Slamet Wuryadi meraih laba minimal Rp30-juta per bulan dari puyuh pedaging.

Slamet Wuryadi meraih laba minimal Rp30-juta per bulan dari puyuh pedaging.

Slamet Wuryadi mendapatkan omzet minimal Rp90-juta dari penjualan puyuh pejantan.

Saat ini Slamet Wuryadi rutin memproduksi 20.000 puyuh pedaging saban bulan. Peternak puyuh di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu menjual karkas Coturnix coturnix japonica seharga Rp9.000 per ekor. Artinya pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah, itu mendapat omzet Rp180-juta. Setelah dikurangi biaya produksi Rp60-juta, Slamet memperoleh laba Rp120-juta. Ia menekankan harga puyuh pejantan berbeda di setiap daerah. Ia mendapatkan harga puyuh berumur sehari (DOQ) Rp300/ekor karena memproduksi sendiri.

Permintaan tinggi mendorong Slamet Wuryadi membudidayakan puyuh pedaging. Pada 2007 Dubai, Bahrain, dan Arab Saudi, meminta pasokan 1-juta puyuh per bulan. Permintaan dalam negeri sama banyaknya. Menurut Slamet kebutuhan puyuh pedaging di Pulau Jawa mencapai 1-juta ekor per bulan. (Riefza Vebriansyah)

Laba Puyuh
Asumsi
• Kandang berukuran 8 m x 12 m
• Kekuatan kandang 10 tahun
• Kandang berisi 25 sangkar dan tahan hingga 3 tahun
• Harga puyuh DOQ jantan Rp300 per ekor
• Harga pakan puyuh BR-1 Rp8.000 per kg
• Listrik 45 hari Rp500.000
• Total populasi 5.000 puyuh
• Lama budidaya 45 hari
• Diasumsikan puyuh berbobot 250—300 g
• Tingkat kematian hingga panen 3%
• Membudidayakan puyuh jantan
• Harga jual puyuh Rp8.000/ekor

analisa-usaha-puyuh

 

Tags: analisa usaha puyuh, budidaya puyuh, budidaya puyuh pedaging

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d