cara mencegah serangan jamur ganoderma pada kelapa sawit

Kelapa sawit komoditas unggulan perkebunan di tanah air. Indonesia salah satu produsen terbesar di dunia dengan memasok 47% kebutuhan minyak kelapa sawit (th 2015).

Pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan domestik bruto menyebabkan kebutuhan minyak nabati dan lemak dunia meningkat. Efeknya permintaan kelapa sawit melonjak.

Sebab, minyak Elaeis guineensis itu bahan baku utama pembuatan minyak pangan, satu dari sembilan kebutuhan pokok. Tingginya permintaan minyak makan di dalam negeri dan mancanegara menjadi indikasi pentingnya tanaman anggota famili Arecaceae dalam perekonomian Indonesia.

Ancaman serangan jamur Ganoderma pada kelapa sawit

Dibanding tanaman penghasil minyak nabati lain seperti kedelai, zaitun, kelapa, dan biji bunga matahari, kelapa sawit penghasil minyak nabati paling efisien.

Selain itu belakangan ini kelapa sawit kian populer sebagai bahan baku alternatif biodiesel. Sayangnya, budidaya kelapa sawit menghadapi beragam kendala seperti busuk pangkal batang akibat serangan jamur Ganoderma sp.

perkebunan kelapa sawit
Kelapa sawit penghasil minyak nabati paling efisien

Sifat jamur Ganoderma sp

Ganoderma sp patogen tanaman perkebunan yang sangat merugikan. Cendawan itu bersifat soil born sehingga sulit dikendalikan. Dampak serangan patogen itu tanaman kelapa sawit layu dan rapuh.

Baca juga:  Apa Sih Manfaat Menanam Pohon?

Terjangan sedikit angin saja dapat menyebabkan tanaman roboh. Penyakit maut itu datang dengan ciri daun berwarna hijau pucat atau nekrosis serta daun tua layu, melengkung, dan patah.

Penyakit mematikan itu cepat menular ke tanaman sehat setelah akarnya bersentuhan dengan tunggul batang atau akar tanaman sakit dan terjadi perlukaan. Gejala lainnya, terbentuknya daun tombak lebih dari 3 buah dan muncul getah di tempat yang terinfeksi. Selain itu, terbentuk badan buah jamur.

Cara penularan jamur Ganoderma sp

Penyakit busuk batang kelapa sawit juga mudah menular. Caranya melalui persentuhan dengan tunggul batang tanaman sakit. Akar tanaman muda akan tertarik ke tunggul tanaman lama. Sebab, tunggul kaya hara dan mempunyai kelembapan tinggi.

Sumber infeksi biasanya tunggul kelapa atau kelapa sawit. Namun, kelapa lebih toleran terhadap jamur Ganoderma sp.

Risiko infeksi semakin meningkat dengan adanya luka pada akar tanaman sehat. Faktor penyebab mudahnya perkembangan busuk pangkal batang kelapa sawit antara lain penanaman kelapa sawit di lahan bekas penanaman kelapa dalam.

Kelapa sawit yang ditanam di lahan bekas kelapa dalam, lebih mudah terinfeksi dibanding penanaman di lahan bekas hutan atau kebun karet. Di lahan bekas hutan atau karet, serangan penyakit itu akan terlihat setelah umur 15—20 tahun.

jamur Ganoderma sp
Busuk pangkal batang akibat serangan Ganoderma sp sulit dikendalikan dan gampang menular

Sementara di kebun peremajaan bekas kelapa sawit atau kelapa dalam, serangan akan tampak pada umur 10 tahun. Pada pertanaman generasi ketiga penyakit muncul pada tahun ke-3.

Faktor lain yang mempengaruhi serangan ganoderma

Intensitas serangan ganoderma juga berkaitan dengan pembersihan sisa-sisa tanaman pada waktu peremajaan. Pemberian hara makro lengkap dapat meningkatkan ketahanan tanaman.

Baca juga:  5 Cara Membuat Bibit F0 Jamur Kuping Sederhana dan Mudah

Sebaliknya, kekurangan hara nitrogen dan magnesium mempermudah serangan ganoderma. Drainase buruk, banjir, serta gulma rimbun mempercepat perkembangan penyakit itu.

Ketahanan jenis kelapa sawit terhadap jamur Ganoderma

Ketahanan tiap jenis kelapa sawit terhadap ganoderma tidak sama. Kelapa sawit dura asal Afrika Barat, misalnya, menunjukkan gejala serangan yang lebih lambat dibanding kelapa sawit tenera.

Hasil pengamatan di lapang, jenis persilangan D x P (TI-932 D x BJ 217 P dan TI 803 D x MA 317 P) memiliki ketahanan paling tinggi. Sementara BJ 272 D x DS 070 P paling rentan.

Upaya mencegah serangan jamur ganoderma pada kelapa sawit

Pengendalian busuk pangkal batang umumnya menggunakan fungisida kimiawi. Namun, proses pengendalian itu memiliki beberapa kelemahan, antara lain menimbulkan resistensi dan residu yang terakumulasi di dalam tanah.

Akibatnya terjadi polusi tanah yang dapat mengganggu biodiversitas ekosistem tanah. Cara lain mencegah serangan ganoderma dengan memanfaatkan tanaman rempah seperti temulawak Curcuma xanthorrhiza, kunyit Curcuma longa, dan serai Cymbopogon citratus.

Temulawak, kunyit, atau serai mencegah serangan jamur ganoderma pada kelapa sawit.

Kombinasi ketiga tanaman itu dapat mengurangi risiko serangan ganoderma pada kelapa sawit. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan ekstrak rimpang kunyit, rimpang temulawak, dan serai memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Ganoderma sp.

penanaman temulawak, kunyit, jahe, dan garut di sekeliling kelapa sawit
Penanaman temulawak, kunyit, jahe, dan garut di sekeliling kelapa sawit untuk mencegah serangan ganoderma

Uji itu dilakukan pada ganoderma yang ditumbuhkan pada potato dextrose agar (PDA). Hal itu diduga karena adanya bahan aktif yang terkandung pada rempah-rempah itu yang bersifat antagonis terhadap pertumbuhan Ganoderma sp.

Tanaman rempah itu menghasilkan eksudat akar yang mampu menekan pertumbuhan dan perkembangan ganoderma.

Rimpang temulawak mengandung 48—59,64 % zat tepung, 1,6—2,2 % kurkumin dan 1,48—1,63 % minyak asiri. Kunyit mengandung senyawa kimia kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri atas kurkumin, desmetoksikumin 10%, bisdesmetoksikurkumin 1—5%, dan zat bermanfaat lain seperti minyak asiri.

Baca juga:  Macam-Macam Jenis Tanah untuk Menanam Kelapa Sawit

Sementara serai mengandung geranial (45,2%), neral (32,4%), mirsen (10,6%), terpena, sinamaldehida, linalool, sitral, sitronelal, eugenol, dan fenol. Selain uji di laboratorium, pengujian juga dilakukan di lapang.

Cara penanaman rempah dan umbi untuk mencegah serangan jamur ganoderma pada kelapa sawit

Penanaman beragam rempah dan umbi dilakukan di sekeliling tanaman kelapa sawit. Beragam rempah dan umbi itu sebelumnya disemai di dalam polibag. Setelah ketinggian mencapai 20—30 cm, tanaman siap ditanam di sekeliling sawit.

Setiap lubang tanam ditanam satu polibag rempah yang terdiri atas 2—3 rumpun. Jarak tanam dari pangkal batang 40 cm. Hasil pengujian di lapang menunjukkan tidak adanya gejala serangan jamur Ganoderma sp.

Demikian artikel mengenai cara alami untuk mencegah serangan jamur Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit, semoga bermanfaat.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d