Permintaan konsumsi ikan saat ini semakin lama semakin meningkat sesuai dengan peningkatan pengetahuan gizi makanan yang baik dikonsumsi pada kalangan masyarakat dunia. Kandungan gizi ikan telah dikenal masyarakat, yakni berupa protein, lemak, vitamin dan mineral, namun yang paling tinggi komponen gizi pada ikan adalah protein. Oleh karena itu ikan berperan penting pada meningkatkan gizi terutama protein, selain itu produksi ikan dapat berpotensi menambah devisa negara dengan ekspor ikan segar, beku ataupun olahan.

Ikan memiliki kelemahan yang sangat besar setelah mereka ditangkap atau dipanen, yaitu sebagai berikut :

  1. Kadar air didalam tubuh ikan tergolong cukup tinggi. Sehingga jika ikan sudah mati, kadar air yang tinggi ini menyebabkan mudahnya mikroorganisme untuk tumbuh berkembang pada ikan sehingga bisa menyebabkan kerusakan komponen pada ikan
  2. Daya simpan ikan setelah dipanen atau ditangkap sangat pendek sehingga diperlukan penanganan pasca panen seperti diolah atau dibekukan agar meningkatkan daya simpan ikan
  3. Mudah mengalami penurunan kualitas seperti warna, bau, tekstur serta rasa

Penjualan ikan di pasaran sangatlah besar, kita bisa menemui berbagai jenis ikan di pasar tradisional maupun modern. Bagi beberapa orang lebih memilih ikan segar dibanding dengan ikan yang sudah dibekukan atau dalam bentuk lain. Alasan utama mengapa banyak orang memilih ikan segar karena rasa daging yang lebih enak dibanding ikan dalam bentuk lain. Oleh karena itu khalayak luas, terutama ibu rumah tangga harus mengetahui ciri-ciri ikan segar maupun yang tidak segar sehingga bisa mendapatkan ikan segar dengan kualitas baik untuk dikonsumsi keluarga. Berikut ciri-ciri ikan segar dan tidak segar :

Ikan Segar

ikan dalam kondisi segar
  1. Ikan segar akan tampak lebih cerah, terang, mengkilat, lapisan lendir pada tubuh ikan jernih, transparan serta belum ada perubahan warna
  2. Mata ikan segar masih tampak lebih cerah juga kondisinya masih menonjol keluar
  3. Insang ikan segar masih dalam kondisi dengan warna merah cerah
  4. Sisik ikan segar masih tampak cerah serta melekat
  5. Aroma ikan segar masih segar serta normal
  6. Daging ikan segar lebih kenyal

Ikan Tidak Segar

ikan dalam kondisi tidak segar
  1. Ikan tidak segar tampak lebih kusam, lendir pada tubuhnya mulai mengental, menggumpal serta berubah warna menjadi kekuningan
  2. Kondisi mata  pada ikan tidak segar akan tampak cekung serta masuk ke dalam rongga mata
  3. Kondisi insang pada ikan tidak segar akan berwarna merah gelap kecoklatan
  4. Kondisi sisik pada ikan tidak segar akan rontok jika dipegang juga berwarna kusam
  5. Aroma ikan tidak segar begitu busuk menyengat serta asam
  6. Daging ikan tidak segar akan mulai melunak juga tidak kenyal lagi

Kualitas dari ikan sangat ditentukan pada bagaimana penanganan yang dilakukan setelah ikan ditangkap atau dipanen. Sehingga pada beberapa ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti gurame, kerapu serta lobster akan sangat baik apabila dipasarkan atau dijual dalam kondisi masih hidup dikarenakan ikan hidup memiliki tingkat kesegaran yang lebih tinggi dibanding dengan ikan yang sudah lama mati. Saat ikan mati, ikan akan mengalami penurunan mutu, fisiknya maupun komponen gizi yang terkandung dalam tubuh ikan tersebut.

Kesegaran ikan sangat rentan oleh perubahan suhu. Berdasarkan gambar diatas, terlihat bahwa ikan segar akan berada pada batas ambang layak makan di hari pertama dalam kondisi suhu 30°C. Saat ikan ditempatkan pada suhu 00C , ikan akan berada batas ambang layak makan pada setelah hari ke 10. Oleh karena hal tersebut, supaya kita memperoleh ikan segar ialah dengan membeli dimana tepat ikan itu setelah ditangkap atau dipanen.

Semoga artikel tentang ciri ikan segar ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Sumber : f a r m i n g . i d