Manggis untuk Bronkitis 1
Riset terkini membuktikan kulti manggis ampuh atasi bronkitis

Riset terkini membuktikan kulti manggis ampuh atasi bronkitis

Kulit manggis efektif redakan bronkitis.

Keringat dingin membasahi kedua telapak tangan Slamet Darsono. Sesekali ia terbatuk hingga mengeluarkan dahak. Setiap kali batuk, ia merasakan nyeri menyengat di dada. Slamet pun mendatangi dokter umum di rumahsakit swasta di Bekasi, Jawa Barat. Dokter mendiagnosis Slamet menderita demam dan batuk akibat flu. Oleh sebab itu, dokter meresepkan obat pereda demam dan batuk. Dalam sepekan batuk itu pulih, tapi segera kambuh ketika kelelahan akibat bergadang. Maklum, profesi Slamet sebagai petugas keamanan mengharuskan ia berjaga hampir setiap malam.

Dokter yang ia kunjungi menganjurkan Slamet menjalani pemindaian sinar-X. Citra pemindaian menunjukkan pembengkakan di bronkus alias saluran pernapasan dan alveolus—kantung berdinding tipis di dalam paru-paru yang mengandung udara. Itu artinya, Slamet terkena bronkitis akut. Dokter menduga itu lantaran udara malam yang dihirup Slamet. Apalagi pria kelahiran Jakarta itu gemar merokok. Dalam sehari, ayah 2 anak itu biasa menghabiskan 2 bungkus rokok. Sejatinya ia mulai batuk sejak 2009, tetapi Slamet abai lantaran menganggapnya batuk biasa yang bakal sembuh sendiri.

“Batuk salah satu gejala bronkitis,” ujar Prof dr Faisal Yunus PhD SpP(K)

“Batuk salah satu gejala bronkitis,” ujar Prof dr Faisal Yunus PhD SpP(K)

Gejala awal
Menurut Prof dr Faisal Yunus PhD SpP(K) dari Departemen Paru dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia, bronkitis adalah peradangan pada bronkus. Akibatnya saluran itu membengkak dan menyempit. Efeknya aliran napas terhambat sehingga tubuh merespons dengan batuk. “Batuk adalah refleks tubuh untuk menyingkirkan benda asing di saluran napas agar tidak masuk ke paru-paru,” kata Faisal.

Menurut doktor Ilmu Penyakit Dalam alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hiroshima, Jepang, itu, peradangan disebabkan banyak faktor. “Penyebabnya bisa serangan mikroorganisme atau paparan bahan pengiritasi,” tutur Faisal. Mikroorganisme penyebab radang antara lain bakteri Streptokokus, Stafilokokus, dan bakteri tuberkulosis. Tanpa pengobatan, bisa menjalar ke alveoli atau kantung-kantung udara pada paru-paru. Kondisi itu disebut emfisema. Akibatnya paru-paru menjadi berlubang-lubang.
Gejala awal bronkitis cukup samar sehingga kerap kali dokter salah mendiagnosis pasien hanya menderita batuk dan demam biasa. Menurut Faisal, ada 2 tipe bronkitis: akut dan kronis. Penderita bronkitis akut yang disebabkan infeksi mula-mula mengalami gejala demam dan batuk tanpa dahak. Gejala awal terjadi infeksi saluran pernapasan atas. Seiring bertambahnya peradangan, batang tenggorokan menghasilkan sekresi berupa lendir sehingga batuk menjadi berdahak. Jika mikroorganisme penyebab radang adalah bakteri, dahak berwarna kuning atau hijau, sedangkan jika penyebabnya virus dahak berwarna putih.

Dr Berna Eliya Apt MSi, kulit manggis mengandung santon sebagai antioksidan

Dr Berna Eliya Apt MSi, kulit manggis mengandung santon sebagai antioksidan

Bronkitis akut juga bisa terjadi karena iritasi. Asap kendaraan bermotor, asap kebakaran hutan, dan gas letusan gunung berapi merupakan contoh bahan pengiritasi pemicu bronkitis. Penderita bronkitisi kronis, biasanya terpapar bahan iritasi dalam waktu lama. Gejala bronkitis kronis adalah batuk berdahak dalam waktu lama, setidaknya 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut. “Bronkitis kronis merupakan penyebab kematian no 4 di dunia,” ujar Faisal.
Slamet mengidap tipe kedua, bronkitis kronis. Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk menghambat infeksi mikroorganisme penyebab radang.

Baca juga:  Lumut Kerak untuk Padi

Selain itu, Slamet juga diberi ekspektoran alias peluruh dahak untuk memperlancar pernapasan. Selama 5 tahun bergelut dengan bronkitis, tidak banyak upaya yang dilakukan pria 56 tahun itu selain berobat ke dokter langganannya. Ia hanya meminum obat dokter jika batuk terus menerus lebih dari 1 minggu. Kebiasaan merokok ia kurangi menjadi 5 batang per hari.
Riset
Sejatinya ada obat bronkitis, yakni kulit manggis. Penelitian Berlya Putri Dwi Fidya Alvi dan rekan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya membuktikan khasiat kulit manggis mengatasi bronkitis. Mereka menggunakan tikus putih Rattus norvegicus jantan berumur 3 bulan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1, tikus sehat sebagai kontrol negatif; kelompok 2 dipapar asap rokok tanpa pengobatan sebagai kontrol positif; sementara kelompok 3, 4 dan 5 terpapar asap rokok dan mendapat terapi ekstrak etanol kulit buah manggis dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kg bobot tubuh.

Polusi udara salah satu penyebab bronkitis akut

Polusi udara salah satu penyebab bronkitis akut

Hewan uji dipapar asap dari 2 batang rokok setiap hari selama 1 bulan. Hasilnya menunjukkan pemberian ekstrak etanol kulit manggis memperbaiki silia—struktur kecil seperti rambut—di bronkus. Tikus terinduksi asap rokok di kelompok 2 mengalami pembesaran ukuran otot polos akibat aktivitas sel mast, sel yang menyebabkan pelepasan beberapa zat, termasuk histamin dan heparin sehingga menyebabkan pilek, gatal, hidung tersumbat, dan produksi lendir. Adapun kelompok 3—5 yang mendapat perlakuan ekstrak kulit manggis mengalami penurunan ukuran otot polos bronkus. Itu berarti, aktivitas sel mast terhambat sehingga gejala bronkitis berkurang. Bahkan tikus di kelompok 5—yang memperoleh ekstrak terbanyak—menunjukkan perbaikan silia dan pengecilan sel otot polos yang terlihat nyata di bawah mikroskop.

Dr Berna Elya Apt MSi, ahli farmasi dari Universitas Indonesia, menjelaskan kulit manggis mengatasi beragam penyakit karena kandungan santon yang bersifat antioksidan kuat. Gugus hidroksida santon efektif mengikat radikal bebas, melindungi struktur sel, dan mengurangi pembengkakan. Selain itu, santon meredakan alergi yang turut memicu bronkitis kronis. (Kartika Restu Susilo)

Baca juga:  Buahkan Sirsak

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments