menanam tanaman buah melon di musim hujan

Sejatinya menanam tanaman buah melon saat musim hujan memiliki keuntungan tersendiri, seperti tidak perlunya menyiram tanaman serta tersedianya cadangan air yang cukup saat sedang tidak hujan. Namun kenyataan yang ditemukan dilapangan tidaklah demikian, ada beberapa tantangan tersendiri dalam menanam tanaman buah melon di musim hujan. Berikut penjelasannya.

Kualitas dan harga buah melon yang turun

Kini bukan hanya buah melon eksklusif yang langka di pasaran. Buah melon (Cucumis melo) konvensional pun langka. Dilansir dari trubus–online.co.id pada tahun 2017, menurut pekebun buah melon di Bogorejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Faruq Kusumanegara, hujan yang terus-menerus selama 2 bulan terakhir membuat penanaman melon gagal di berbagai daerah.

Buah melon yang dihasilkan pun rasanya hambar sehingga konsumen menolak. Menurut Faruq kualitas yang hancur menyebabkan harga anjlok. Lihat saja harga satu truk melon hanya Rp6-juta. Padahal, pada kondisi normal, harga melon itu Rp20-juta.

Itu pun pedagang yang memilih melon agar dapat menjual kembali. Biasanya dari desa itu, setiap pekan sebanyak 12 ton melon golden diangkut ke Pasar Induk Kramatjati Jakarta dan Bali. Namun, kini volume itu berkurang.

Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas rasa buah melon?

Menurut Ir Yos Sutiyoso, pakar hidroponik di Jakarta, kadar kemanisan buah melon pada musim hujan cenderung menurun, hal itu disebabkan kurangnya intensitas cahaya dan tingginya kadar air pada buah.

Baca juga:  Kenapa Pertanian Thailand Lebih Berkembang? Baca Disini

Intensitas cahaya matahari tampaknya sulit kita kontrol, karena jika menggunakan lampu LED pun, jumlah yang dibutuhkan akan sangat banyak. Mengenai tingginya kadar air (yang mempengaruhi jumlah nutrisi yang diserap oleh tanaman) ternyata dapat kita kontrol.

berbagai penyakit menyerang melon pada musim hujan
Berbagai penyakit menyerang melon pada musim hujan

Plastik mulsa dapat digunakan untuk menutup bedengan tempat menanam tanaman buah melon. Plastik ini dapat menghalau/ mengurangi masuknya air hujan kedalam media tanam.

Cara lainnya adalah saat musim hujan, metode penanaman buah melon menggunakan metode hidroponik. Dalam sistem hidroponik, jumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman buah melon dapat kita kontrol, sehingga tingginya curah hujan yang ada tidak berdampak terlalu besar pada nutrisi tanaman melon. Buah melon tetap manis walau musim hujan.

Ada kemungkinan terjadi banjir

Pada saat yang sama, banjir pun menjadi momok. Produsen PT Tunas Agro Persada yang rugi hingga Rp600-juta akibat 4 ha melon siap panen terendam banjir. Kondisi iklim yang tidak bersahabat menjadi penghalang utama menghasilkan melon berkualitas.

Tatang Halim pedagang dan pekebun melon di Muarakarang, Jakarta Utara, mengatakan hampir semua jenis melon langka di pasaran.

Budidaya buah melon dengan hidroponik sistem NFT di atap terbuka
Budidaya melon dengan hidroponik sistem NFT di atap terbuka menghasilkan melon dengan tingkat kemanisan 15° briks

Hujan terus-menerus menyebabkan tanaman gagal produksi. Bila lolos dari serangan penyakit, rasanya pun amburadul. “Seperti makan bonggol pisang karena tidak ada rasa,” ujar Tatang Halim.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemungkinan banjir di lahan pertanian?

Sebelum menanam tanaman buah melon, ada baiknya dibuatkan bedengan yang lebih tinggi dari biasanya, yakni sekitar 50-60 cm. Hal ini dimaksudkan agar jika terjadi genangan/ banjir, air tidak mengenai tanaman melon. Perbaiki pula saluran irigasi, sehingga air hujan dapat mengalir ketempat lain.

Baca juga:  Penyuluh Pertanian yang Punya Prinsip Itu Bernama Rela Setia Nita

Jika menggunakan metode hidroponik, kita dapat menempatan media tanam yang agak tinggi. Cara ini dapat menghindarkan tanaman melon terendam air hujan saat terjadi genangan/ banjir, sehingga tetap aman walaupun menanam tanaman buah melon di musim hujan.

Penyakit yang menyerang buah melon

Golden melon yang digadang-gadang rasanya sangat manis, pun tidak lepas dari masalah itu bila perawatan kurang tepat. Menurut Tatang ada tiga penyakit utama yang menyerang melon, yaitu virus, bakteri, dan cendawan.

Pekebun masih bisa mengatasi serangan cendawan. Namun, virus dan bakteri membuat isi kebun habis total. Pekebun sulit mengatasi bakteri karena berdiam di tanah. Virus relatif sulit diatasi bila tidak menanam jenis melon antivirus.

Kini memang beredar melon tavi alias melon anti virus seperti aragon, gracia madona, melisa, melani, joston, melindo, erna, mayaro, dan viva.

Namun, karena cara budidaya dan kesesuaian lahan tanam belum teruji sehingga hasilnya belum menggembirakan. Melon varietas tahan virus itu rasanya tidak “seindah” penampilannya sehingga tidak mampu menolong anjloknya pasar melon.

Membudidayakan tananam anggota famili Cucurbitaceae dalam greenhouse pun tidak menyelesaikan masalah. Menurut Tatang Halim rumah plastik tidak bisa mencegah serangan penyakit, meski dapat mengurangi serangan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit saat menanam tanaman buah melon di musim hujan?

Perlunya pengecekan rutin terhadap tanaman melon, agar dapat segera diketahui secara dini gejala-gejala serangan penyakit. Ketika terindikasi ada serangan jamur, ada baiknya dilakukan penyemprotan fungisida setiap 3-4 hari sekali.

Untuk mengatasi penyakit, Iwan Subakti memanfaatkan trichoderma dan gleiocladium untuk disiramkan ke tanah. Agen hayati itu dimasukkan dalam air bercampur dengan pupuk. Untuk 1 drum 200 l air, dimasukkan 1 kg agen hayati tadi, lalu disiramkan ke tanah. Baca juga artikel tentang cara agar tanaman buah melon bebas fusarium.

Similar Posts