Mengenal Buah Lengkeng Merah

Mengenal Buah Lengkeng Merah 1

Lengkeng (kelengkeng) merah siap jadi idola.

Ricky Hadimulya tercengang. Sosok buah di foto yang dikirimkan oleh kolega di Amerika Serikat itu benar-benar membuat terpana. Bentuk buah bulat dengan warna kulit merah solid. Ricky mengenal persis buah serupa yang berkulit cokelat.

“Saya pertama kali mendatangkan lengkeng diamond river, pingpong, dan itoh pada 2004,” kata penangkar buah di Parung, Bogor, Jawa Barat, itu. Semua jenis lengkeng introduksi berbuah berkulit cokelat. Yang Ricky lihat di foto lengkeng berkulit merah.

Itu lengkeng idaman yang belum pernah ada sebelumnya. Warna kulit merah membuat lengkeng itu benar-benar berbeda. Ricky dan kolega, Chandra Gunawan, memutuskan untuk mencari langsung lengkeng merah itu ke negara asal. Pencarian itu tidak mudah. Ricky dan Chandra “menyewa” warga setempat untuk melacak keberadaan lengkeng baru itu. Harap mafhum informasi yang didapat dari kolega di Amerika Serikat cuma secuil.

Perburuan itu benar-benar menguras kesabaran Ricky. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu nyaris putus harapan karena berbulan-bulan tanpa ada kabar dari orang sewaan itu. Padahal sejumlah rupiah sudah digelontorkan untuk operasional si sewaan “blusukan” mencari tahu keberadaan lengkeng merah. Setahun berlalu, akhirnya ia mendapat kabar. “Lengkeng merah sudah ditemukan. Datang saja langsung ke sini.”

Mencari bibit lengkeng merah

Ricky segera memesan tiket pesawat dan terbang ke negeri jiran. Di sana si orang sewaan sudah menunggu dengan bibit-bibit lengkeng merah.

Di mana pohon pohon induk dan contoh buah lengkeng merahnya? “Kalau mau ke sana kita harus melakukan perjalanan lagi berjam-jam melalui sungai,” kata Ricky menirukan ucapan si orang sewaan. Sosok tanaman yang berbeda daripada pohon lengkeng lainnya sajalah yang memberi petunjuk bahwa itu bibit tanaman lengkeng jenis baru.

Daging buah cenderung juicy

Daging buah cenderung juicy

Ciri paling jelas warna daun yang merah kecokelatan. Ricky belum pernah melihat daun lengkeng seperti itu sebelumnya. Bermodal ciri itu Ricky mencoba meyakini bahwa itu bibit lengkeng dengan buah berkulit merah seperti yang ia lihat di foto. Semua bibit ia bawa ke tanahair. “Saya benar-benar gambling,” kata penyuka olahraga bersepeda itu.

Ricky menanam bibit-bibit itu di kebun di Parung yang berketinggian 50—140 meter di atas permukaan laut (m dpl). Delapan bulan berselang tanaman mulai belajar berbuah. Pertaruhan Ricky untuk mendapatkan lengkeng merah mulai terbayar.

“Buah muda seukuran kacang tanah terlihat berkulit warna merah,” katanya semringah. Buah muda lengkeng lazimnya hijau. Sayang, buah kemudian rontok. Toh itu sudah sedikit menepis keraguan terhadap “keabsahan” lengkeng merah itu.

Ricky benar-benar bak menang taruhan ketika pada umur 1 tahun tanaman kembali berbuah. Kali ini dompolan buah berkulit merah bertahan hingga buah tua. Penampilannya? Persis seperti yang ia lihat di dalam foto setahun silam: lengkeng berkulit merah solid tanda warna cokelat pun setitik. Tak ada keraguan, inilah lengkeng baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Mutasi tunas

Kebaruan Nephelium longan itu teruji ketika ia menyodorkan buah—tanpa daun—kepada ahli botani di Bogor, Gregori Garnadi Hambali MS. Master Biologi Konservasi alumnus Universitas Birmingham, Inggris, yang kolektor tanaman buah itu tidak langsung mengenali buah sebagai lengkeng.

Barulah setelah mengupas kulit dan melihat karakter daging buah dan biji Greg berujar, “Ini kan lengkeng!” Di mata penyilang berbagai tanaman hortikultura itu kehadiran lengkeng merah merupakan berita baik.

Potensial sebagai tanaman dalam pot

Potensial sebagai tanaman dalam pot

“Untuk pehobi sebagai tanaman tabulampot sangat menarik,” kata Greg. Di sisi lain lengkeng merah—belakangan mendapat nama ruby longan—berpotensi sebagai bahan induk persilangan untuk menghasilkan varietas yang lebih unggul. Misal berkulit merah, berbiji kecil, manis, produktif. Selain itu penyilangan dengan jenis “biasa” berkulit cokelat atau keputihan bisa menghasilkan variasi warna lain, misal merah muda.

Baca juga:  Perjalanan Panjang Juara

Penelusuran Trubus ke sejumlah narasumber, lengkeng berkulit merah jenis baru. “Saya belum pernah melihatnya,” kata pekebun lengkeng di Kendal, Jawa Tengah, Budi Dharmawan. Penangkar buah di Semarang, Jawa Tengah, Suko Budi Prayoga, juga belum pernah melihat si merah. Penangkar buah Lo Sembi di Magelang, Jawa Tengah, Samlawi, menyebut warna merah pada kulit lengkeng menarik.

Pakar buah di Bogor, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata, MSc pernah mendengar informasi tentang lengkeng merah dalam sebuah simposium tentang famili Sapindaceae alias keluarga rambutan-rambutanan di Tiongkok.

Ketika itu informasi yang beredar terdapat jenis baru hasil persilangan alami antara lengkeng dan leci—masih sekerabat—yang menghasilkan lengkeng berkulit marun—campuran cokelat dan merah. Warna merah diturunkan dari leci.

Pengamatan Reza terhadap lengkeng di kebun Ricky, jenis itu bukan hasil silangan antara lengkeng dengan leci. “Ini murni lengkeng,” kata doktor dari Institut Pertanian Bogor itu dalam surat elektroniknya. Sebab kulit buah mulus, tanpa tonjolan seperti kulit leci.

Kulit merah keunguan pertanda kulit buah mengandung zat antosianin tinggi. Lalu dari mana asal warna merah pada lengkeng rubi, padahal lengkeng “normal” berkulit cokelat? Diduga warna merah muncul karena proses tertentu memunculkan warna resesif itu.

Tanaman rajin berbunga tanpa bantuan zat perangsang

Tanaman rajin berbunga tanpa bantuan zat perangsang

Itu sejalan dengan informasi yang diterima Ricky. Lengkeng merah merupakan mutasi dari lengkeng normal berbuah berkulit cokelat. Mutasi terjadi pada cabang tertentu.

Periset di Pusat Kajian Hortikultura Tropis Institut Pertanian Bogor (PHKT IPB), Prof Dr Ir Roedhy Poerwanto, menduga mutasi yang menghasilkan lengkeng merah karena fenomena bud spot, yakni mutasi pada mata tunas dari induk normal. Bud spot terjadi secara acak akibat pengaruh alam semesta, seperti radiasi sinar kosmis. Bud spot juga bisa terjadi secara buatan menggunakan sinar gamma.

Jeruk jepang

Roedhy menuturkan frekuensi terjadinya bud spot secara alamiah sangat rendah. “Tapi di negara-negara yang petaninya punya perhatian besar dan terdidik, bud spot sudah menghasilkan varietas-varietas baru yang menarik,” tutur doktor dari Ehime Unviersity, Jepang, itu. Roedhy mencontohkan munculnya varietas jeruk satsuma wase atau unshiu mikan yang tidak berbiji dari jeruk berbiji di Jepang.

Menurut Roedhy bud spot merupakan perubahan genetik atau mutasi pada sel di titik tumbuh. Sel yang termutasi akan membelah diri dan akhirnya membentuk jaringan dan organ baru. Karena berasal dari satu sel yang sama maka seluruh sel dari organ yakni batang, daun, bunga, dan buah mempunyai gen yang sama atau mutannya solid.

“Kalau seperti itu yang terjadi maka mutan itu stabil dan dapat diperbanyak secara vegetatif dan akan menghasilkan buah yang seragam,” tutur mantan kepala PKHT IPB itu.

Kehadiran si merah bisa menjadi pemicu euforia di kalangan pehobi untuk segera memiliki. Sosok tanaman relatif kompak, genjah, dan relatif rajin berbuah. Di kebun Ricky salah satu tanaman yang dirawat lebih intensif potensial menghasilkan buah terus-menerus.

Dalam satu pohon ada buah tua, buah muda, dan bunga sekaligus. Buah siap panen ketika aroma harum khas lengkeng sudah tercium. Ciri lain tekstur daging buah sudah terasa lembut ketika dipegang.

Baca juga:  Menanam Melon Menggunakan Polybag

Daging buah putih bening. Citarasanya manis. Saat Trubus dua kali mengukur menggunakan refraktometer, kadar gula mencapai 21 dan 240 briks. Daging buah relatif juicy. Pada buah berukuran besar ukuran biji juga lebih besar. Pada buah kecil ukuran biji ikut mengecil. Setiap dompolan berisi belasan buah.

Ciri si merah memiliki warna daun, bunga, dan—tentu—buah yang berbeda jelas dibanding lengkeng biasa. Daun muda berwarna merah hingga merah cerah, ketika dewasa menjadi hijau, dan kembali menjadi merah bahkan cenderung merah kecokelatan ketika tua. Tulang daun merah, berbeda daripada lengkeng biasa yang tulang daunnya hijau. (lihat ilustrasi)

Di dalam pot anggota keluarga Sapindaceae itu pun nyaman tumbuh. Ricky menggunakan media tanam yang porous. Perawatannya cukup dengan memupuk menggunakan NPK seimbang pada masa vegetatif sampai kira-kira tanaman berumur 1 tahun dari bibit cangkok atau sambung susu setinggi 30—40 cm. Selanjutnya memasuki masa generatif ganti pupuk NPK dengan yang kadar fosfor dan kaliumnya lebih tinggi.

Dua minggu pascapemupukan lengkeng merah langsung berbunga serempak. Bunga mudah terinduksi muncul tanpa harus menggunakan perangsang khusus. Ricky melanjutkan pemberian pupuk fosfor dan kalium tinggi selama masa pembuahan untuk mencegah buah rontok.

Buah imlek

Menurut pemasar buah di Jakarta, Tatang Halim, dengan penampilan buah berwarna merah, lengkeng baru itu sangat menarik minat para kolektor. Direktur Benih Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Ir Sri Wijayanti Yusuf, MAgr Sc,  menuturkan lengkeng merah itu merupakan sesuatu yang baru dan unik.

“Pemerintah mendukung upaya pengembangan jenis-jenis buah baru dan memiliki peluang komersial di tanahair,” tutur Yanti. Untuk pengembangan komoditas baru, unik, dan memiliki potensi komersialisasi itu pemerintah memberi dukungan penuh.

Lengkeng merah, adaptif di dataran rendah, diduga berasal dari mutasi mata tunas

Lengkeng merah, adaptif di dataran rendah, diduga berasal dari mutasi mata tunas

Menurut Yanti kehadiran lengkeng merah melengkapi kekayaan buah nusantara. Harap mafhum, “Indonesia miskin buah berwarna, rata-rata buah Indonesia berwarna hijau. Kehadiran lengkeng merah baik sekali,” katanya. Apalagi si merah adaptif di dataran rendah sehingga potensi daerah pengembangannya akan sangat luas.

Namun para ahli sepakat, sebagai buah komersial untuk dikebunkan ruby longan perlu waktu. Antara lain untuk pengecekan kestabilan kualitas buah, produktivitas per pohon, daya adaptasi di berbagai ketinggian tempat, dan daya serap pasar. “Untuk menentukan layak tidaknya dibudidayakan, lengkeng mesti melewati beberapa tahapan. Tahapan itu antara lain masuk kebun koleksi, diteliti, dan diujicoba di lahan.

Jika hasilnya bagus, berarti lengkeng itu layak dikomersialkan,” kata Budi Dharmawan. “Harus ada tes pasar. Harus lihat selera pasar,” kata Tatang Halim. Dari sisi penampilan warna, lengkeng merah bakal menarik minat konsumen. Namun faktor harga harus tetap layak.

Direktur Benih juga melihat potensi pasar lengkeng untuk diterima terutama oleh masyarakat kelas atas cukup besar. Sementara peluang komersialisasinya untuk menembus pasar umum butuh waktu. Untuk memasuki pasar umum maka perlu pelibatan petani dalam kegiatan budidayanya sehingga produksi menjadi massal. “Untuk itu petani perlu dibina dan didampingi mulai aspek budidaya hingga jaminan pasar,” papar Yanti.

Ricky meyakini si merah punya potensi pasar besar. “Sebagai tanaman komersial, buahnya cocok sebagai hantaran untuk perayaan tertentu misalnya Imlek,” kata Ricky.

Bermodal lengkeng merah ia berencana membuat tabulampot lengkeng berbuah kulit merah, kulit putih, dan kulit cokelat dalam satu tanaman. Selain itu dari biji-biji buah lengkeng merah yang disemai ia berharap mendapat varian-varian baru yang tidak kalah menarik. Ah, karena si merah, dunia lengkeng kini menjadi kian berwarna.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags: