Menghasilkan Madu Trigona Itama dari Teras Rumah

Hendry Mulia memperoleh omzet jutaan rupiah per bulan dari hasil menjual madu Trigona itama yang dibudidayakan di halaman rumah.

Rumah dua lantai di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu tampak megah. Aksesori berupa dua tiang masing-masing di kanan dan kiri pintu kokoh menyangga atap rumah.

Di pekarangan seluas 100 m2 Hendry Mulia meletakkan 28 potongan kayu di atas pilar-pilar beton. Di bagian atas kayu gelondongan itu Hendry menaruh kotak-kotak berbahan tripleks.

Hendry Mulia budidayakan itama di halaman rumah

Hendry Mulia budidayakan trigona itama di halaman rumah

Ada juga kotak berbahan plastik yang bentuknya menyerupai rumah-rumahan. Kayu gelondongan itu bukanlah ornamen taman, melainkan sarang lebah Trigona itama, salah satu spesies lebah tanpa sengat.

Dari sarang itama itulah Hendry meraup omzet Rp6-juta—Rp7-juta per bulan (th 2015). Untuk memperoleh omzet sebanyak itu Hendry hampir tak beraktivitas apa pun.

Tanpa pakan

Omzet itu ia peroleh dari hasil penjualan 6—7 liter madu itama per bulan. Madu hasil panen dari 28 log. Harga jual madu itama di tingkat peternak kini Rp 1.000.000 per liter (th 2015).

Hendry menjual kepada kerabat dan rekan-rekan. Harga itu jauh lebih mahal daripada harga madu Trigona laeviceps—lebah tanpa sengat lain—yang rata-rata Rp 250.000—Rp 450.000 per liter. Apalagi jika dibandingkan dengan madu asal lebah Apis sp yang rata-rata Rp 40.000—Rp 50.000 per liter (th 2015).

Hingga Februari 2015 Hendry 4 kali panen madu. Ia mulai beternak itama pada Juni 2014 dan panen perdana pada Agustus 2014. Pendapatan itu ia peroleh pada musim kemarau, yakni pada Agustus—November ketika banyak tanaman berbunga sebagai sumber nektar.

Itulah sebabnya produksi madu trigona optimal. Pada musim hujan Hendry tidak panen madu. Sebab, tanaman berbunga pada musim hujan sangat terbatas. Bunga mengandung nektar dan menjadi sumber pakan bagi itama.

Menurut ahli trigona dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir Mappatoba Sila, pada musim hujan trigona cenderung diam di dalam sarang. Madu dalam sarang menjadi cadangan pakan ketika kelulut—sebutan lain lebah trigona—tidak “bekerja” mencari makan. Dengan demikian, Hendry Mulia berhenti panen madu pada Desember—Maret.

Keng Effendy sulap lantai 4 rumah menjadi area budidaya itama

Keng Effendy sulap lantai 4 rumah menjadi area budidaya trigona itama

Di Jelambar, Jakarta Barat, Keng Effendi menyulap lantai 4 rumahnya menjadi area budidaya itama. Pengusaha komputer itu menempatkan 15 koloni sejak Juli 2014. Ia juga membudidayakan 30 koloni di halaman rumah walet miliknya di kawasan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dan 50 koloni di kawasan Patrol, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Koloni Trigona itama di kebun milik Josia Lazuardi

Koloni Trigona itama di kebun milik Josia Lazuardi

Dari jumlah koloni itu, Keng memanen rata-rata 50 liter madu per bulan bila tengah kemarau. Sementara Josia Lazuardi membudidayakan 200 koloni itama di kebunnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Josia memanen 50—100 liter madu itama setiap bulan pada kemarau. Nun di Pekanbaru, Provinsi Riau, Sielon juga membudidayakan 40 log itama sejak Agustus 2014.

Tren Lebah Trigona itama

Setahun terakhir banyak peternak yang melirik lebah itama sebagai sumber pendapatan baru. Mengapa mereka memilih membudidayakan itama? Para peternak baru itu tertarik membudidayakan itama karena praktis.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x