Melon Organik Bermutu Super

Melon Organik Bermutu Super 1

Budidaya melon secara organik menghasilkan buah manis, renyah, dan tahan lama hingga 35 hari.

Melon mas madu berumur 52 hari hasil budidaya organik.

Melon mas madu berumur 52 hari hasil budidaya organik.

Pekebun di Serang, Provinsi Banten, Iwan Subakti, mengikutkan melon bonia dan mas madu pada kompetisi buah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bonia meraih jawara kedua, sedangkan mas madu kampiun ketiga. Kualitas melon juara itu tercermin dari kulitnya yang halus, mulus, dan berwarna kuning keemasan. Ketika panitia lomba membelah bonia, tampak daging putih yang menguarkan aroma harum.

Rasanya sangat manis dan renyah. Pengukuran dengan refraktometer menunjukkan, tingkat kemanisan bonia dan mas madu mencapai 16° briks. Tingkat kemanisan melon di pasaran rata-rata hanya 12° briks. Untuk menghasilkan melon berkualitas prima, lazimnya pekebun menggunakan teknik hidroponik dalam greenhouse yang lingkungannya stabil. Pemberian nutrisi melon hindroponik juga terukur.

Budidaya organik
Iwan Subakti membudidayakan melon bonia dan mas madu secara organik (baca boks: Melon Renyah dan Manis, halaman 53). Ia menanamnya di lahan terbuka sehingga sangat rawan gangguan cuaca, hama dan penyakit. Meski demikian Iwan mampu menghasilkan buah berkualitas tinggi. Trubus mengunjungi lahan tempat Iwan menanam melon itu. Meski buah siap panen, daun-daunnya tetap hijau segar. Hampir tidak ada daun cokelat seperti lazimnya tanaman menjelang buah matang.

565_-54Karena masih hijau, daun-daun tetap berfotosintesis hingga panen yang menyebabkan tingkat kemanisan buah jadi maksimal. Selain itu penampilan buah sangat prima, daya tahan sangat lama, mencapai 30—35 hari. Pada umumnya melon hanya mampu bertahan 10 hari pascapanen. Biji-biji tidak rontok dari daging buah. Rasa tetap manis, meski daging menjadi lebih juicy.

565_-55Menurut ahli buah di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Dr Ir Mohammad Reza Tirtawinata, budidaya sistem organik memang bisa menghasilkan buah berkualitas. Syaratnya, ketersediaan nutrisi bagi tanaman harus terjamin. Selama ini mencari kandungan nitrogen tidak ada masalah karena banyak tersedia pada pupuk organik. Namun, unsur fosfor dan kalium kerap kekurangan sehingga mempengaruhi kualitas buah. Sumber fosfor yang lazim ialah pupuk guano.

Baca juga:  Saat Sakura Semarak Bunga

Iwan Subakti mengatakan, faktor utama yang harus diperhatikan pada pertanian organik ialah ketersediaan nutrisi. Untuk memenuhinya, ia memberikan pada beberapa fase tumbuh. Pertama, saat akan ditanam dengan memberi pupuk dasar. Setelah itu pupuk kocor untuk mempercepat pertumbuhan. Setelah berbunga dan berbuah, ia memberikan pupuk hayati atau mikrobakteri organisme lokal atau MOL. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x