Mangga bercita rasa manis, Cocok untuk tabulampot.

Mangga gui fei – Waskita ingin sekali mengoleksi mangga berkulit seronok untuk mempercantik pekarangan rumah. Pilihan pehobi buah di Malang, Jawa Timur, itu jatuh pada mangga gui fei. Begitu melihat sosok mangga asal Thailand itu pertama kali, Waskita jatuh hati.

“Kulitnya merah dan bercita rasa manis. Selain itu mangga gui fei masih sedikit peredarannya,” kata Waskita. Oleh karena itu, ia segera memesan bibit gui fei dari Teddy Soelistyo, penangkar buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia menanam bibit setinggi 1 meter itu di pot plastik sekitar 1,5 tahun silam. Pada pertengahan 2017 mangga idaman pria yang juga mengoleksi tanaman hias langka itu berbuah. Tanaman setinggi 2 meter itu mengeluarkan 5 mangga.

Bentuk buah membulat dengan ujung runcing. Warna kulitnya hijau bersemburat kuning dan merah. Seharusnya Waskita memanen mangga itu sekitar sebulan lagi. Namun, lantaran ingin segera menikmati gui fei, Waskita pun menyegerakan panen.

Rasa manis

Waskita memetik satu buah dan menikmatinya. Tak disangka daging buah yang masih mengkal itu bebas dari rasa masam. “Mayoritas mangga masam kalau dipanen mengkal,” kata Waskita. Ia seharusnya menunggu hingga gui fei siap panen agar kelezatan buah paripurna.

“Tetapi saya sudah tidak sabar ingin mencicipi,” ujarnya. Warna daging buah gui fei kuning cerah saat masih mengkal. Sebenarnya, Waskita sedikit kecewa karena warna kulit buah yang kurang terang. “Warna merah tidak muncul sempurna karena iklim yang kurang panas,” katanya.

Mangga gui fei tetap manis walaupun dipanen mengkal.
Mangga gui fei tetap manis walaupun dipanen mengkal.

Meski begitu ia menghibur diri, pada pembuahan berikutnya kulit buah lebih terang. Harap mafhum, tanaman baru pertama kali berbuah. Meski menemui kendala memunculkan warna kulit buah yang terang, Waskita tetap memberikan perawatan terbaik bagi mangga koleksinya itu.

Waskita menanam bibit di pot plastik berukuran diameter 80 cm. Media tanam berupa campuran pasir dan tanah dengan perbandingan masing-masing 1:1.

Baca juga:  Pesta Mangga di Paravan

Ia lantas membenamkan segenggam pupuk NPK majemuk dengan perbandingan 13:13:13. Tak lupa ia memberikan pupuk susulan agar kebutuhan hara tanaman tercukupi. Pehobi tanaman buah itu menyiramkan pupuk cair yang mengandung beragam nutrisi seperti nitrogen, vitamin B1, dan isopropil alkohol.

Ia melarutkan pupuk itu sebanyak 1,5 ml ke dalam 5 liter air. Selang 3 bulan bunga tanaman anggota keluarga Anarcadiaceae itu mulai bermunculan. Sayang, banyak pula bunga berguguran.

“Maklum tanaman masih muda jadi baru belajar berbuah,” kata Waskita. Dari sekian banyak bunga yang berguguran itu tersisa 5 bunga yang sehat dan bertahan hingga menjadi buah. Alumnus Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang, itu membungkus buah saat seukuran bola tenis meja untuk menghindari serangan lalat buah.

Perawatan lain berupa pemangkasan cabang inti yang menjulur ke atas serta cabang tersier. Tujuannya agar sinar matahari gampang masuk.

Teddy Soelistyo menuturkan gui fei merupakan jenis mangga paling gres di Thailand. Ia mendatangkan bibit gui fei hasil perbanyakan sambung susu pada 2015. Gui fei di kebun Teddy juga baru pertama kali berbuah. “Penampilan buah masih jauh dari sempurna,” katanya.

Oleh karena itu, ia harus masih menunggu hingga tanaman berbuah lagi untuk kedua kalinya. Saat panen perdana ia memetik 5 mangga gui fei.

Tabulampot gui fei di kediaman Waskita di Malang, Jawa Timur.
Tabulampot gui fei di kediaman Waskita di Malang, Jawa Timur.

Tedy menuturkan, “Cita rasa daging buahnya manis tetapi masih kurang sempurna.” Pemilik nurseri Pohon Buah Nusantara itu merawat gui fei dalam kantong tanam berkapasitas 200 liter. Media tanam yang digunakan berupa campuran sekam, pupuk kandang, dan tanah.

Ia memberikan pupuk NPK dengan perbandingan 16:16:16 setiap dua pekan saat tanaman berada pada fase vegetatif. Dosis yang digunakan 250 gram.

Sementara saat tanaman memasuki fase generatif ia memberikan pupuk Mono Kalium Phosphate (MKP) setiap pekan. Konsentrasi pupuk 2 sendok makan per 5 liter air. Adapun penyiraman dilakukan hampir setiap hari saat kemarau terutama ketika tanaman sedang berbunga dan berbuah.

Baca juga:  Agrowisata Mangga

Mangga jenis lain

Mangga introduksi lain bercita rasa enak adalah vicaris. Mangga vicaris berpenampilan menarik dengan kulit buah merah kontras dengan daging buahnya yang kuning. Pehobi tanaman buah di Malang, Jawa Timur, Ahut F. Hendarul, menikmati lezatnya mangga vicaris. Arul menuturkan vicaris memiliki rasa setipe dengan mangga haden dan irwin.

Mangga eksotis itu bertekstur daging buah yang padat. Sementara kandungan seratnya sedikit sehingga tetap lembut saat dikunyah.

“Dari segi penampilan, warna, dan proporsi buah yang bisa dimakan, vicaris patut diacungi jempol,” kata Arul, sapaan Hendarul.

Mangga vicaris bercita rasa manis dan sedikit serat.
Mangga vicaris bercita rasa manis dan sedikit serat.

Penampilan vicaris boleh dibilang aduhai. Kulit buahnya merah seronok kontras dengan warna daging buah yang kuning. Bobot buah sekitar 400 gram. Menurut Arul, vicaris merupakan jenis mangga strain irwin. Jika diperhatikan lebih jelas vicaris berbentuk runcing tetapi tidak seruncing garifta merah. Juga tidak sebulat irwin.

Dari segi morfologi vicaris justru mirip dengan mangga irwin yang dikebunkan di Prefektur Miyazaki, Jepang. “Agak gendut tetapi tetap berekor,” kata Arul.

Menurut peneliti mangga dari Balai Penelitian Tanaman Buah, Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, Ir. Rebin, mangga berkulit merah belakangan memang naik pamor.

“Penampilan buah yang menarik menjadi daya tarik. Karena itu banyak pehobi yang menjatuhkan pilihan pada mangga berkulit merah sebagai koleksi tabulampot,” katanya. Namun, rendahnya paparan sinar matahari membuat warna kulit buah mangga merah kurang nyata.

Pasalnya, warna merah dibentuk oleh kumpulan pigmen antosianin. Pigmen warna itu muncul jika kulit buah mendapat sinar matahari yang memadai. “Cara paling gampang usahakan agar buah terkena sinar matahari penuh,” ujar Rebin. Lakukan pemangkasan pada cabang-cabang kecil dan dedaunan yang menutupi buah.

Mangga gui fei di kebun Teddy Soelistyo di Bogor, Jawa Barat, baru pertama kali berbuah.
Mangga gui fei di kebun Teddy Soelistyo di Bogor, Jawa Barat, baru pertama kali berbuah.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d