Mawar Gurun Seronok 1

Adenium rupawan hasil para pemulia tanah air.

Warna kuning pada bunga adenium cinthya menurun dari induknya yellow happy gold dan golden jubilee.

Warna kuning pada bunga adenium cinthya menurun dari induknya yellow happy gold dan golden jubilee.

Sosok cinthya amat menggoda. Kuntum bunganya bertumpuk 3 dengan corak warna kuning pekat bersemburat merah muda. Diameter bunga sekitar 6—8 cm. Cinthya adenium baru hasil silangan pehobi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Rochmad Wiyono Supadmo. Rochmad amat senang adenium baru miliknya itu memunculkan kombinasi warna nan elok.

Padahal, selama proses persilangan ia hanya berharap adenium yang dihasilkan berwarna kuning pekat. Cinthya lahir dari perkawinan yellow happy gold dan golden jubilee pada 2014. Dari puluhan biji yang dihasilkan hanya cinthya yang lahir dengan perpaduan kelir yang apik. “Itu pun butuh waktu hingga dua tahun,” kata alumnus Universitas Sebelas Maret itu.

Bunga besar

Kecantikan cinthya menarik hati pehobi adenium. Beberapa pehobi maupun kolektor adenium tertarik untuk memilikinya. Rochmad membanderol cinthya Rp35.000—Rp300.000 sesuai ukuran tanaman. Selain cinthya, pehobi adenium sejak Oktober 2010 itu juga memiliki adenium anyar lain yang tak kalah indah. Sebut saja solo king violet.

Adenium trendi itu hasil persilangan AC millan dan triple siam violet. Warna bunga bergradasi mulai dari ungu pekat di bagian tepi hingga mencapai putih pada bagian dalamnya. Yang menarik, solo king violet lebih besar daripada adenium pada umumnya. Diameter buanganya mencapai 10 cm dengan jumlah petal 5 lembar. Rochmad menuturkan, pehobi menyukai mawar gurun tumpuk lantaran bersosok unik.

Selain itu, perawatan tanaman anggota famili Apocynaceae itu pun serupa dengan adenium biasa. “Bunga adenium tumpuk bahkan bisa bertahan hingga satu pekan di bawah sinar matahari penuh,” ujar Rochmad. Pehobi cukup menyiram tanaman kerabat bintaro itu dua kali sehari pada pagi dan sore. Jika musim hujan tiba, simpan tanaman di dalam greenhouse.

Adenium solo king violet bertumpuk tiga.

Adenium solo king violet bertumpuk tiga.

Pesona adenium tumpuk juga memikat hati Muhamad Fadly, pehobi di Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, dan Mufid Arifin di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Fadly mendatangkan adenium klangenannya dari Taiwan. Ia memboyong mawar gurun itu dalam bentuk bonggol berdiameter 7—8 cm yang terdiri dari 3—4 mata tunas.

Baca juga:  Sensasi Kail Monster

Lima hari

Setelah tiba di tanah air, Muhamad Fadly langsung mengeringkan bonggol tanaman dengan cara digantung di tempat teduh selama 2—3 hari. Selajutnya, ia menanam bonggol-bonggol itu dan meletakknya di tempat teduh selama 1 pekan. Fadly mengoleksi adenium MO yang berwarna ungu kehitaman dan gradasi warna merah ke putih menuju bagian dalamnya.

adenium

Bunga bertumpuk 2 tingkat dengan diameter 7 cm. Bunga MO dapat bertahan hingga 5 hari. Selain MO, ada pula dan dorst horn adenium, dan medusa cobra. “Keunikan jenis dorst horn adenium bukan hanya dari keindahan bunganya, tetapi juga keunikan daunnya,” ujar Fadly. Tanaman itu memiliki permukaan daun seperti lilin dan mengilap.

Rochmad Wiyono Supadmo pemilik nurseri Rochmad AWS Adenium.

Rochmad Wiyono Supadmo pemilik nurseri Rochmad AWS Adenium.

Mufid Arifin mengoleksi setidaknya 30 jenis adenium sejak 2010. Mayoritas koleksinya merupakan hasil silangan sendiri, contohnya blushing. Sosok blushing amat rupawan layaknya arti nama yang disematkan. Mufid memberi nama blushing lantaran penampulan bunga yang merah muda seperti rona pipi. Kuntum blushing berdiameter 3—4 cm dan bertumpuk dua.

Adenium silangan lainnya yang lahir dari tangan dingin Mufid adalah adenium berkelopak bunga tumpuk dengan kombinasi warna putih dan merah muda. Warna putih mendominasi kelopak bunga dan merah muda di bagian tepi. Sosok itu tak kalah menarik. (Irene Nindya Mustika)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments