Umbi suweg potensial menjadi bahan baku beragam penganan.

Bunga suweg Amorphophallus paeoniifolius.

Bunga suweg Amorphophallus paeoniifolius.

Ukuran umbi suweg mencapai 50 cm x 30 cm berbobot hingga 15 kg. Itulah sebabnya di mancanegara umbi suweg sohor dengan sebutan elephant foot yam alias umbi kaki gajah merujuk pada ukuran yang besar. Meski demikian masyarakat kurang mengenal suweg sebagai penghasil umbi dibandingkan dengan singkong dan ubijalar. Padahal, pada zaman penjajahan Jepang, umbi suweg andil besar untuk ketahanan pangan bagi masyarakat.

Biji suweg perbanyakan tanaman secara generatif

Biji suweg perbanyakan tanaman secara generatif

Suweg Amorphophallus paeoniifolius juga berperan penting sebagai salah satu sumber cadangan makanan bagi masyarakat Indonesia terutama bagi masyarakat yang sulit mendapatkan beras. Dahulu tanaman anggota famili Araceae itu mudah tumbuh di pekarangan rumah, tegalan, tepi hutan, pinggir jalan, atau tanah-tanah kosong. Petani menanam suweg secara tumpang sari di antara tanaman palawija lain.

Multifaedah

Perbedaan batang suweg.

Perbedaan batang suweg.

Kini suweg seakan tersingkirkan karena masyarakat lebih banyak menanami kebun-kebun dengan tanaman bernilai ekonomi lain seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Akhirnya lahan yang biasa ditumbuhi oleh tanaman suweg menjadi semakin berkurang. Bahkan di beberapa desa tanaman itu sudah sulit ditemukan. Tanaman suweg mempunyai variasi bentuk morfologi yang sangat mirip dengan walur.

Walur

Walur

Masyarakat tak bisa mengonsumsi umbi tanaman walur karena mengandung kristal oksalat yang tinggi. Kristal oksalat menyebabkan rasa gatal. Pada suweg, kandungannya rendah dan aman untuk dikonsumsi. Perbedaan antara suweg dan walur dapat dideteksi dari bentuk permukaan batangnya. Permukaan batang suweg tidak terlalu kasar dan terkadang baru terasa seperti berpasir bila permukaan batangnya diraba.

Sosok tanaman suweg penghasil umbi yang potensial dikembangkan.

Sosok tanaman suweg penghasil umbi yang potensial dikembangkan.

Adapun permukaan batang tanaman walur sangat kasar dan sangat mudah terlihat dengan jelas. Oleh karena itu sebelum mengonsumsi umbi, harus dipastikan dahulu apakah yang diambil adalah umbi suweg atau umbi walur. Seperti kerabat keluarga talas-talasan yang lain, suweg pun sebagai sumber pati dan protein. Oleh karena itu suweg juga dapat dikembangkan sebagai produk tepung umbi maupun tepung pati.

Baca juga:  Minyak Terbang Umbi Bawang

Kelebihan umbi suweg antara lain mencegah beberapa penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung koroner melalui mekanisme penurunan kolesterol dalam darah. Itu terkait dengan kadar serat yang cukup tinggi dan kemampuannya mengikat kolesterol setara dengan oat instan. Umbi suweg juga ditengarai berpotensi sebagai pangan fungsional karena memiliki indeks glisemik kurang dari 55.

Beragam penganan berbahan baku tepung umbi suweg. Dari kiri: onde-onde amor, kembang goyang amor, cheese stik amor, dan brownis amor.

Beragam penganan berbahan baku tepung umbi suweg. Dari kiri: onde-onde amor, kembang goyang amor, cheese stik amor, dan brownis amor.

Indeks glikemik angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau tingkatan pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah. Dengan indeks glikemik itu suweg menekan peningkatan kadar gula darah, sehingga sesuai bagi penderita diabetes mellitus. Banyaknya potensi sebagai bahan pangan pokok dan fungsional memacu pihak industri memproduksi olahan berbahan suweg.

Budidaya suweg
Selain itu tepung suweg bisa menggantikan oatmeal sebagai makanan yang dianjurkan untuk diet bagi penderita diabetes. Kebun Raya Bogor (KRB) bekerja sama dengan Dharma Wanita KRB membuat beberapa produk olahan dengan berbasis bahan dasar umbi suweg, antara lain onde amor ketawa, cheese stick amor, opak amor, kembang goyang amor, dan brownis amor. Sebutan amor mengacu pada nama genus tanaman.

Beberapa penganan itu mendapat serifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Kementerian Kesehatan. Aneka makanan dari tepung suweg layak untuk dikembangkan agar nilai tambah dari komoditas itu terus meningkat. Oleh karena itu budidaya tanaman menjadi aspek penting. Tanaman suweg tumbuh dengan baik di tempat-tempat yang terlindungi atau rindang.

Umbi suweg berindeks glikemik rendah.

Umbi suweg berindeks glikemik rendah.

Suweg memiliki toleransi yang besar terhadap kondisi iklim dan tanah. Tanaman itu tumbuh di daerah tropis dan subtropis di dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Perbanyakan suweg dengan biji, kulit umbi, anakan samping, dan teknik kultur jaringan. Biji bermutu baik untuk disemai yang telah matang secara fisiologis, yaitu warna buahnya yang merah tanda matang.

Baca juga:  Gairah Bisnis Umbi Lokal

Suweg juga memiliki mata-mata tunas yang tersebar di permukaan kulit umbi. Setelah mengupas umbi untuk memperoleh daging umbi, maka kulit umbi bisa langsung ditanam kembali di tanah. Cara lain dengan memisahkan anakan di sekeliling umbi utama. Anakan yang telah siap menjadi calon individu baru mudah untuk dilepaskan dari umbi utamanya. Perbanyakan dengan teknik kultur jaringan bila menginginkan benih yang seragam dalam jumlah yang besar. (Yuzammi, Tri Handayani, dan Yupi Isnaini, Peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d