Mangga miyazaki

Harga mangga miyazaki menjadi incaran kolektor tanaman buah di Indonesia. Mangga asal Jepang itu pernah menjadi perbincangan maniak mangga di berbagai negara lantaran harganya yang fantastis. Pada lelang buah 2014, sepasang mangga taiyo no tamago—sebutan miyazaki di Jepang—terjual ¥300.000 setara Rp40 juta. Setahun kemudian, harga lelang mangga miyazaki ¥400.000 atau Rp50 juta.

Namun, pada penjualan normal di Jepang, harga mangga berjuluk telur matahari itu hanya Rp195.000 per buah. Keistimewaannya pada penampilan yang mulus, berwarna merah mendominasi buah minimal dua per tiga bagian. Selain itu, ukuran seragam 350 g per buah.

Syarat terakhir rasanya sangat manis 15° briks. Bagi maniak mangga, tingkat kemanisan 15° briks bukan hal luar biasa karena mangga arumanis memiliki tingkat kemanisan minimal 18°briks.

Warna mangga miyazaki berubah

Kini mangga fenomenal itu tumbuh dan berbuah di Indonesia. Menurut penangkar bibit di Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Urip Ibrahim, miyazaki tumbuh dan berbuah di Indonesia. Ia mencicipi buah dari pohon yang ditanam rakannya di Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Urip pohon itu berbumur 5 tahun dan berbuah beberapa kali. Namun, warna buahnya tidak secantik buah yang ditanam di Prefektur Miyazaki, Jepang.

Miyazaki, mangga Jepang mulai berbuah di Indonesia
Miyazaki, mangga Jepang mulai berbuah di Indonesia

Di Sukabumi, warna buah mangga miyazaki menjadi ungu kemerahan. Ukuran buah sekitar 350 g. Tekstur daging lembut, tanpa serat. Rasanya manis, tetapi belum semanis mangga arumanis.

Aromanya pun harum. Menurut Urip mangga miyazaki merupakan mangga paling fenomenal beberapa tahun terakhir sejak harga fenomenal itu tersiar 3—5 tahun. Pada awalnya, ia ditawarkan dengan Rp5 juta rupiah.

Baca juga:  Dari Lahan ke Cangkir

Namun, saat ini, harganya turun menjadi Rp1.000.000 untuk bibit setinggi 60cm. Pehobi harus tahu betul ciri khas mangga itu agar tidak salah beli.

Mangga bun bandar

Mangga baru lain yang terbukti adaptif di Indonesia adalah bun bandar. Pehobi yang menanam mangga itu Karjono. Pohon mangga bun bandar di halaman rumahnya di Kota Depok, Jawa Barat, itu sepintas terlihat biasa saja. Sebanyak 12 buah berbagai ukuran menggelayuti pohon setinggi 175 cm itu.

Mangga bun bandar berbuah pertama pada umur 3 tahun
Mangga bun bandar berbuah pertama pada umur 3 tahun

Sepintas bentuk buah mirip arumanis, yakni bulat lonjong sedikit bengkok di ujung. Namun, bentuk mangga itu lebih bulat sehingga juga mirip mangga indramayu. Itulah bun bandar, mangga asal Malaysia yang kini banyak beredar di tanah air.

Sosok buah bun bandar lebih besar daripada arumanis. Dagingnya pun padat berisi. Menurut Karjono bobot buah mangganya mencapai 1 kg. Namun, bobot buah kebanyakan 600—700 gram.

Bandingkan dengan arumanis yang rata-rata hanya 400—600 g. Perbedaan lainnya, saat matang warna kulit mangga bun bandar berubah kuning.

Rasa buah mangga bun bandar tetap enak meski konsumsi saat buah mengkal
Rasa buah mangga bun bandar tetap enak meski konsumsi saat buah mengkal

Mangga anyar itu enak dan dapat disantap sejak mengkal. Menurut Karjono putranya, Levy, semula bukan penggemar mangga. Namun, saat mencicipi bun bandar, Levy ketagihan. Setiap ada mangga yang mulai berwarna kekuningan, Levy selalu mendahului memetik.

Rasa mangga bun bandar sangat manis

Saat mangga setengah matang itu rasanya enak, renyah, manis, agak gurih, dan tanpa rasa masam. Bun bandar memang tergolong manenda alias mangga panen muda.

Sama seperti mangga indramayu dan manalagi. Konsumsi mangga bun bandar saat matang pun tidak kalah nikmat. Dagingnya tebal, mencapai 3 cm. Tekstur daging lembut, padat, dan kering. Aroma tidak begitu tajam, tetapi rasanya sangat manis.

Baca juga:  Hasilkan Sayuran Asparagus Bermutu
buah mangga bun bandar,buah mangga baru
Bobot buah mangga bun bandar berkisar 650—1.000 g.

Pengukuran dengan refraktometer menunjukkan, tingkat kemanisan buah mencapai 20°briks. Sebagai perbandingan, melon paling manis hanya 18° briks. Karjono mendapatkan mangga bun bandar dari penangkar bibit di Cimanggis, Kota Depok, pada 2014. Pehobi kelahiran 14 Februari 1965 itu kemudian memindahtanamkan bibit mangga ke pot berdiameter 70 cm. Tanaman mulai berbuah 1,5 tahun kemudian.

“Buahnya muncul terus-menerus, nyaris tanpa henti. Ada bunga, ukuran sebesar jempol tangan, sebesar bola tenis, hingga buah matang sebesar dua kepalan tangan atau 600 gram. Belum matang yang satu, muncul lagi buah baru,” ujar alumnus Universitas Padjadjaran itu.

Kini umur pohon 2,5 tahun dengan tinggi 175 cm. Sejak berbuah pertama hingga kini, buahnya nyaris tidak bernah berhenti. Hampir tiap bulan, ia dan keluarganya menikmati kelezatan bun bandar.

pohon mangga,pohon mangga bun bandar,mangga baru
Pohon mangga bun bandar

Karena bobot buahnya cukup besar, sehingga cabang-cabangnya merunduk dan buahnya menjuntai mendekati tanah. Buahnya pun banyak, hingga matang, dapat mencapai 5 buah per tangkai. Karjono menempatkan bun bandar di halaman rumah. Ia kerap memberikan aneka pupuk pada tanamannya.

Selain itu, pria 53 itu kerap memasukkan seresah dalam pot. Menurut Karjono mangga bun bandar rentan kekeringan. Dampaknya buah kisut sehingga membengkok. Pemberian cukup pupuk secara berkala membuat tanaman sehat.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments