Mangkuk Terbalik Terbaik 1
Anthurium mangkuk terbalik, bentuk baru karya Dedi Suhendra.

Anthurium mangkuk terbalik, bentuk baru karya Dedi Suhendra.

Penampilan baru jenmanii memikat pehobi tanaman hias.

Penampilan jenmanii mangkuk itu unik. Bentuk daun menyerupai mangkuk terbalik. Lazimnya rupa daun anthurium itu laksana mangkuk normal yang menghadap ke atas. Kelebihan lain daun tanaman itu bersih, sehat, mulus, dan mengilap. Keruan saja jenmanii mangkuk terbalik itu menjadi jawara kelas madya pada kontes anthurium di Lapangan Banteng, Jakarat Pusat.

Setidaknya ada 4 anthurium sejenis pada kontes yang diselenggarakan berbarengan dengan Pameran Flora dan Flona (Flona) 2015 itu. Kolektor kerap memburu anthurium mangkuk karena berkarakter kuat dan berpenampilan menarik. Di tangan pehobi asal Bandung, Jawa Barat, Dedi Suhendra, anthurium itu “kehilangan” mangkuk. “Bentuk mangkuk terbalik indah dan tidak biasa,” kata Dedi.

Penampilan prima anthurium mangkuk terbalik

Penampilan prima anthurium mangkuk terbalik

Biji randu
Ia memang menyiapkan bibit pilihan untuk membentuk anthurium mangkuk terbalik. Tidak semua anthurium bisa dibentuk mangkuk telungkup. Hanya anthurium berdaun semimangkuk dan bertulang daun mirip anthurium kobra yang berpotensi menjadi bentuk mangkuk terbalik. Jadi tanaman yang tidak “berbakat” mangkuk, sulit berubah bentuk menjadi mangkuk terbalik.

Setelah mendapatkan tanaman yang memenuhi syarat, ia menanam bibit pilihan pada wadah yang dasarnya berlubang. Tujuannya agar air tidak merendam akar. Dedi mengandalkan biji randu kering dan terfermentasi sebagai media tanam. Ia memilih biji randu karena menyuburkan dan bersifat porous. Jika media tanam bagus tanaman sehat yang ditandai dengan besarnya ukuran akar.

Pada lingkungan panas karakter daun muncul secara maksimal.

Pada lingkungan panas karakter daun muncul secara maksimal.

Biji Ceiba pentandra juga awet sehingga ia tidak sering mengganti media. Untuk meningkatkan nutrisi, Dedi menambahkan segenggam guano setiap bulan. Pengusaha bahan kimia itu menempatkan bibit di dalam rumah berangka bambu dan beratap plastik yang berbentuk melengkung. Lokasi rumah bambu di dak lantai dua kantor. Harapannya karakter daun cantik muncul maksimal.

Baca juga:  Anak Bawang Kini Kampiun

“Karakter daun tidak muncul jika kurang terpapar sinar matahari,” kata Dedi. Untuk mengurangi terik matahari Dedi memasang jaring penaung berintensitas cahaya 50% di atas tanaman. Artinya ia membiarkan 50% sinar surya mengenai koleksinya. Dedi juga memasang jaring penaung berkerapatan 75% di pinggir rumah bambu. Penyiraman dilakukan setiap dua hari dengan dikocor.

Daun diurut untuk mendapat bentuk baru.

Daun diurut untuk mendapat bentuk baru.

Mengurut daun
Kadang ia merendam tanaman beserta pot saat kekurangan air. Dedi mengganti pot setiap tanaman bertambah besar. “Idealnya pot berukuran besar digunakan sejak awal agar tidak sering mengganti wadah,” ujar alumnus Teknik Industri Universitas Islam Bandung (Unisba) itu. Ia mengganjal daun yang menyentuh media menggunakan stirofoam. Tujuannya agar tanaman terhindar dari gesekan atau serangan hama dan penyakit.

Pengaturan bentuk daun dimulai saat daun berukuran 5—7 cm.

Pengaturan bentuk daun dimulai saat daun berukuran 5—7 cm.

Dedi melapisi daun muda dengan plastik agar tidak rusak teriris tepi daun tua yang tajam. Jika daun tanaman berukuran 5—7 cm ia mulai membentuk mangkuk telungkup. Ciri lain jika daun tua yang ditandai posisi daun datar. Jika menggunakan daun muda, posisi daun gampang kembali ke bentuk awal. Dedi memulai pembentukan mangkuk telungkup dengan cara mengurut tulang daun ke bawah secara perlahan.

Dedi Suhendra dan Riana Dewi Purnamasakti, hidupkan anthurium di Bandung, Jawa Barat.

Dedi Suhendra dan Riana Dewi Purnamasakti, hidupkan anthurium di Bandung, Jawa Barat.

Setelah melentur ia menekan tulang daun ke atas sehingga helaian daun menjuntai ke bawah. Tangan kiri Dedi menjepit ujung daun saat ia mengurut tulang daun. “Tujuannya agar ujung daun tidak sobek,” kata anggota Komunitas Cobra Bandung itu. Sementara tangan kanan Dedi membalik arah daun dengan menekan tulang daun ke atas. Ia selalu mengelap semua daun dengan air detergen.

Baca juga:  Khasiat Jamur Ningrat

Setelah itu, Dedi mengelap daun lagi menggunakan 1 liter air kelapa yang dicampur biozon 2 cc. Pantas penampilan daun mangkuk terbalik itu mengilap. Pembentukan mangkuk terbalik yang benar dan perawatan rutin kunci sukses menjadi kampiun. Mangkuk terbalik itu memang terbaik. (SyahAngkasa)

COVER 1.pdf
COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *