Menjemput Khasiat Air Infusan

Kombinasi bahan air infusan bisa buah, sayuran, dan herbal

Kombinasi bahan air infusan bisa buah, sayuran, dan herbal

Paduan bahan baku tepat menghasilkan air infusan sehat dan nikmat.

Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman, MS, PhD meraih botol transparan yang berisi air bening dan septa buah jeruk, tin, blackberi, daun poko, dan labu siam. Ia langsung meneguk larutan itu. “Bayangkan saja, nutrisi jeruk keprok, labu siam, buah tin, blackberi dan daun mint bisa saya dapatkan hanya dengan sekali meneguk air ini,” ujar guru besar Departemen Gizi Institut Pertanian Bogor itu.

Ia membuat sendiri larutan yang kini sohor dengan sebutan infused water alias air infusan. Menurut doktor nutrisi manusia alumnus Universitas Nebraska, Amerika Serikat itu bahan air infusan berasal dari buah-buahan, sayuran, dan herbal. Penggunaannya bisa tunggal atau kombinasi. Jika tunggal, pilih komoditas yang berkhasiat dan rasanya nikmat antara lain beragam buah. Misalnya jeruk, apel, stroberi, atau mangga. “Selain mengandung vitamin C tinggi, rasa dan aromanya juga nikmat,” tutur Sulaeman.

Untuk mencegah penuaan dini, konsumen bisa menggunakan buah-buahan berwarna ungu seperti bluberi

Untuk mencegah penuaan dini, konsumen bisa menggunakan buah-buahan berwarna ungu seperti bluberi

Kombinasi
Untuk kombinasi, perpaduan rasa dan khasiat lebih kompleks. Menurut Prof Ahmad Sulaeman, kombinasi isi air infusan bisa berupa buah dan buah, buah dan sayuran, buah dan herbal, atau buah, sayur, dan herbal menjadi satu. “Pilih bahan-bahan yang masih segar dan terhindar dari cemaran,” ujar Sulaeman. Cemaran yang paling sering muncul adalah pestisida (baca, Rambu-rambu Ramu Air Sehat hal 62—63)

Pemilihan bahan kombinasi sejatinya sesuai selera. “Pertimbangannya adalah rasa, aroma, dan penampilan di samping khasiat bahan-bahannya,” kata dosen berusia 52 tahun itu. Namun ia menyayangkan jika ada konsumen air infusan tak peduli tentang khasiat yang terkandung di dalam minumannya. “Sayang jika khasiat bahan air infusan tak diperhatikan, karena selain rasanya enak, mengonsumsinya juga bisa membantu mengatasi beragam penyakit,” ujarnya.

Misalnya kombinasi buah-buahan berkalium tinggi seperti mentimun, belimbing, labu siam, dan belimbing wuluh sejatinya efektif sebagai penurun tekanan darah tinggi. Namun, kombinasi buah-buahan itu rasanya terlalu masam atau mungkin hambar. “Untuk memberikan sensasi rasa manis dan segar, bisa menambahkan kayu manis dan daun mint,” ujar profesor yang membudidayakan 26 jenis tanaman di atap rumahnya itu.

Prof Ahmad Sulaeman mengonsumsi air infusan untuk mendapatkan khasiat dan nikmatnya minum air

Prof Ahmad Sulaeman mengonsumsi air infusan untuk mendapatkan khasiat dan nikmatnya minum air

Kayu manis selain memberi rasa manis, aromanya juga khas sehingga menimbulkan sensasi tersendiri, daun poko Mentha arvensis yang membuat badan lebih segar. Alternatif lain sebagai penurun tekanan darah tinggi adalah kelopak bunga rosela. Menurut Ketua Sub Unit Laboratorium Gizi Politeknik Kesehatan Malang, Agus Heri Santoso STP, MSi, kelopak bunga rosela mengandung antosianin tinggi. “Antosianin membantu menurunkan tekanan darah tinggi,” ujar Santosa.

Zat besi
Selain berkhasiat, warna merah keunguan bunga rosela yang larut dalam air juga mempercantik penampilan air infusan. Dr drh Bayyinatul Muchtaromah MSi, peneliti khasiat rosela dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim di Malang, Jawa Timur, berpendapat sama. Bunga anggota famili Malvaceae itu bermanfaat menjaga sistem kekebalan tubuh lantaran mengandung 8,98 mg zat besi per 100 g bunga rosela kering.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x