumber antioksidan yang baik sehingga dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif akibat kanker. Banyak juga senyawa bioaktif dalam biji moringa yang berpotensi antitumor. Namun, hasil studi terbaru menemukan bahwa ekstrak etanol biji M. oleifera tidak berpengaruh nyata dalam menghambat proliferasi sel tumor payudara dan kolorektal.

Baca juga:  Akuarium Biotope: Berpindah Alam ke Akuarium

Meski demikian, sebuah studi baru-baru ini mengamati efek sitotoksik minyak biji moringa pada beberapa lini sel kanker. Alessandro juga menyampaikan bahwa biji moringa berefek hepatoprotektif alias melindungi hati, antiinflamasi, dan bersifat antifibrotik terhadap kerusakan hati akibat fibrosis. Menurut Alessandro biji moringa mengandung minyak yang cukup banyak, yakni mencapai 36,7% dari bobot biji. Minyak itu bisa diambil melalui ekstraksi menggunakan pelarut heksan atau alat pengempa dingin.

Rendemen minyak
Bila menggunakan alat pengempa dingin rata-rata hanya mampu mengambil 69% dari total kadar minyak. Dudi mengolah biji moringa untuk menghasilkan minyak menggunakan mesin pengempa hidrolik. Berdasarkan pengalamannya, dari 10 kg biji kupasan atau kernel, menghasilkan 2,1 liter minyak atau rendemen 21%. “Namun rendemen yang dihasilkan berbeda-beda tergantung sumber biji,” ujar alumnus Universitas Siliwangi itu.

Selama ini ia menggunakan biji asal Madura, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bahan baku. Menurut Dudi karakter biji asal kedua daerah itu berbeda. Biji moringa asal Madura lebih besar dibandingkan dengan biji asal NTT. Namun, meski berbiji lebih mungil, rendemen minyak biji asal NTT lebih tinggi daripada biji asal Madura. Menurut Dudi dalam memproduksi minyak yang harus diperhatikan adalah tingkat kekeringan biji.

“Kandungan air dalam kernel sangat mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan,” ujarnya. Jika kadar air tinggi dapat mengundang tumbuhnya cendawan. Kehadiran cendawan menyebabkan warna minyak kecokelatan. Minyak biji moringa berkualitas baik berwarna keemasan. Meski demikian dalam proses pengeringan terlarang menggunakan suhu tinggi agar kandungan senyawa aktif terlindungi. Oleh karena itu, Dudi mengeringkan biji yang telah dikupas pada rak di dalam ruangan bersuhu maksimal 35°C selama 3 hari. (Imam Wiguna)

Baca juga:  Wiratani Muda 2017

Pages from Edisi April 2018 Highrest 19

Produksi Minyak Moringa 

Pages from Edisi April 2018 Highrest 20

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *