Mengenal Kultur Artemia sebagai Pakan Alami Burayak Ikan (+ video)

  • Home
  • Perikanan
  • Mengenal Kultur Artemia sebagai Pakan Alami Burayak Ikan (+ video)

Artemia merupakan salah satu pakan alami yang biasa digunakan pada anakan/ burayak ikan hias serta budidaya udang. Artemia merupakan organisme sejenis udang – udangan renik yang dikenal dalam bahasa inggris yaitu brine shrimp.

Artemia hidup secara planktonik di perairan yang mengandung garam bersalinitas 15 – 300 per mill dengan suhu berkisar antara 26°C – 31°C dan pH antara 7,3 – 8,4. Organisme ini memiliki keistimewaan hidup yaitu dapat bertoleransi pada perairan dengan kadar garam yang tinggi.

Artemia dewasa memiliki ukuran tubuh yaitu mencapai 1 – 2 cm dan berat 10 mg. Telur artemia beratnya 3,6 mikrogram dengan diameter berkisar 300 mikron. Saat menetas, artemia memiliki berat hanya 15 mikrogram dengan panjang 0,4 mm. Artemia akan dewasa pada umur 2 – 3 minggu. Artemia dewasa mampu menghasilkan telur sebanyak 50 – 300 butir setiap 4 – 5 hari sekali. Umur maksimal artemia sekitar 6 bulan.

Artemia/ ScienceSediment

Artemia/ ScienceSediment

Di perairan alami, artemia hidup dengan pakan alami berupa Diatomae, fitoplankton, dan ragi laut. Artemia merupakan organisme filter feeder (memakan makanan dengan menyaring makanannya yang tersuspensi di air). Ukuran pakan yang mampu ditelan artemia yaitu sekitar lebih kecil dari 60 mikron.

Pada usaha produksi artemia selain memberikan pakan alami, dapat juga memberikan pakan buatan berupa dedak halus. Dedak yang dihaluskan kemudian disaring dan dilarutkan dalam air garam sebanyak 150 gram per liter air. Larutan kemudian diblender dan disaring dengan kain saringan halus ukuran 50 – 60 mikron, kemudian diambil ekstraknya dan dimasukkan ke dalam kolam pengembang biakan artemia.

Produksi Artemia

Usaha produksi artemia sudah banyak dilakukan oleh para pengusaha pembenihan. Telur artemia mudah diperoleh di pasaran, namun harganya cukup mahal. Sehingga banyak pengusaha benih udang menyediakan tempat produksi untuk mengembang biakan artemia sebagai pakan alami larva udang.

Pada produksi artemia harus menyediakan tempat produksi yaitu kolam permanen ataupun fiber glass dengan kapasitas yang bervariasi dan bentuk yang bervariasi pula. Bentuk kolam yang bulat lebih memiliki keuntungan dalam sirkulasi air.

Kolam yang memiliki ukuran besar wajib dilengkapi Air Water Lift (AWL) yang berfungsi untuk menimbulkan arus putaran air. Dalam kolam ukuran kecil, aerasi dilakukan dengan memasukkan selang dan batu di dasar kolam. Sedangkan untuk kolam berukuran besar dimasukkan dalam AWL.

Beberapa langkah yang dilakukan dalam kultur artemia.

  1. Menyiapkan media yaitu air laut atau air garam. Salinitas air sekitar 25 ppm (larutkan 1 + 2/3 sendok makan garam ikan per 1 liter air) dengan pH 8.0 atau lebih tinggi dan suhu 26-28°C.
  2. Mempersiapkan alat kultur artemia, seperti wadah yang dapat berupa botol bekas atau media lain, aerator, lampu serta saringan yang rapat.
  3. Padat penetasan telur artemia dalam media penetasan yaitu 5 – 6 gram per liter air.
  4. Masukkan media air laut/ air garam kedalam wadah, kemudian masukkan telur artemia. Jangan lupa beri aerasi melalui aerator. (lihat video dibawah untuk lebih detail)
Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x