Melon Baru Legit dan Tahan Penyakit 1
Melon golden alisha.

Melon golden alisha.

Melon golden varietas alisha dan mas madu menjadi pilihan pekebun karena tahan penyakit daun keriting akibat virus gemini.

Hujan deras mengguyur kebun melon milik Fredy Indradi di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Di lahan 5.000 m2 itu Fredy membudidayakan 4.000 tanaman melon jenis golden. Fredy memanen rata-rata 18 ton. Jumlah panen itu dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pekebun lain. Itu karena sang pengelola kebun, Ade Dwi Adedi, membuahkan melon rata-rata 2—3 buah per tanaman dengan bobot berkisar 1,2—3 kg per buah. Lazimnya pekebun hanya mempertahankan satu buah per tanaman.

Ade sengaja menggandakan jumlah buah per tanaman karena karakter buah varietas melon golden cenderung berukuan jumbo. “Jika mempertahankan hanya satu buah per tanaman bobot buah bisa mencapai 4 kg. Buah yang terlalu besar justru tidak diminati pasar,” ujarnya. Fredy dan Ade tak menyangka bakal meraup hasil panen sebanyak itu. Pasalnya, mereka membudidayakan melon saat musim hujan yang menjadi momok bagi para pekebun.

Tahan penyakit

Pada musim itu berbagai jenis penyakit begitu gencar menyerang. Salah satu penyakit yang mematikan adalah penyakit daun keriting. Menurut ahli virologi tumbuhan Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr.Ir. Susamto Sumowiyarjo, M.Sc., penyakit daun keriting disebabkan virus Begomovirus atau kerap disebut virus gemini.

Infeksi virus itu menyebabkan anjloknya produksi buah. Pasalnya, daun tanaman melon yang terinfeksi Begomovirus menjadi berbercak kuning, tulang daun menebal, dan daun menjadi keriting. Akibatnya jumlah klorofil, luas daun, dan substansi pengatur pertumbuhan tanaman menjadi berkurang sehingga pertumbuhan tanaman mandek dan gagal berbuah. Menurut Ade penyakit itulah yang menyebabkan kebun melon miliknya luluh lantak. Ia pun kerap merugi.

Baca juga:  Pinus Khatulistiwa

“Dalam setahun empat kali tanam. Satu kali untung, tiga kali rugi,” ujarnya. Itulah sebabnya dalam 3 tahun terakhir Ade berhenti mengebunkan melon golden. “Saya sampai trauma menanam melon karena sering rugi,” tambahnya. Sampai akhirnya salah satu produsen benih, PT East West Indonesia (Ewindo), mendatangi Ade dan memberikan informasi tentang varietas melon golden yang tahan virus gemini, yaitu varietas alisha.

Informasi itu tak lantas membuat Ade lekas percaya. Apalagi pengalaman sebelumnya Ade kerap merugi lantaran serangan virus. Ia lalu bekerja sama dengan Fredy untuk menguji coba budidaya melon alisha. “Lahan itu semula sawah, tapi lama tak ditanami,” ujar Fredy.

Manis

Ade membuat guludan lebih tinggi yakni mencapai 40 cm untuk mencegah genangan air saat hujan. Ia menutup guludan dengan mulsa untuk mencegah tumbuhnya gulma. Sebagai sumber nutrisi Ade hanya mengandalkan NPK berimbang berdosis 3—5 g per tanaman yang diberikan setiap pekan. Dua pekan menjelang panen mantan pegawai PT Krakatau Steel itu menambahkan pupuk kalium nitrat (KNO3) untuk memaniskan buah.

Fredy Indradi (paling kiri) bersama Ade Dwi Adedi (bertopi) dan tim dari PT East West Seed Indonesia.

Fredy Indradi (paling kiri) bersama Ade Dwi Adedi (bertopi) dan tim dari PT East West Seed Indonesia.

Dosis 5 gram per tanaman dan interval pemupukan setiap pekan. Ade senang bukan kepalang lanataran alisha mampu tumbuh optimal meski hujan kerap mengguyur kebun. Pada 21 Desember 2017 Ade memanen sebagian buah alisha. Pada panen itu sebetulnya umur tanaman baru 56 hari. Menurut Senior Product Manager Ewindo, Wakrimin, alisha seharusnya siap panen pada umur 70 hari setelah tanam (HST).

Karena panen lebih awal, cita rasa buah memang belum terlalu manis. Pengukuran menggunakan brix refractometer alias alat pengukur konsentrasi atau kadar gula terlarut menunjukkan angka 11° briks. Trubus lalu membawa sebagian hasil panen dan baru mencicipnya 7 hari kemudian. Buah yang disimpan dahulu ternyata lebih manis. Pengukuran menggunakan refraktometer kadar gula terlarut buah mencapai 13° briks.

Baca juga:  Radio untuk Krisan

Wakrimin menuturkan jika pekebun memanen alisha pada umur panen 70 hari, tingkat kemanisan buah bisa mencapai 18° briks. Menurut Wakrimin alisha varietas melon golden yang dirancang tahan serangan virus gemini. “Ini adalah hasil riset kami dalam 10 tahun terakhir,” tutur Wakrimin. Selain tahan penyakit daun keriting, keunggulan lain alisha adalah berwarna daging buah jingga. Melon golden lazimnya berdaging putih. Daging buah juga renyah dengan sedikit berair.

Mas madu

Nun di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Muhammad Iwan Subakti, juga membudidayakan melon jenis golden yang tahan penyakit akibat virus gemini, yakni varietas mas madu produksi perusahaan benih asal Taiwan, Known You Seed. Padahal, Iwan membudidayakan tanaman anggota famili Cucurbitaceae itu secara organik. Sebagai sumber nutrisi ia hanya mengandalkan pupuk organik hasil fermentasi kotoran ayam, hijauan, dan limbah gergaji sebagai pupuk dasar.

Melon alisha tahan penyakit daun keriting akibat virus gemini meski ditanam saat musim hujan.

Melon alisha tahan penyakit daun keriting akibat virus gemini meski ditanam saat musim hujan.

Ia juga memberikan pupuk tambahan berupa pupuk organik cair hasil fermentasi air kelapa pada saat mulai muncul pentil buah. Iwan menambahkan pupuk organik cair yang mengandung fosfat dan kalium hasil fermentasi air kelapa, guano, serta cacahan bonggol dan batang pisang. Meski hasil budidaya secara organik, buah berkualitas prima. Itu terbukti mas madu mampu meraih juara ketiga pada kompetisi melon di Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.

Pasar juga menyukai Cucumis melo produksi Iwan karena rasa daging buahnya yang manis, yakni mencapai 16° briks. Para calon pekebun kini memiliki pilihan baru berkebun melon, yakni alisha dan mas madu. Kedua melon baru itu terbukti unggul. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments