Mata Awas Mengail Biawas 1
Baronang angin merupakan salah satu jenis baronang yang sering ditemukan di Pantai Marina Ancol

Baronang angin merupakan salah satu jenis baronang yang sering ditemukan di Pantai Marina Ancol

Mancing baronang mata harus jeli.

Agung Wongci bergerak cepat menyambar jorannya begitu pelampung berwarna hijau itu bergerak-gerak. Baronang yang mulai muncul di permukaan air Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, itu meronta-ronta. Joran Agung terlihat melengkung di atas birunya air mengimbangi gerakan ikan Siganus canaliculatus itu. Setelah berhasil mengendalikan ikan yang dikailnya, Agung langsung menariknya ke tepian pantai.

Ia sukses mengail baronang berbobot 144 gram itu dan langsung memasukkannya ke kotak pendingin. Itu adalah baronang dengan bobot terbesar yang didapatkannya hari itu. “Rata-rata ukurannya 100—120 gram,” ujarnya. Agung pun kembali melemparkan kail ke tengah pantai. Matanya terfokus pada pelampung hijau di permukaan air untuk memastikan ikan menyambar umpan.

Pantai Marina Ancol lokasi favorit para pemancing baronang dari Jakarta dan sekitarnya

Pantai Marina Ancol lokasi favorit para pemancing baronang dari Jakarta dan sekitarnya

Tepat waktu
Untuk memancing baronang, para pehobi seperti Agung menggunakan joran tegeg (kedua huruf e dibaca keras, seperti pada kata kemah, red) sehingga kejelian mata sangat penting. Panjang joran tegeg 3,5—6 m dan tidak menggunakan ril untuk mengulur benang. Itu sebabnya pehobi mancing harus tepat waktu saat mengentak—menarik kail—ketika merasa ada getaran. “Telat sedikit saja ikan bisa lepas,” kata Agung.

Menurut Agung, memancing menggunakan tegeg sangat berbeda dengan menggunakan joran biasa. Kejelian mata, ketepatan waktu, serta pengalaman membaca karakter ikan amat penting. Pehobi asal Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Setia Worman, mengatakan, “Menggunakan tegeg tidak semudah yang saya pikirkan.” Ketika kali pertama memancing dengan tegeg, Worman sulit mengendalikan joran panjang—sebutan lain tegeg.

Joran untuk mancing baronang panjangnya 4,5 m

Joran untuk mancing baronang panjangnya 4,5 m

Tidak adanya ril pada tegeg memang membuat pemancing harus lihai menarik ikan ke darat. Worman yang hari itu gagal mengail seekor baronang pun mengatakan mancing tegeg lebih terasa sensasi dan tantangannya. Ukuran tegeg yang lebih panjang daripada joran biasa (panjang maksimal 1,8 m) membuat tegeg lazim digunakan untuk memancing di alam liar seperti di pinggiran sungai, rawa, danau, dan laut.

Baca juga:  Ajwa Termahal

“Ukurannya yang panjang memudahkan pemancing menjangkau tempat yang dihuni ikan,” ujar Sigit Susilo dari Fishyforum, organisasi para pehobi mancing. Untuk memancing baronang sebaiknya menggunakan tegeg yang panjangnya 4,5— 5 m dengan benang 2,5 m. Sigit menyatakan mancing biawas—sebutan baronang di Jawa Tengah—kegiatan rutin anggota Fishyforum yang tergabung dalam Rabbitfish Anglers Community (RAFAC) pada bulan Agustus—Oktober.

“Pada bulan-bulan itulah biasanya baronang melimpah di perairan Marina Ancol,” ujar Sigit. Beberapa jenis baronang yang sering bergerombol di Pantai Marina Ancol adalah baronang lingkis atau susu Siganus canaliculatus, baronang lebam atau tompel Siganus guttatus, dan baronang angin Siganus javus.

Mancing baronang merupakan kegiatan rutin para anggota RAFAC

Mancing baronang merupakan kegiatan rutin para anggota RAFAC

Umpan melimpah
Baronang menjadi favorit para pemancing laut. Para pehobi tertarik mengail ikan anggota famili Siginidae itu karena umpannya relatif mudah. Menurut riset Widya Dwi Pertiwi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 2014, baronang ikan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan.

Ciri-ciri itu terlihat dari morfologi gigi dan mulut berukuran kecil, dinding lambung agak tebal, dan usus halus mempunyai permukaan yang luas. “Hasil penelitian pun menunjukkan isi perut baronang terdiri dari 22 spesies alga dan 2 jenis lamun,” kata Widya yang mengambil sampel baronang di Teluk Banten itu. Di habitatnya baronang hanya memakan rumput laut dan alga.

Oleh karena itu pada umumnya pemancing tidak membawa umpan dari rumah. “Cukup lumut laut yang diambil di tepian pantai,” ujar Agung Wongci. Selain lumut hijau, pehobi juga menggunakan lumut lumpur, daging kerang hijau, pisang, dan nasi sebagai umpan baronang. Baronang yang sohor dengan sebutan rabbitfish karena mulutnya sangat kecil itu memiliki cara makan yang berbeda.

Baca juga:  Pujian untuk Billi

Keakea alias baronang hanya mematuk-matuk umpan sedikit demi sedikit. Karena cara makan baronang yang seperti itulah sehingga para pehobi hanya menyangkutkan umpan di atas mata kail dan menjepit dengan stopper atau timah kecil agar tidak lepas. Dengan begitu ketika baronang sedang asyik mematuk umpan, pemancing dapat langsung mengentak tegeg dan mata kail sehingga akan menyangkut di rahang bawah baronang.

Tiga umpan utama baronang dari kiri; searah jarum jam lumut hijau, lumut lumpur, dan kerang hijau

Tiga umpan utama baronang dari kiri; searah jarum jam lumut hijau, lumut lumpur, dan kerang hijau

Oleh karena itu kail yang digunakan pun tentu berbeda dengan kail untuk mancing ikan mas, patin, dan lele. Untuk menyesuaikan dengan karakter baronang, pemancing biasanya menggunakan kail dengan tipe garong. Garong adalah tipe kail dengan jumlah mata kail minimal enam. Bentuk seperti itu memungkinkan mata kail bukan hanya menyangkut di mulut baronang, tetapi juga di bagian tubuh lainnya.

“Jika menggunakan mata kail tunggal peluang keberhasilan hook up—kail menancap di bagian tubuh ikan—menjadi kecil,” ujar alumnus Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, itu. Sensasi mancing baronang bukan hanya saat mengendalikan ikan yang meronta-ronta karena terkail. Menurut Wawan S, pehobi mancing dari Jakarta Selatan, pemancing baronang pasti pernah merasakan terpatil sirip punggung dan pinggul baronang.

Wawan mengatakan, “Itu salah satu seni mancing baronang.” Ia pun sempat merasakan sakitnya terpatil baronang. “Badan saya langsung lemas dan demam,” katanya. Oleh karena itulah pehobi mesti berhati-hati ketika melepaskan kail dari mulut baronang. Karakter baronang lain yang perlu diperhatikan para pehobi mancing adalah kebiasaannya bergerombol mencari lumut yang melekat di karang, bebatuan, maupun tiang dermaga.

Selain itu, baronang pun menyukai tipe air ngopyak atau tidak terlalu deras. Ia pun lebih senang berada di air dengan kedalaman kurang dari 15 m. “Karakter ikan menjadi dasar pemancing memilih lokasi yang tepat,” ujar Agung. (Rizky Fadhilah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *