Menjemput Khasiat Pelawan

Konsumsi daun pelawan dalam berbagai bentuk, yakni daun segar, rebusan, dan serbuk.

Seduhan daun pelawan memberi efek relaksasi.

Seduhan daun pelawan memberi efek relaksasi.

Berkeliling mencari objek foto terbaik menjadi keseharian Agus Darmadi. Profesi sebagai fotografer menuntutnya menangkap gambar terbaik dari setiap objek. “Tidak jarang dalam satu hari harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” kata Darmadi. Aktivitas dengan tingkat mobilitas yang tinggi itu menuntut Agus memiliki tenaga ekstra. Agar staminanya tetap terjaga ia memiliki siasat khusus, yaitu konsumsi seduhan daun pelawan.

Sepulang dari bekerja pria asal Sumedang, Jawa Barat, itu menyeduh satu saset serbuk daun pelawan dalam 200 mililiter air hangat. Ia mendiamkannya selama 10—15 menit hingga air berubah menjadi kuning. Alumnus Universitas Islam Negeri Bandung itu mengonsumsi seduhan teh selagi hangat. Tidak lama berselang badan jadi berkeringat dan tubuh menjadi rileks. “Tubuh juga terasa lebih segar,” kata pria berumur 24 tahun itu.

Senyawa relaksan

Daun ke-4—7 dari pucuk memiliki aroma yang  lebih terasa.

Daun ke-4—7 dari pucuk memiliki aroma yang lebih terasa.

Menurut pelestari sekaligus herbalis pelawan di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Ahmad Jumat Suhada, efek rileks yang dirasakan Agus karena daun pelawan mengandung relaksan. Akibatnya, “Tubuh menjadi lebih tenang,” kata Suhada. Keringat bercucuran pascakonsumsi daun pelawan menandakan efek detoksifikasi. Setelah itu tidur menjadi lebih berkualitas sehingga tubuh kembali segar.

Agus memilih konsumsi daun pelawan dalam bentuk seduhan serbuk pelawan karena praktis. “Untuk meminumnya tinggal menambahkan air panas saja,” kata Agus. Selain dalam bentuk serbuk, daun pelawan juga dapat dinikmati langsung daun segarnya ataupun rebusan. Menurut Suhada cara mengonsumsi daun pelawan memang beragam, bisa dalam bentuk konsumsi daun segar, rebusan, atau seduhan serbuk.

Ahmad Jumat Suhada, pelestari sekaligus herbalis pelawan di Bangka Belitung.

Ahmad Jumat Suhada, pelestari sekaligus herbalis pelawan di Bangka Belitung.

“Beragam cara konsumsi itu tidak mengurangi zat aktif yang terkandung dalam daun pelawan,” kata ayah satu anak itu. Dengan begitu konsumen dapat memilih cara konsumsi sesuai selera. Bagi daerah sentra pelawan seperti Bangka Belitung, cara mudah mengambil faedah daun pelawan dengan konsumsi daun segar. Tinggal petik lalu makan seperti lalapan. Konsumsinya sekitar satu genggam.

Selain konsumsi segar, daun pelawan juga dapat dijadikan rebusan. Caranya, ambil 7—12 daun lalu rebus dalam 1—1,5 liter air. Menurut peneliti di Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK), Ir Asmaliyah MSc, rebusan daun pelawan untuk mengatasi demam. Sementara masyarakat kerap memanfaatkan atau mengonsumsi langsung daun muda untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Seduh daun
Bila ingin praktis, bisa mengonsumsi dalam bentuk seduhan teh daun pelawan. Bentuknya bisa serbuk daun atau seduhan daun kering seperti membuat seduhan daun teh yang sohor dengan sebutan tubruk. Cara menikmatinya, seduh satu saset serbuk daun pelawan dalam 200 mililiter air panas. Satu saset dapat untuk 3 kali seduhan atau 600 mililiter air. Sementara untuk daun kering, satu sendok makan teh tubruk dilarutkan dalam 200 mililiter air.

H Anwar mengolah daun pelawan menjadi bahan seduhan.

H Anwar mengolah daun pelawan menjadi bahan seduhan.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Bangka Belitung, Ir Nazalyus Msi, masyarakat Bangka Belitung kerap mengolah daun pelawan menjadi bahan seduhan. “Daun pelawan baik untuk kesehatan, dapat memperlancar peredaran darah,” kata Nazalyus. Untuk mengolahnya pertama lakukan seleksi daun, pilih daun dengan kondisi yang sehat. Lalu keringkan dan tumbuk agar lebih halus. Cara konsumsinya cukup diseduh dengan air panas.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x