Budidaya di lahan terbuka dengan citarasa disukai pasar

Budidaya di lahan terbuka dengan citarasa disukai pasar

Cara pekebun Thailand hasilkan melon berkualitas tinggi.

Suwit Trichock memulai bisnis melon dari 100 tanaman. Insinyur teknik itu mempelajari sistem irigasi dan cara pemupukan tanaman. Ia memahami bahwa kebutuhan air dan pupuk setiap tanaman berbeda-beda untuk setiap tahap pertumbuhan. Setelah uji coba di lahan sempit itu sukses, barulah Suwit Trichock mengembangkan melon-melon unggul di Provinsi Ayutthaya, Thailand. Sulung enam bersaudara itu kemudian mengembangkan drip irigasi di lahan terbuka.

Untuk itu ia bekerja sama dengan Dr Sumitra Puwarodom, ahli tanah dan pupuk. Suwit sukses menghasilkan melon di lahan terbuka dengan kualitas unggul. Citarasa buah anggota famili Cucurbitaceae itu cocok dengan preferensi pasar. Suwit mengembangkan lebih dari 10 varietas melon komersial. Ada daging hijau dan jingga untuk memenuhi selera pelanggan. Benih masih diimpor dari perusahaan benih terkemuka. Ia telah mengoleksi 1-juta benih dari berbagai penjuru dunia. Beberapa varietas telah diterima masyarakat sejak 20 tahun silam.

Navita, kualitas premium harga lokal

Navita, kualitas premium harga lokal

Beragam varietas
Suwit menanam varietas dari berbagai negara seperti Jepang, Belanda, dan Israel. Pembibit Jepang lebih jeli. Pemulia di negeri Matahari Terbit itu membuat benih khusus untuk dikembangkan di Thailand. Mereka menciptakan melon berkulit kuning dan berjaring dengan daging warna hijau. Ukuran buah sekitar 1,2 kg, rasa manis, beraroma ringan. Biasanya melon tidak mempunyai semua keunggulan itu dalam satu buah. Suwit berhasil membudidayakan melon produksi Jepang itu. Bahkan kini bersiap mengekspor buah berjaring itu.

Suwit membudidayakan 10 varietas melon seperti sunlady, galia, emerald, dan kanokkarn. Di negeri asalnya, galia varietas baru asal Israel itu, mampu berproduksi 10 buah per tanaman. Lazimnya pekebun hanya menuai sebuah per tanaman. Sayangnya saat ditanam di Thailand, varietas galia kurang begitu bagus. Adapun varietas kanokkarn berdaging renyah, manis dengan kadar 15o briks, berbobot 1.2 kg per buah, dan genjah—panen pada umur 30 hari sejak berbunga.

Baca juga:  Hidup Tin di Atas Lo

Emerald varietas asal Belanda berdaging kuning, manis, dan resisten penyakit embun tepung yang menjadi momok pekebun. Pekebun melon sejak 1995 itu membagikan ilmu budidaya melon kepada petani kelompoknya. “Jika kita menerapkan dan menguasai tekniknya, apa pun bisa dilakukan,” ujar Suwit. Ia mengemas buah-buah hasil panen itu dengan label thai fresh dan navita yang menguasai pasar utama perdagangan melon di Thailand.

Suwit Trichock pekebun terbaik di Thailand pada 2013

Suwit Trichock pekebun terbaik di Thailand pada 2013

Navita berjaring tebal, rapat, dan indah dengan daging berwarna jingga, tebal, sangat manis mencapai 13—14obriks. Wajar bila harga navita berbobot 1,2 kg mencapai Rp10.800 per buah. Bandingkan dengan melon biasa yang harganya hanya Rp5.400 per buah atau setengah harga navita. Masyarakat Thailand sangat mengenal dan menyukai produk berkualitas premium itu dan tidak keberatan meski membayar 2 kali lebih mahal daripada melon lain. Kualitas melon setara buah di Jepang, dengan harga Thailand. Dari 30.000 tanaman di kebun seluas 12 rai setara 2 ha, omzet Suwit Rp312-juta. Suwit memiliki lahan 500 rai, meski hanya seperempat yang ditanami melon.

Cuasa panas
Pria 50 tahun itu memilih Ayutthaya sebagai lokasi budidaya melon karena wilayah itu beriklim sangat sesuai untuk budidaya melon. Selain itu tanah subur, kaya unsur hara, dan ketersediaan air mencukupi. Itu memungkinkan Suwit menanam melon sepanjang tahun. Ayutthaya berlokasi di dataran rendah yang pernah dilanda banjir besar pada 2011 sehingga semua tanaman melon mati. Namun, ia tidak menyerah dan melakukan penanaman kembali.

Menurut Suwit banjir membawa nutrisi dari hulu dan mengendapkan di tempat itu. Tanah menjadi lebih subur sehingga tanaman menghasilkan buah yang terbaik dibanding sebelum banjir. Hasilnya, tanaman menghasilkan buah berkualitas terbaik dari yang pernah ia hasilkan. Hanya dalam 6 bulan, Suwit kembali modal. Saat ini cuaca kian panas sehingga menyulitkan budidaya melon. Ia bisa saja menanam dalam greenhouse untuk mengontrol panas dengan pengabutan.

Lahan diberi kapur dan ditutup mulsa

Lahan diberi kapur dan ditutup mulsa

Namun, Ia memutuskan tetap fokus membudidayakan melon di lahan terbuka. Untuk mengatasi masalah suhu tinggi, ia mengurangi jumlah tanaman di lahan sehingga kualitas tanamannya terjaga. Dengan cara membatasi jumlah tanaman dan produksi, kualitas melonnya tetap prima sehingga ia bisa menaikkan harga. Konsumen tidak kecewa karena buah yang dibeli sangat berkualitas.

Baca juga:  Atasi Bulu Rontok

Suwit menemukan kendala tenaga kerja. Dalam 10 tahun terakhir ia hanya memiliki 10 pekerja. Oleh karena itulah ia tidak pernah lagi menambah luas lahan. Ia mengelola waktu sebaik mungkin dengan menargetkan panen setiap 15—30 hari. Untuk mencapai target itu, ia menanam 20.000 tanaman. Meski jumlah yang ditanam kecil, ia masih mampu meraup 800.000 baht atau Rp240-juta.

Pemasukan itu, ia investasikan dengan membeli tanah atau bangunan. Tujuh tahun silam, ia hanya memiliki tanah 200 rai. Saat ini ia telah mempunyai 400 rai. Dari luasan itu, ia hanya memanfaatkan lahan seluas 100 rai. Sisanya ia sewakan kepada orang lain. (Wannapa Senadee, Koresponden Trubus di Thailand)

538_ 106

Berikut beberapa kiat Suwit Trichock dalam menanam melon.

  1. Siapkan lahan dengan menggali tanah dan membuat saluran air. Berikan bahan organik dan tambahkan pupuk NPK 15-15-15, serta kapur. Tekanan air dari drip irigasi 1,5 liter per jam.
  2. Tanam bibit berumur 10—12 hari atau berdaun 2—4 helai. Segera siram untuk pulihkan kondisinya.
  3. Gunakan pupuk sulfat dan NPK 13-13-13. Setelah berbuah, pupuk diubah 12-6-18. Pada 15 hari sebelum panen, berikan NPK 16-8-32 untuk memaniskan buah.
  4. Untuk atasi thrips semprotkan insektisida kimia berbahan aktif abamektin pada waktu dan dosis tepat. Untuk cegah cendawan gunakan mancozeb dan kapton.
  5. Atur pembuahan melon dengan pemangkasan, buang subcabang pada daun ke-1—8. Setelah itu, biarkan 25 daun tumbuh hingga berbuah. Setiap satu tanaman hanya dipertahankan 1 buah.
  6. Umur panen 60—70 hari setelah tanam. Dengan perawatan demikian, rasa manis melon tidak kurang dari 14° briks.***

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d