Membidani Kelahiran Durian Juara 1
Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, Ph.D.*

Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, Ph.D.*

Durian komoditas unggulan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), termasuk di Indonesia. Masyarakat ASEAN sangat menggemari buah Durio zibethinus. Bahkan belakangan preferensi akan buah durian sudah merambah ke beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, dan negara-negara di benua Eropa. Sekalipun beberapa orang berpendapat durian mengandung asam lemak, asam lemak nabati tergolong yang baik sehingga tidak perlu diragukan manfaatnya.

Konsumsi buah durian di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Setiap orang mengonsumsi 0,21 kg durian pada 2005. Konsumsi meningkat menjadi 0,78 kg setahun kemudian. Pada 2007 tingkat konsumsi melonjak menjadi 1,92 kg dan 2008 menjadi 2 kg. Sementara itu konsumsi buah anggota famili Bombacaceae itu di negara Malaysia dan Thailand lebih tinggi lagi, masing-masing 4,16 kg dan 21 kg per orang per tahun.

Spesifik lokasi

Produktivitas durian Indonesia belum stabil sehingga kekurangan pasokan. Oleh karena itu, Indonesia mengimpor durian dari Thailand. Volume impor makin meningkat setiap tahun, terutama jenis monthong. Atas dasar itulah maka peningkatan produksi durian harus segera dilakukan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Produksi buah durian nasional rendah karena komoditas itu belum dikebunkan secara massal. Selain jumlah kepemilikan pohon yang sedikit, pohon-pohon itu berasal dari biji, sehingga produkvititas maupun kualitasnya tidak terjamin. Sebagai gambaran di Malang, Provinsi Jawa Timur, kini hampir setiap hari ada lapak durian di pinggir jalan. Itu menandakan bahwa produksi buah durian kita sebenarnya cukup. Namun, mutunya yang tidak bagus sehingga konsumen strata tertentu menghendaki durian yang super.

Perluasan penanaman durian super masih harus dilaksanakan agar seluruh kebutuhan masyarakat akan buah durian dapat terpenuhi. Sejatinya sejak 1984 hingga 2016, Kementerian Pertanian telah merilis sekitar 84 durian super lokal dari seluruh Nusantara. Saya mengistilahkan durian unggul lokal Nusantara yang jika disingkat d’kaltara.

Sosok durian silangan montong dan lai.

Sosok durian silangan montong dan lai.

Durian itu hasil pemuliaan tanaman dengan metode seleksi dan persilangan antarjenis atau hibridisasi. Seleksi dilaksanakan dengan mengeksplorasi pohon-pohon durian di kawasan tertentu. Durian d’kaltara harus menjalani uji multilokasi di beberapa lokasi berketinggian tempat berbeda, mulai dari 100 meter hingga 900 meter di atas pemukaan laut (dpl). Jenis d’kaltara yang menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik dari setiap ketinggian tempat itulah yang layak dinobatkan sebagai durian juara Indonesia. Sebab durian itu sangat adaptif di daerah dengan kisaran iklim yang luas dan produksinya yang tinggi.

Baca juga:  Kelor Turunkan Asam Urat

Uji multilokasi itu memang memerlukan waktu yang lama. Namun, jika tak segera dilakukan, durian unggul Indonesia tak akan maju. Durian juara hasil uji multilokasi itu bisa ditanam di lokasi yang lebih luas, seperti halnya durian monthong. Uji multilokasi harus dilakukan karena pada umumnya tanaman durian spesifik lokasi. Durian matahari asal Bogor, Jawa Barat, misalnya, mampu menghasilkan buah unggulan dengan cita rasa manis, daging tebal, dan produktif.

Namun, budidaya matahari di luar Bogor belum tentu menghasilkan buah berkualitas sama. Itulah sebabnya mantan Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Dr. Dimyati pernah mencanangkan program durian spesifik lokasi. Itu untuk mengatasi kendala durian unggul hanya di daerah setempat. Sebab, hal itu menjadi masalah krusial. Jika diuji di berbagai lokasi dan didapatkan satu unggulan nasional, maka durian itu pantas menjadi durian unggul nasional, bahkan internasional.

Durian unggul sebaiknya juga melalui uji stabiltias pertumbuhan dan produksi yang memerlukan 4 tahun. Jika perawatan baik, maka sejak tanam bibit hingga berbunga memerlukan waktu 4 tahun. Maka diperlukan waktu 8—10 tahun untuk mendapatkan durian juara Indonesia.

Kontes durian

Ketebalan daging durian silangan montong dan lai.

Ketebalan daging durian silangan montong dan lai.

Cara lain untuk menghasilkan durian unggul melalui kontes yang belakangan kian kerap terselenggaranya di berbagai daerah. Ketika kontes para pakar durian menilai kualitas buah. Jenis durian yang bagus selanjutnya ditetapkan sebagai durian unggul. Setiap lomba pasti melahirkan juara. Namun, sang juara tidak dikembangkan secara optimal. Lalu bagaimana cara mengembangkan durian unggul nasional?

Tidak ada pilihan lain kecuali menguji coba varietas-varietas unggul dalam negeri di berbagai lokasi dari dataran rendah hingga tinggi. Jalan lain untuk menghasilkan durian super melalui program persilangan antarjenis. Tentu saja karakter tetua jantan maupun tetua betina harus diketahui. Mahasiswa program doktor Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya almarhum Luthfi Bansir, menyilangkan durian monthong Durio zibethinus sebagai tetua jantan dan durian lai Durio kutejensis (betina).

Bunga durian silangan montong dan lai.

Bunga durian silangan montong dan lai.

Satu pohon durian hibrida atau silangan kedua tetua itu kini berumur 8 tahun sejak semai biji. Pohon itu berbuah dengan warna daging buah mirip monthong. Begitu juga bentuk kanopi pohon, letak dan posisi cabang juga mirip monthong. Durian F1 itu kini ditanam di Kebun Agrotechno Park Universitas Brawijaya. Namun, masih perlu pengujian kemantapan produksi dan kualitas daging buah durian hibrida itu.
Sejak 1984 hingga sekarang pemerintah merilis 81 varietas unggul yang sesuai untuk lokasi tertentu. Selain itu kita juga mempunyai 71 varietas unggul lokal yang diteliti sejak 1984. Namun, durian-durian itu tidak dkembangkan secara maksimal. Akibatnya Indonesia tak punya durian unggul. Andai ada satu saja, durian unggul Nusantara kita bisa mengalahkan durian dari luar.***

Baca juga:  Bisnis Opak & Rempah Dari Rumah

*) Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *