Pengusaha ikan killi dan ikan  hias  di Jakarta, Kevin Hilarius.

Pengusaha ikan killi dan ikan hias di Jakarta, Kevin Hilarius.

Kevin Hilarius mengubah loteng dan garasi rumah untuk beternak ikan killi. Hobi merawat ikan sejak belia, modal Kevin menjadi peternak sukses.

Kevin Hilarius kerap mendapat teguran dari kedua orang tua lantaran menyimpan belasan kaleng cat bekas di bawah tempat tidur. Kevin melakukan itu semata-mata agar bisa memelihara ikan hias. Kaleng cat bekas itu berisi 2—3 ikan hias berjenis black molly. Kedua orang tua menegur karena jumlah ikan terlampau banyak. Itu cerita belasan tahun silam. “Saya jatuh cinta pada ikan hias sejak kecil,” kata Kevin mengenang.

Kini kedua orang tua Kevin patut bangga karena berawal dari hobi anaknya menjelma menjadi pengusaha ikan hias sukses. Dalam sebulan Kevin menjual 6.000—7.000 ikan hias killifish dan live bearier berkualitas bagus dari 10.000 ikan produksinya. Artinya 60—70% ikan milik Kevin terjual dan diminati pasar. Harga bervariasi tergantung jenis dan kualitas. Paling murah Rp5.000 per ekor, sedangkan ikan kualitas kontes Rp750.000 sepasang.

Ikan killi Fundulopanchax scheeli hasil tangkaran Kevin Hilarius.

Ikan killi Fundulopanchax scheeli hasil tangkaran Kevin Hilarius.

Potensial
Kevin menuturkan, “Sebetulnya tidak ada harga termahal dan temurah jika terkait hobi.” Bahkan Kevin beberapa kali melego ikan killi Rp2,5 juta— Rp3 juta per ekor. Ia mengatakan mendapat omzet rata-rata Rp5 juta—Rp10 juta per bulan. Omzet lebih besar mencapai Rp50 juta setiap bulan jika permintaan banyak. Konsumen terutama pehobi di dalam dan luar negeri seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand. Ia memasarkan ikan koleksinya secara daring.

Pria 31 tahun itu mengirim ikan dari rumah jika pesanan hanya 1.000 ikan. Ia memodifikasi garasi dan loteng sehingga bisa menampung dan membesarkan ikan. Namun, ia mesti ke lokasi budidaya seluas 900 m² di Kota Depok, Jawa Barat, jika permintaan ikan lebih banyak. Lazimnya peternak menggunakan akuarium jika membudidayakan ikan di rumah, tapi Kevin berbeda. Tidak ada deretan akuarium tertata rapi di kediamannya.

Kevin Hilarius dan tim sesekali mengikuti pameran sebagai ajang promosi.

Kevin Hilarius dan tim sesekali mengikuti pameran sebagai ajang promosi.

Yang ada hanya tumpukan 12 baskom di atas rak tiga tingkat dan ruangan yang terpakai hanya 1,5 m². Dengan cara itu ia mamangkas biaya investasi. “Saya hanya menghabiskan Rp875.000 untuk membuat perangkat itu. Lebih murah ketimbang menggunakan akuarium,” kata ayah 3 anak itu. Menurut Kevin kunci utama berniaga ikan hias adalah menjaga kualitas produk dan indukan.

Kevin Hilarius (ke enam dari kanan) bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. (ke lima dari kanan), dan para tokoh penggiat ikan hias pada ajang Nusantara Aquatic 2016.

Kevin Hilarius (ke enam dari kanan) bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. (ke lima dari kanan), dan para tokoh penggiat ikan hias pada ajang Nusantara Aquatic 2016.

Oleh karena itu, ia mendatangkan ikan dari mancanegara sebagai indukan agar kualitasnya membaik. Harap mafhum kekerabatan indukan ikan hias di tanahair relatif dekat sehingga kualitas ikan menurun. Untuk memperbaikinya Kevin mengawinkan ikan dalam negeri dengan impor. Kini ia memiliki 2.000—3.000 indukan dari 40—50 jenis ikan hias. Kevin menekuni budidaya ikan killi sejak pengujung 2013. “Ikan killi sangat potensial dikembangkan,” kata penggemar anjing itu.

Kevin Hilarius dan tim juga menerima jasa desain akuaskap untuk pehobi.

Kevin Hilarius dan tim juga menerima jasa desain akuaskap untuk pehobi.

Menurut pehobi senior ikan kili dari Malaysia, Safial Akbar Zakaria, mulanya komunitas killi berkembang pesat di Eropa seperti di Jerman sejak 1960-an. Sayang hampir tidak ada regenerasi sehingga mayoritas pehobi sudah tua. Sam—panggilan akrab Safial Akbar Zakaria—bangga melihat perkembangan killi di Indonesia yang dimotori Kevin selaku generasi muda penerus pehobi killi. Kontes killi internasional perdana diselenggarakan pada ajang Nusantara Aquatic (Nusatic) pada Desember 2016 (Baca Trubus edisi Januari 2017).

Kevin Hilarius, Jakarta, 28 Desember 1986

Kevin Hilarius, Jakarta, 28 Desember 1986

Selain menjual ikan hias, Kevin beserta rekan juga menyediakan jasa desain akuaskap. “Harga tergantung ukuran dan kerumitan,” kata pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1986. Harga akuaskap berukuran mini Rp2-juta—Rp3-juta, sedangkan ukuran besar puluhan juta rupiah. Permintaan jasa akuaskap saat ini sudah relatif terpenuhi. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Baca juga:  Jalan Terjal Ikan Hias

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d