Membuat Pakan Agar Burung Walet Datang dan Bersarang

Burung walet mendekat karena adanya pakan. Pakan buatan akan menarik walet datang dan bersarang.

Kabut asap akibat kebakaran hutan melanda Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Selain mendatangkan derita dan gangguan kesehatan bagi masyarakat, asap juga mengganggu bisnis para peternak burung walet. Haryanto dan beberapa rekan sesama pengusaha burung walet mengeluhkan hal itu. Burung walet yang biasa menginap di rumah-rumah walet milik mereka kabur menghindari kabut asap.

Sejatinya penurunan populasi walet mereka rasakan beberapa tahun terakhir. Sebelum ada izin pengelolaan hutan, Bengkalis memiliki banyak hutan yang menyediakan pakan bagi walet.

Izin pengelolaan yang menyebabkan berkurangnya luasan hutan ditambah kabut asap memperburuk kondisi itu. Haryanto pun memutar otak mencari cara mendatangkan kembali burung pembuat liur emas itu.

Panen meningkat karena pakan walet 

Lalu Haryanto bertemu Harry Wijaya, konsultan walet di Jakarta Barat. Harry menyarankan agar Haryanto memberikan pakan buatan untuk mengundang walet. “Kalau pakan di sekitar sarang mencukupi, walet tidak perlu terbang jauh,” kata Harry. Untuk itu Harry membuat bibit pakan serangga khusus untuk ditempatkan di sekitar rumah walet.

Herry Wijaya sudah 30 tahun menggeluti dunia walet.

Herry Wijaya sudah 30 tahun menggeluti dunia walet.

Ia juga merancang kotak khusus untuk membiakkan serangga yang digemari oleh burung walet. Hasilnya luar biasa, ketika kebanyakan pemilik rumah walet bingung karena walet kabur, rumah milik Haryanto malah didatangi banyak walet. Pria berusia 30 tahun itu memperkirakan ada 500 burung walet yang menetap di tempatnya. “Sebelumnya paling sekitar 300 ekor,” ujar Haryanto.

Efeknya jumlah panen pun meningkat. Biasanya setiap panen 4 bulan sekali, ia hanya mendapatkan 700 g sarang dengan kualitas rendah. Panen mendatang, ia memperkirakan bisa memanen sarang walet hingga 2 kg. Pemberian pakan buatan itu juga meningkatkan kualitas sarang.

Semula Haryanto banyak menuai sarang yang bentuknya tidak sempurna. Setelah menggunakan bibit pakan serangga, ukuran sarang mencapai 2,5 jari dan lebih tebal daripada panen sebelumnya hanya 2 bulan pascapemasangan.

Menurut Harry Wijaya bibit itu bisa mendatangkan minimal 4 serangga berbeda. Serangga seukuran lalat buah Drosophila sp berwarna kecokelatan, hitam, dan abu-abu itu disukai oleh burung walet.

Harry menyatakan bahwa bibit pakan berbahan dasar roti tawar, serbuk pengembang, tepung beras, serat kayu, beberapa jenis vitamin, mineral, dan beberapa bahan tambahan lain dengan perbandingan tertentu.

Membuat kotak pakan burung walet

Aplikasi campuran berbentuk serbuk itu dengan menambahkan air sampai berbentuk pasta atau hampir cair. “Bahan itu tidak akan mengeras sehingga serangga bisa terus berkembang biak di media,” kata Harry. Selain pakan, Harry juga merancang kotak khusus untuk menembangbiakkan serangga pakan walet. Kotak berukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm itu berbahan plastik sehingga tidak akan berkarat.

Perangkat pengatur waktu untuk menghidupkan kipas.

Perangkat pengatur waktu untuk menghidupkan kipas.

Kotak itu terbagi menjadi 3 bagian; tempat air di dasar, bilik pembiakan serangga di tengah, dan bilik berlubang di bagian atas. Air dalam penampung di dasar kotak mempertahankan kelembapan agar kondisi kotak selalu sesuai untuk pembiakan serangga. Sebuah pompa otomatis bekerja ketika air dalam kotak berkurang dan berhenti ketika air mencukupi.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x