Menanam Okra di Dalam Pot

menanam okra di dalam pot

Menanam okra di dalam pot untuk santapan setiap hari.

Lily Kusrini di Kota Depok, Jawa Barat, memetik beberapa buah okra yang tumbuh di halaman. Ia memotong-motong buah itu, merendam dalam air minum, dan membiarkan selama satu jam. Ayah Lily, Sarono Hadi, pun sesekali mengonsumsi air infusan atau infused water okra.

Berkat air infusan okra dan mengatur pola makan, ayah Lily bahkan tak perlu mengonsumsi obat kimia lagi untuk mengontrol gula darah. “Badan ayah jadi lebih segar dan ringan,” ujar Lily.

Ibu dua anak itu tak perlu pergi ke pasar swalayan untuk membeli okra. Ia cukup melangkahkan kaki ke kebun pribadi dekat kediamannya. Di sana wanita yang hobi berkebun itu menanam tasalampot—tanaman sayuran dalam pot—okra. Lantaran berkhasiat herbal Lily semakin getol menanam okra. Ia ingin sekali membagikan hasil panen kepada sahabat dan kerabatnya.

Tanam okra di dalam pot

Keberadaan sayuran yang dijuluki jari lentik itu jarang ditemuidi pasaran. Harganya pun cukup mahal, Rp35.000—Rp40.000 per kg (th 2016). Di pasaran okra tergolong sayuran eksklusif. Pekebun yang membudidayakan okra pun masih sedikit.

Itulah sebabnya Lily berupaya menanam okra di halaman. Total ada 14 tasalampot okra hijau dan 5 tasalampot okra merah. Tinggi tanaman seragam, sekitar 155 cm.

Lily meletakkan tasalampot okra yang baru berumur 2 bulan itu di tepi kolam pemancingan. Buah yang dihasilkan cukup banyak. Ia memetik 4—6 buah okra siap panen di setiap tanaman. Pemilik kebun Omah Ndeso itu mengatakan perawatan okra di dalam pot sangat gampang. Tanaman kerabat kembang sepatu itu tergolong bandel. Itu sebabnya Lily merekomendasikan sejumlah kerabatnya untuk menanam tasalampot okra.

Tanaman okra di dalam pot,pohon okra

Tanam okra di dalam pot selain unik, buahnya bisa dikonsumsi sehari-hari.

Cara Lily menanam okra sederhana dan mudah ditiru. Lily memilih media tanam siap pakai yang mudah ditemui di toko-toko pertanian. Menurut Direktur Pelaksana Yayasan Bina Sarana Bhakti, Dian Askhabul Yamin, budidaya okra sangat mudah.

Baca juga:  Menjemput Khasiat Air Infusan

Itu sebabnya pehobi sayuran dapat menanam sendiri di rumah. Dian menuturkan penanaman okra dalam pot sebaiknya menggunakan media tanam kaya hara. Pehobi bisa menggunakan campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1. Penanaman dengan membenamkan benih di media tanam itu.

Lily menggunakan pot berukuran sedang berdiameter 25 cm. Benih akan berkecambah 2 pekan pascasemai. Tanaman hanya butuh disiram setiap hari agar selalu segar dan tidak layu. Lily menyiram tanaman setiap hari bila tidak ada hujan.

Penyiraman dihentikan bila hujan deras. Dian dan Lily menghindari pemberian pupuk maupun pestisida kimia selama merawat okra. “Saya ingin mengonsumsi sayuran organik. yang lebih sehat dan aman bagi keluarga,” ujarnya.

Tanam okra di bedengan

Pertanaman okra organik,pohon okra

Pertanaman okra organik di kebun PT Agatho Organis Agro di Tugu Selatan, Jawa Barat.

Selain di pot, pehobi juga bisa menanam okra di bedengan seperti dilakukan Yayasan Bina Sarana Bhakti. Produsen sayuran organik itu menanam okra di lahan terbuka bersinar matahari penuh.

Sayuran yang sohor sebagai pengontrol gula darah itu tumbuh di bedengan berukuran 1 m x 10 m. Satu bedengan berisi 200 tanaman. Buah yang dipanen dalam satu bedengan mencapai 1 kg setiap 2 hari.

Yayasan Bina Sarana Bhakti mengandalkan kompos sebagai asupan hara bagi tanaman. Sebelum tanam petugas menaburkan 30 kg kompos di setiap bedengan. Selanjutnya petugas akan menyiramkan pupuk cair organik dari rembesan air kompos saat tanaman berumur 2 bulan.

Penyiraman pupuk alami itu hanya sekali selama budidaya tanaman. Konsentrasinya sebanyak 1 liter pupuk organik cair dalam 10 liter air.

Perawatan okra di pot dan bedengan relatif sama. Setiap bulan Lily menaburkan pupuk kandang kambing secukupnya untuk menambah asupan hara bagi tanaman. Okra tumbuh optimal bila kebutuhan air tercukupi. Tanaman akan memasuki masa generatif saat berumur 1,5—2 bulan.

Baca juga:  Efek Samping Konsumsi Buah Okra

Buah susul-menyusul sehingga tanaman selalu menghasilkan buah. Apalagi okra juga memiliki bunga yang sangat cantik, sekilas mirip kembang sepatu.

Mahkota bunga berwarna putih kekuningan dan berukuran besar. Pemandangan itu kerap menarik perhatian kerabat maupun kawan yang berkunjung ke kebun Lily.

“Tanaman yang sedang berbunga dan berbuah menjadi daya tarik tasalampot okra,” ujar Lily. Dian menuturkan usia produktif okra sangat singkat, hanya 3 bulan pascasemai. “Pada umur 3 bulan tanaman masih berbuah, tetapi produksinya rendah,” ujarnya.

Itu sebabnya, Yayasan Bina Sarana Bhakti mengganti tanaman okra setiap 3 bulan. Pehobi di rumah bisa memanfaatkan buah kering sebagai benih. Pilih beberapa buah berukuran besar dan biarkan tua hingga kulit buah berwarna kecokelatan. Manfaatkan biji di dalam buah itu sebagai benih untuk penanaman pada periode berikutnya. Sementara itu buah lain bisa dipanen muda.

Mengolah buah okra

Lily memilih buah okra yang masih muda dan mengolahnya menjadi hidangan. Lily dan Dian memilih buah muda karena buah muda mudah lebih empuk. Panen buah muda sepanjang 10 cm dan berkulit lunak sehingga proses pemasakan lebih cepat. Dengan begitu khasiat buah tetap terjaga.

Kepala divisi pengembangan produk dan pasar PT Agatho Organis Agro, Andreas Agung Nugroho SP, menyayangkan bila konsumen salah mengolah okra.

“Mereka biasanya memasak okra terlalu lama karena kulit buah yang keras,” ujarnya. Proses memasak yang lama tentu saja berpengaruh pada khasiat buah yang semakin berkurang.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x