Mangga Paling Gres 1
Pan Lien Chin, pekebun mangga summer snow di kota Fengshan, Kaohsiung, Taiwan

Pan Lien Chin, pekebun mangga summer snow di kota Fengshan, Kaohsiung, Taiwan

Mangga-mangga baru asal Taiwan dan Indonesia, layak dikembangkan.

Musim panas justru bermunculan salju. Itulah salju musim panas alias summer snow. Harap mafhum, mangga bercita rasa unik itu memang berbuah ketika musim panas tiba, pada  Mei—Juli. Cita rasa summer snow manis menyegarkan dan tanpa serat. Padahal, ia turunan mangga lokal asal Taiwan yang berserat.  Keunikan lain summer snow,  beraroma mirip mangga irwin. Kulit buahnya berwarna kuning dan jingga berasal dari mangga chin hwang atau golden queen.

Mangga berbobot rata-rata 400—550 g itu hasil pemuliaan Kaohsiung District Agricultural Research and Extension Station (KDAIS) yang dilepas pada 2008. Trubus mendapati pohon-pohon mangga summer snow di Kota Fengshan, Kaohsiung. Ketika itu, pada Juni 2013, pohon tengah berbuah lebat. Penelitian mangga baru di KDAIS, bermula pada 2000 melalui penanaman, perbandingan, dan seleksi. Dalam Buletin Penelitian KDAIS, menyebut asisten peneliti mangga, Sheue Ru Lee, fokus utama perakitan mangga baru yaitu tahan hama, hasil stabil, berukuran sedang, dan daya simpan lama.

Line 2 memiliki kadar kemanisan 12,5—16° briks

Line 2 memiliki kadar kemanisan 12,5—16° briks

Keturunan irwin

Penanaman awal summer snow alias kaohsiung 3 di Pingtung—daerah paling selatan di Taiwan—di lahan 30 ha. Di laman Pemerintah Pingtung He Su Zhen dari KDAIS menganjurkan pekebun di Taiwan bagian selatan untuk menanam summer snow karena tahan penyakit, cepat matang, dan kaya aneka rasa mangga. Calon mangga baru lain asal Taiwan adalah line 1, line 2, dan line 3. Ketiga mangga itu hasil pemuliaan Tainan District Agricultural Research and Extension Station (TNDAIS), berjarak 95 km dari Kaohsiung.

Menurut peneliti mangga dari TNDAIS, Chin Hsing Chang, lembaga riset tempat ia bekerja belum merilis mangga anyar. “Penelitian perakitan mangga baru masih berlangsung saat ini,” kata Chang. Para periset masih mengamati keunggulan ketiga calon mangga top itu. Induk betina mangga line 1 dan line 2 berasal dari mangga irwin. Tidak heran jika kedua kulit mangga itu terdapat semburat merah, mirip irwin. Bentuk buah line 1 lonjong, sedangkan line 2 agak bundar.

Baca juga:  Bisnis Nata Tetap Basah

Kadar kemanisan line 1 dan line 2 masing-masing 13,7—17,10 briks dan 12,5—160 briks serta berdaging buah sedikit serat dan berserat. Mangga line 3 beda lagi. Kadar kemanisan mangga itu mencapai 14,3—17,80 briks, tertinggi di antara mangga sejenisnya. Bentuk buah lonjong memanjang dan berkulit buah kuning kehijauan. “Kemungkinan 3 mangga itu dilepas beberapa tahun lagi,” ujar Chang.

Ir Rebin dari Balitbu terus fokus ciptakan mangga baru

Ir Rebin dari Balitbu terus fokus ciptakan mangga baru

Peneliti mangga dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Solok, Sumatera Barat, Ir Rebin dan rekan juga menghasilkan 4 mangga berkulit menarik. Nama mangga itu garifta yang dibedakan berdasar warna: gading, kuning, jingga, dan merah. Garifta terdiri atas kata “ga” yang mengacu pada mangga, “rif” kependekan dari research institute for fruit, dan “ta” tidak memiliki arti apa-apa, hanya sebagai pelengkap.

Seleksi

Menurut Rebin konsumen menghendaki mangga berwarna cerah seperti merah dan bercita rasa manis. Oleh karena itu, ia dan rekannya merakit mangga sesuai selera konsumen itu. Rebin menuturkan lazimnya penyediaan varietas unggul mangga di Indonesia diperoleh dari pelepasan hasil seleksi plasma nutfah atau hasil seleksi mangga lokal.

Belum ada satu pun varietas unggul mangga yang dilepas berasal dari hasil perbaikan varietas atau persilangan. Sebab, “Sebelum berbuah, jenis hibrida mesti melalui masa juvenil yang memerlukan waktu 17 tahun,” kata Rebin. Namun, ada cara cepat memperoleh varietas unggul baru mangga merah. Rebin dan tim peneliti melakukan karakterisasi, evaluasi, dan seleksi terhadap plasma nutfah mangga di kebun percobaan Cukurgondang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Tujuannya memilih klon yang berkarakter kulit buah merah dan cita rasa enak,” ujar Rebin.  Dari hasil seleksi mereka memperoleh 14 mangga varietas unggul. Dari jumlah itu terdapat enam varietas unggul baru mangga merah yaitu marifta-01, ken layung, garifta gading, garifta kuning, garifta jingga, dan garifta merah. Dua varietas pertama dilepas sebagai varietas unggul pada 2002. Sementara mangga lainnya dilepas pada 2010. Perbedaan waktu pelepasan karena memastikan kestabilan mangga.

Line 3 paling manis di antara mangga jenis baru koleksi TNDAIS

Line 3 paling manis di antara mangga jenis baru koleksi TNDAIS

Garifta gading keturunan khirsapati maldah, mangga dari India. Mangga itu berbentuk bulat berbobot rata-rata190—230 g. Saat matang aroma harum menguar kuat. Ketika lidah mencecap daging buah lunak dan berserat kasar. Kadar kemanisan garifta gading mencapai 180 briks, paling tinggi di antara mangga sejenis. Keunggulan mangga varietas itu daya simpan lama mencapai 7—10 hari setelah panen. Lazimnya mangga mulai lembek 7 hari setelah panen.

Baca juga:  Bayu Abriyansyah Bertahan di Rental Tanaman

Keunggulan garifta kuning yang keturunan mangga paw paw asal Australia itu memikat mata pada pandangan pertama. Harap mafhum kulit buah mangga itu kuning keemasan. Tidak hanya cantik di luar, garifta kuning juga indah di dalam. Warna daging buahnya kuning kemerahan dengan cita rasa manis segar dengan kadar kemanisan 180 briks. Sementara kadar kemanisan garifta jingga 16,80 briks. “Jadi cita rasanya manis agak masam,” ucap Rebin.

Mangga itu keturunan mangga haden asal Amerika Serikat. Tekstur daging buah agak lunak, berserat agak kasar, dan berair. Garifta kuning beradaptasi baik pada dataran rendah 1—400 meter di atas permukaan laut (m dpl). Menurut Rebin ketinggian tempat penting dalam budidaya mangga skala komersial. “Mangga tumbuh dengan baik di ketinggian kurang dari 500 mdpl,” ucap Rebin. Jika mangga ditanam lebih tinggi dari tempat itu menyebabkan serangan penggerek batang meningkat karena udara lembap. Selain itu rasa mangga juga kurang manis.

Keunggulan serupa juga dimiliki garifta merah yang merupakan hasil adaptasi mangga li’ar dari Taiwan. Penampilan mangga itu juga menarik perhatian. Kulit buah kemerahan dengan daging buah kuning kemerahan. Tekstur daging buah agak lunak dan berserat halus. Rasa buah manis segar dan beraroma harum kuat. Rebin mengatakan semua varietas mangga baru itu berpotensi dikembangkan secara komersial. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments