Menanam Jagung di Kebun Kodim 1
Pertumbuhan jagung tetap optimal meski dibudidayakan secara organik.

Pertumbuhan jagung tetap optimal meski dibudidayakan secara organik.

Produksi jagung organik melambung 8 ton per ha.

Jerih payah Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen (TNI) Widagdo H Sukoco, melatih para prajurit tentang pertanian organik kembali membuahkan hasil. Setelah sukses panen padi organik, pada 29 Mei 2015 Widagdo panen jagung organik di demplot Kodim 0306/Lima Puluh Kota di Jorong Talawi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Dari sehektar lahan menghasilkan 8 ton jagung. Jumlah panen itu lebih tinggi dari rata-rata produksi jagung di Kota Payakumbuh yang saat ini hanya mencapai 4—5 ton per hektar.

Ramuan organik terbuat dari buah-buahan.

Ramuan organik terbuat dari buah-buahan.

Padahal, para anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di lingkungan Kodim 0306/Lima Puluh Kota tanpa menggunakan pupuk sintetis kimia. Sebagai sumber nutrisi mereka mengandalkan pupuk kandang yang ditaburkan di permukaan tanah dua pekan sebelum penanaman. Untuk sehektar lahan membutuhkan 2—4 ton pupuk kandang. Pemupukan bersamaan dengan pemberian dolomit sebanyak 1 ton per ha.

Setelah itu para Babinsa menyiram permukaan pupuk kandang dengan larutan yang terbuat dari campuran 1 liter ramuan organik untuk tanaman (rotan), 1 liter larutan yang mengandung trichoderma, dan 1 kg gula kelapa. Seluruh bahan itu kemudian dilarutkan dalam 200 liter air. Rotan terbuat dari aneka jenis buah-buahan dan sayuran seperti pisang, pepaya, nanas, mangga, melon, kangkung air, kacang panjang, dan jagung muda. Seluruh bahan itu kemudian direndam dalam air hangat bertemperatur 70°C.

Salah satu bahan pakan ternak ayam yang banyak dikembangkan di Payakumbuh.

Salah satu bahan pakan ternak ayam yang banyak dikembangkan di Payakumbuh.

Usus nila
Setelah dingin blender seluruh bahan hingga halus. Selanjutnya campur dengan gula kelapa yang telah dicairkan, air kelapa, air leri, dan usus ikan nila, kemudian difermentasi selama 14 hari dalam wadah plastik atau tembikar yang tertutup. Setiap 2 hari larutan diaduk-aduk selama 5 menit untuk menghindari wadah menggelembung.

Selanjutnya Babinsa membajak lahan yang telah diberi pupuk kandang dan dolomit hingga kedalaman 20—30 cm agar tercampur merata dalam tanah. Setelah lima hari, siram seluruh permukaan tanah menggunakan 1 liter larutan ramuan obat untuk hama (roma) yang terbuat dari bawang putih, irisan daun tembakau, cabai rawit, dan kluwih yang telah diencerkan dalam 50 liter air dan disimpan selama 5 hari. “Penyiraman larutan itu untuk mencegah serangan bakteri dan cendawan merugikan dalam tanah,” kata Serda Sugiyono, yang bertugas mengelola jagung organik. Berikutnya di lahan dibuat parit sedalam 20 cm dengan jarak antarparit 3 m untuk saluran drainase ketika musim hujan.

Sebelum penanaman, Sugiyono merendam benih jagung dalam air panas bersuhu 70oC selama 5—10 menit. Setelah ditiriskan, ia kembali merendam benih di dalam larutan yang terbuat dari campuran 10 ml rotan, 10 ml larutan trichoderma, 10 ml larutan plant growth promoting rhizobacteria (PGPR), 3 sendok makan gula pasir, dan 1 liter air selama 12 jam. PGPR adalah larutan yang mengandung bakteri yang hidup berkoloni di sekitar perakaran tanaman.

Baca juga:  Lovebird: Bisnis Rumahan Laba Belasan Juta Sebulan

Menurut Dr Nurzaman, ahli pertanian organik yang menjadi konsultan budidaya pertanian organik Korem 032/Wirabraja, kehadiran bakteri itu sangat baik bagi tanaman karena membantu menyediakan dan memfasilitasi penyerapan berbagai unsur hara dalam tanah. Bakteri menguntungkan itu juga membantu mensintesis dan mengubah konsentrasi fitohormon pemacu tumbuh. PGPR diperoleh dari akar bambu beserta tanahnya, akar kacang tanah, dan akar puteri malu yang direndam dalam air yang telah diberi gula merah atau pasir dan air kelapa selama 2—3 hari dalam wadah tertutup rapat.

Dandim 0306/Lima Puluh Kota bersama Walikota Payakumbuh Riza Falepi (berkacamata) panen perdana jagung organik.

Dandim 0306/Lima Puluh Kota bersama Walikota Payakumbuh Riza Falepi (berkacamata) panen perdana jagung organik.

Vegetatif
Sugiyono menanam benih jagung dengan jarak tanam 20—25 cm dalam satu baris dan jarak antarbaris 75 cm. Untuk setiap lubang tanam hanya diisi 1 benih. Untuk menutup lubang tanam ia menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi bersama dedak dan diberi larutan rotan serta trichoderma. Selanjutnya Sugiyono menyiram setiap lubang dengan larutan yang terbuat dari campuran 10 ml larutan rotan, 10 ml larutan trichoderma, 100 ml larutan PGPR, dan 100 g gula yang dilarutkan dalam 14 liter air.

Tiga hari setelah tanam Sugiyono mengocor tanaman dengan larutan roma berkonsentrasi 200 ml per 14 liter. Menurut Nurzaman pemberian roma di awal pertumbuhan sangat penting untuk melindungi benih dari gangguan patogen tular tanah. Roma kembali diberikan pada umur tanaman 15, 27, dan 40 hari setelah tanam. Penyemprotan roma juga dilakukan jika ada gejala serangan hama dan penyakit dengan konsentrasi sama.

Pada umur 7 hari setalah tanam, Sugiyono mengocor tanaman dengan pupuk organik cair (POC) vegetatif. Pupuk itu merupakan campuran pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang terbuat dari bahan organik. Pupuk N terbuat dari 10 liter urine hewan, ½ karung kotoran hewan halus, dan sekarung cacahan daun-daunan hijau seperti gamal dan kacang-kacangan. Seluruh bahan itu difermentasi bersama 1 liter rotan, 1 kg gula merah atau molase, dalam 20 liter air selama 2 pekan.

Pupuk P terbuat dari cacahan sepohon batang pisang, dan 5 kg guano atau kotoran puyuh. Seluruh bahan difermentasi bersama 1 liter rotan, 1 kg gula merah atau molase, dalam 30 liter air selama 2 pekan. Sementara pupuk K terbuat dari 10 kg sabut kelapa yang difermentasi bersama 1 liter larutan rotan, 1 kg gula merah atau molase, dalam 30 liter air selama 2 pekan. Sebelum digunakan, seluruh hasil fermentasi itu diencerkan dahulu dengan konsentrasi 1 liter per 10 liter air.

Baca juga:  Jagung Manis: Dua Cara Panen Besar

Larutan pupuk N, P, dan K lalu dicampur dengan perbandingan 3:2:1. Menurut ahli nutrisi tanaman, Yos Sutiyoso, nitrogen diperlukan tanaman di awal pertumbuhan untuk menyusun protein dan pertumbuhan sel tanaman. Sugiyono juga menambahkan 1 liter larutan PGPR, 100 ml larutan rotan, dan 3—4 sendok makan gula. Simpan seluruh campuran bahan itu dalam wadah tertutup selama 24 jam. Sebelum digunakan, Sugiyono mengencerkan larutan POC vegetatif dengan konsentrasi 200 ml per 14 liter air. Ia kembali mengocorkan POC vegetatif pada umur 21 dan 35 hari setelah tanam.

Panen perdana jagung organik juga dilakukan di demplot Kodim 0304/Agam.

Panen perdana jagung organik juga dilakukan di demplot Kodim 0304/Agam.

Generatif
Pada umur 45 hari setelah tanam, Sugiyono menghentikan pemberian larutan roma dan POC vegetatif, dan beralih memberikan POC generatif. Pupuk itu terbuat dari larutan pupuk N, P, dan K dengan kandungan K lebih tinggi, yakni perbandingan 1:2:3. Menurut Yos pada fase generatif diperlukan P dan K tinggi. Fosfor sangat penting dalam proses fotosintesis dan fisiologi kimiawi tanaman. Sedangkan kalium berperan penting sebagai pengaktif enzim tanaman dan sintesis karbohidrat serta protein.

Sugiyono juga menambahkan 1 liter larutan yang mengandung mikroorganisme lokal (MOL). Larutan itu terbuat dari buah 1 kg sawo yang diblender, 100 ml larutan rotan, 100 g gula, dan 1 sendok makan vetsin yang dilarutkan dalam 5 liter air, lalu difermentasi selama 2 pekan. Pada saat digunakan larutan itu diencerkan dahulu dengan konsentrasi 1 liter per 10 liter air. Tambahan lain 100 ml larutan rotan dan 3—4 sendok makan gula. Campuran
bahan itu kemudian disimpan dalam wadah tertutup selama 24 jam. Ketika hendak digunakan, encerkan larutan POC generatif dengan konsentrasi 200 ml/14 liter air. Penyiraman POC generatif kembali dilakukan pada umur 60 dan 75 hari setelah tanam. Setelah itu hentikan pemberian pupuk hingga panen pada umur 105 hari setelah tanam.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, menyambut gembira keberhasilan Korem 032/Wirabraja mengembangkan jagung organik. Menurutnya, 75% usaha peternakan ayam di Sumatera Barat berada di Kota Payakumbuh dengan jumlah populasi sekitar 7,2-juta ekor. Jagung merupakan salah satu bahan baku pakan ayam. Kebutuhan jagung di Payakumbuh mencapai 350 ton per hari atau sekitar 127.000 ton per tahun. “Dari jumlah itu baru terpenuhi 1.500 ton,” katanya. Oleh sebab itu Riza berencana mengembangkan jagung organik di lahan 200 ha bersama para kelompoktani. (Imam Wiguna/Peliput: Argohartono Arie Raharjo)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *