Mangga Dewa Rp40.000/kg 1
Mangga arumanis asal Bangil, berdaging buah padat dengan kemanisan mencapai 18°briks

Mangga arumanis asal Bangil, berdaging buah padat dengan kemanisan mencapai 18°briks

Menggaet ratusan “like” di akun jejaring sosial, jadi trending topic di grup pesan bersama. Harga mangga itu Rp40.000/kg.

Itu harga jual mangga arumanis milik Lilyana Soetanto, pekebun di Desa Banjar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Harga itu termasuk paling tinggi untuk mangga lokal. Maklum, rata-rata mangga lokal dijual seharga Rp20.000—Rp25.000 per kg di tingkat pengecer.

Namun, menurut pemasok buah di Jakarta, Tatang Halim, harga tinggi itu sebanding dengan kualitas buah. “Mangga arumanis asal kebun Lilyana di Bangil memang paling top. Rasanya manis, legit, dan daging buah sangat padat,” tuturnya. Selain kualitas mangga, pengemasan buah yang bagus juga menjadi nilai tambah.

Lily mengemas mangga dalam kardus yang di dalamnya diberi penyekat sehingga antarbuah tidak bergesekan. Satu kardus berisi 12 mangga dengan bobot rata-rata 0,3—0,5 kg per buah. Pengemasan seperti itu biasa dilakukan pekebun buah di Thailand atau Taiwan untuk meningkatkan nilai jual. Pantas jika lily mango juga menembus pasar Singapura.

Kebun mangga arumanis Lilyana Soetanto

Kebun mangga arumanis Lilyana Soetanto

Faktor lingkungan

Pengalaman Tatang menggeluti perniagaan buah lokal selama puluhan tahun, sejatinya mangga arumanis asal Bangil memang terbaik dibanding sentra lain di seluruh Nusantara. “Rasanya lebih enak dibanding daerah lain seperti Gresik dan Probolinggo—keduanya di Jawa Timur  yang juga menjadi sentra arumanis,” ujar pria berusia 50 tahun itu. Oleh karena itu, konsumen yang sudah mencicip ketagihan untuk membeli lagi mangga Lily. Para penggemarnya bahkan ada yang menyebutnya mangga para dewa karena kualitas buah stabil, rasanya supermanis.

Peneliti mangga dari Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Provinsi Sumatera Barat, Ir Karsinah MS menduga rasa enak itu dipengaruhi faktor lingkungan. Dugaan itu berdasarkan pada pengamatan penanaman arumanis di dua lokasi kebun Balitbu di Cukurgondang dan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, yang memberikan hasil berbeda. Karsinah mengungkapkan arumanis asal kebun di Kraton—yang lokasi kebunnya dekat dengan Bangil—lebih enak dibandingkan Cukurgondang.

Baca juga:  Hepar Tanpa Radang

“Daerah Bangil dan Kraton memiliki musim kemarau lebih panjang hingga 4 bulanan, sementara di Cukurgondang sekitar 3 bulanan. Daerah kering membuat kadar air buah relatif lebih sedikit sehingga rasa lebih manis,” kata Karsinah.

Lilyana Soetanto (tengah) beserta petugas kebunnya di Desa Banjar, Bangil, Jawa Timur

Lilyana Soetanto (tengah) beserta petugas kebunnya di Desa Banjar, Bangil, Jawa Timur

Kepala Kelompok Analisis dan Prakiraan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Juanda, Surabaya, Taufik Hermawan, menyampaikan hal senada. “Bangil yang lokasinya lebih dekat dengan laut dibanding Cukurgondang, musim kemaraunya memang lebih panjang, berbeda sekitar 1 bulan. Begitu juga dengan musim pancarobanya yang selisih 0,5 bulan,” kata Taufik.

Hasil pengujian kadar kemanisan, mangga arumanis asal Cukurgondang sebesar 16—18 briks, sementara arumanis asal Kraton mencapai 20 briks. “Padahal, jenis mangga dan perawatan yang dilakukan di kedua kebun itu relatif sama. Pemberian pupuk NPK setahun dua kali pada awal dan akhir musim hujan dengan dosis 3 kg per pohon,” kata Karsinah.

Intensif

Oleh karena itu Karsinah menduga faktor lingkungan yang lebih berperan membuat citarasa arumanis Bangil dan sekitarnya seperti Kraton lebih nikmat. Namun, alumnus Departemen Agronomi, dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, itu juga menyebut perawatan intensif perlu dilakukan agar kualitas arumanis maksimal. Hal itulah yang dilakukan Lilyana.

Pekebun itu membudidayakan arumanis di lahan seluas 6 ha dengan jarak tanam 4 m x 5 m. Ia melakukan pemangkasan dan pemupukan setiap usai panen. Lilyana membenamkan 20 kg pupuk kandang kambing per tanaman. Selang seminggu ia kembali menaburkan 5 kg NPK berjarak 1—1,5 m dari pangkal batang, lalu disiram air. Nutrisi itu diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman pascapanen. Dengan begitu buah yang dihasilkan pada musim yang akan datang pun tetap optimal. Bobot besar dan rasanya manis.

Pengemasan buah menjadi salah satu faktor penentu harga

Pengemasan buah menjadi salah satu faktor penentu harga

Buah dipanen matang pohon sehingga proses pembentukan gula sudah sempurna. Itu yang menyebabkan citarasa manis dan daging padat. Daging buah lembek biasanya karena buah sudah disimpan lama. Pekerja memanen buah berdasarkan pesanan. Konsumen memesan lewat telepon, buah dipetik, dikemas, dan dikirim. Esok hari buah sampai di tangan konsumen. Itu sebabnya mangga diterima konsumen dalam kondisi segar sehingga kualitasnya prima. Untuk memenuhi permintaan pasar modern dalam jumlah massal, buah dipanen dengan cara serupa.

Baca juga:  Propolis Tepis Kanker Serviks

Setiap musim Lilyana memanen rata-rata 150 kg buah per pohon dari tanaman berumur 30-an tahun itu. Dengan total populasi 3.000 pohon, perempuan berusia 58 tahun itu memanen 450 ton buah per musim. Dari jumlah itu sekitar 90% buah termasuk grade A—bentuk sempurna tanpa cacat, penampilan mulus, dan bobot di atas 300 g. Sementara sisanya, masuk grade B dan C.

Saat panen raya mangga, Lilyana menjual arumanis grade A seharga Rp20.000 per kg, sedangkan grade B Rp15.000 per kg. Namun, ketika pasokan buah sedikit atau di tempat lain tidak musim mangga, harga arumanis Lilyana melejit hingga Rp40.000 per kg untuk grade A dan B.

Mangga arumanis Lilyana memang panen lebih awal dari pada daerah lain di Jawa Timur. Menurut Tatang awal musim panen mangga di Jawa Tengah pada April, sementara di Jawa Timur pada September. Nah, arumanis di kebun Lilyana sudah dapat dipanen pada Agustus. Artinya, Lilyana panen sebulan lebih awal dibanding daerah lain di Jawa Timur. Pada saat itu, “Hukum pasar yang bermain, permintaan tinggi sementara barang sangat sedikit maka harga bisa tinggi,” kata Tatang. Jadi wajar jika arumanis Lilyana berharga tinggi 2 kali lipat lebih tinggi. Namun, dengan kualitas top konsumen tak sungkan membeli. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *