Menjaga Warisan Begon 1
Kerajaan begonia dalam rumah kaca

Kerajaan begonia dalam rumah kaca

Koleksi begonia terlengkap di dunia.

Gerbang utama berupa Candi Bentar bagai menyambut pengunjung Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Provinsi Bali. Pemandangan elok berupa taman yang menghampar di sisi jalan dan berbagai patung nan indah memanjakan mata. Kebun Raya seluas 157,5 ha itu juga menyimpan 18.494 spesies tanaman koleksi seperti kaktus, anggrek, dan paku-pakuan. Salah satu koleksi paling menarik adalah begonia. Kebun Raya yang berdiri pada 15 Juli 1959 itu memiliki koleksi begonia sangat lengkap berjumlah 320 jenis.

Pengunjung dapat menikmati pemandangan taman begonia sejak memasuki Kebun Raya di ketinggian 1.200—1.450 meter di atas permukaan laut itu. Di dekat patung Kumbakarna Laga, misalnya, Begonia cucullata, dengan bunga berwarna merah, merah muda, dan putih menghampar mengelilingi dasar patung. Cucullata memang cocok sebagai tanaman penyusun taman. Apalagi ketika musim panas tiba, semarak bunga Begonia cucullata biasanya muncul.

Begonia ditata membentuk sebuah taman nan cantik

Begonia ditata membentuk sebuah taman nan cantik

Rumah kaca
Selain itu pengunjung juga dapat menikmati keelokan begonia lebih lama dan lebih banyak jumlahnya dalam rumah kaca bergaya khas Pulau Dewata. Kebun Raya di Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, itu menata begonia menjadi sebuah taman bertema informal dengan konsep natural. Dengan begitu pengunjung bisa menikmati keindahan tanaman yang ditata bergaya tropis. Lokasi rumah kaca itu mudah dijangkau. Pengunjung cukup berjalan kaki selama 10 menit dari gerbang utama.

Ketika tiba di rumah kaca, giliran topiari gajah yang terbuat dari B. cucullata dan B.“argenteo-guttata” menyambut pengunjung. Sebuah dinding dari batu andesit dengan tulisan “Taman Begonia” berada tepat di pintu masuk. Dari dinding batu itu mengalir air yang bermuara di kolam kecil di bawahnya. Di sisi kanan kolam terdapat B. bowereae yang tumbuh menggerombol. Sementara di sisi kiri terdapat aneka B. rex seperti B. rex “christmas” , B. rex “brilliance”, dan B. rex “ lettuce magic” yang silih berganti memamerkan keindahan bunga berukuran besar. Bila begonia lain terkenal dengan keindahan daun, B. rex terkenal dengan keindahan bunganya yang besar dan lebat.

Dinding batu sengaja disusun sebagai tempat tumbuh begonia menyerupai habitat di alam

Dinding batu sengaja disusun sebagai tempat tumbuh begonia menyerupai habitat di alam

Christmas dan brilliance memiliki daun berbentuk lingkaran, tetapi warna daun keduanya berbeda. Christmas berwarna keperakan, urat daun hijau, dan tepi berbercak perak, sedangkan brilliance warnanya perpaduan perak dan merah dengan urat daun tegas berwarna hijau dengan tepi daun merah metalik. Sementara lettuce magic berdaun bulat lebar dengan permukaan atas berwarna hijau tua dan permukaan bawah kemerahan.

Baca juga:  Hapus Sakit Kepala Menahun

Di bagian tengah taman terdapat begonia varietas anyar hasil temuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yakni B. “tuti siregar” (baca: “Usai Listada Jumpa Acetosa” Trubus edisi Agustus 2014). Di bagian dalam taman, pengunjung akan melihat ragam begonia eksotis. Ada kelompok B. heracleifolia yakni jenis begonia yang mempunyai bentuk daun berlekuk seperti B. “silver queen” alias star begonia dan B. heracleifolia “black falcon”.

Daun star begonia berlekuk sedang, bentuknya menyerupai bintang dengan permukaan atas berwana perak dan bagian bawah berwarna merah menyala. Sementara black falcon mempunyai bulu-bulu indah di tangkai daun dan bunga bergerombol. B. heracleifolia “king of prussia” juga cantik. Di setiap helai daunnya terdapat bercak hitam. Sosok B. “penny o’day” juga menarik. Bentuk daunnya melingkar ke tengah seperti spiral. Permukaan bagian atas daun berwarna hijau, sedangkan bagian bawah berwarna merah. Ada pula B. serratipetala berwarna merah perunggu dan bergerigi ganda. Pun B. bipinnatifida dengan bentuk daun keriting kecil.

Pemandangan taman menjadi semakin menarik ketika begonia mulai berbunga

Pemandangan taman menjadi semakin menarik ketika begonia mulai berbunga

Habitat
Rumah kaca berukuran 700 m2 itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga kondisinya menyerupai habitat begonia. Contoh di bagian tengah rumah kaca terdapat miniatur tebing dari bebatuan. Tujuannya untuk menggambarkan habitat begonia di alam. Pada tebing buatan itu air mengalir tiada henti bak air terjun. Di alam begonia memang menyukai tempat dekat aliran air. Pada tebing palsu itu terlihat B. tenuifolia yakni jenis begonia berumbi. Jenis itu ditemukan di tebing air terjun Git-git, Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali.

Di dalam rumah kaca itu juga terdapat air mancur dan bangku kayu sebagai elemen pendukung taman agar tampak artistik dan asri. Di sela-sela koleksi begonia terselip tanaman lain seperti paku tiang Cyatea contaminans yang berfungsi untuk meneduhkan tanaman di bawahnya. Di beberapa sudut juga terdapat potongan batang pohon dengan anggrek liar yang dibiarkan tumbuh apa adanya. Bila pengunjung berjalan ke sisi kanan taman, maka akan menjumpai terowongan yang tersusun dari batuan apung berwarna merah.

Baca juga:  Petik Sendiri Jeruk Dekopon

Di antara bebatuan itu terdapat juntaian B. glabra dan B. silitensis yang memiliki ukuran daun hingga diameter lebih dari 30 cm. Ada pula B. maculate alias begonia polkadot lantaran daunnya bertotol. Terowongan itu sengaja dibuat oleh ahli pertamanan yakni Ir Dewa Dharma selaku arsitek taman. Dewa Dharma terinpirasi oleh sekumpulan B. coriacea yang menempel di batu-batu salah satu pura terkenal di Karangasem, Bali.

Berfoto bersama Begonia “tuti siregar”

Berfoto bersama Begonia “tuti siregar”

Selain menyimpan begonia spesies dan eksotis, Kebun Raya Eka Karya juga mengoleksi beragam spesimen begonia kering hasil eksplorasi di alam seperti yaitu B. didyma, B. guttapila, B. hooveriana, B. kelimutuensis, B. baliensis, B. droopiae, B. lempuyangensis, B. lombokensisan, dan B. mekongensis. Masyarakat Indonesia patut bangga sebab memiliki koleksi begonia paling lengkap di dunia. Sejatinya Taiwan pun mempunyai pusat konservasi begonia. Namun, di sana begonia ditanam dalam pot di rak-rak besi sehingga terkesan kaku.

Kini, taman begonia itu menjadi salah satu daya tarik Kebun Raya Eka Karya, Bedugul, Bali. Jumlah koleksinya terlengkap dari hasil eksplorasi di hutan Indonesia dan pertukaran biji dengan kebun raya di seluruh dunia. Peneliti begonia dari Amerika Serikat, Scott W Hoover mengakui koleksi begonia di Bali itu terlengkap di dunia bahkan menyebutnya Pusat Begonia Dunia lantaran menyimpan lebih dari 100 koleksi spesies asli yang tidak ditemukan di belahan Bumi lain. Tanaman anggota famili Begoniaceae itu menjadi ikon Kebun Raya Bali. Nama genus Begonia diciptakan oleh Charles Plumier, untuk menghormati Michel Begon, mantan gubernur koloni Perancis di Haiti. (Dra Hartutiningsih Siregar, peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *