Fukuda berdaging tebal dan biji tipis, bagian yang bisa dikonsumsi mencapai 85%

Fukuda berdaging tebal dan biji tipis, bagian yang bisa dikonsumsi mencapai 85%

Mangga baru: jumbo dan manis.

Sosok pohon mangga setinggi 9 meter itu amat kontras. Kuning cerah buah mangga berpadu dengan hijau daun. Warna buah yang menonjol itu menyembul di berbagai sisi. Harap mafhum, pohon berumur 10 tahun itu memang sarat buah, hingga 600 butir. Seiring dengan penambahan umur pohon, produksi pun membubung. Pada umur 10 tahun, produktivitas buah stabil.

Pohon zabecan, produktif dan genjah

Pohon zabecan, produktif dan genjah

Itulah penampilan pohon mangga fukuda di halaman rumah Prakoso Heryono. Penangkar bibit di Demak, Provinsi Jawa Tengah, itu memiliki sebuah pohon fukuda. Fukuda bukan hanya enak di mata. Setelah terbelah, tampaklah daging kuning cerah yang menggoda. Aroma harum khas mangga segera menyeruak. Reporter Trubus mengambil sepotong daging buah, menggigitnya, dan kres renyah terasa manis. Teksturnya lembut.

Homogen
Buah Mangifera indica itu berbiji kempis dan berdaging tebal sehingga porsi konsumsi mencapai 85%. Bobot fukuda 400—500 g. Nama fukuda mengingatkan kita pada perdana menteri Jepang, Takeo Fukuda dan Yasuo Fukuda, yang kerap berkunjung ke Indonesia. Sang ayah, Takeo Fukuda menjadi perdana menteri pada 1976—1978, sedangkan Yasuo menjabat perdana menteri pada 2007—2008. Namun, tidak ada hubungan mantan perdana menteri jepang itu dengan si kuning nan lezat itu.

Prakoso memperoleh mangga fukuda dari Chandra Gunawan, pebisnis pertanian di Kota Depok, Jawa Barat, pada 2003. Chandra Gunawan mendapatkan bibit fukuda dari Maurice Kong, pakar buah di Amerika Serikat, ketika berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama. Kong membawa aneka mangga varietas baru di negaranya. Menurut Kong fukuda mangga hibrida karya Fukuda, pemulia tanaman.

Baca juga:  Eureka! Anthurium Merah

Di Negeri Abang Sam itu pemulia tanaman boleh mengabadikan namanya untuk buah hasil silangannya. Menurut Prakoso tingkat keseragaman buah amat tinggi, berkisar 85—90%. Artinya, dari total produksi 600 buah, 510—540 buah berukurannya sama. Chandra Gunawan mengatakan mangga fukuda layak dikembangkan karena produktivitas tinggi dan citarasa sesuai lidah masyarakat Indonesia. Pada satu pertemuan di Malang, Jawa Timur, Prakoso menyajikan mangga fukuda dan jenar alias mahachanok. Hasilnya dari 120 peserta, 100 orang (83%) memilih mangga fukuda.

Zabecan
Oleh-oleh lain Maurice Kong yang tumbuh di halaman rumah Prakoso Heryono ialah zabecan. Penampilan mangga itu juga istimewa. Bentuk buah bulat mirip mangga kelapa, berukuran lebih jumbo hingga 2,3 kg per buah. Dibandingkan dengan mangga super lainnya, rasa zabecan manis secara merata. Itu berbeda dengan mangga-mangga berukuran jumbo bentuk bulat seperti mangga kelapa, heiden, dan keitt.

Keunggulan zabecan: tebal dan kenyal, rasa manis merata

Keunggulan zabecan: tebal dan kenyal, rasa manis merata

Rasa manis ketiga buah anggota famili Anacardiaceae itu tidak merata. Daging yang melekat di biji lebih dahulu matang sehingga rasanya manis. Namun, daging buah dekat kulit masih mengkal sehingga masam. Bila menunggu daging buah dekat kulit matang, maka daging dekat biji lewat matang sehingga teksturnya blenyek. Kendala tak matang “serempak” itu tak terjadi pada zabecan.

Zabecan istimewa lantaran berukuran jumbo, daging buah jingga, manis, dan kenyal. Daging tebal mencapai 5,5—6 cm dan berbiji kempis. Ketika zabecan berbuah perdana, Prakoso semula tak bergairah untuk mencicipinya. Alumnus Universitas Islam Sultan Agung itu juga memiliki heiden dan keitt yang bercitarasa manis tak merata. Ia menduga citarasa zabecan sama dengan kedua mangga jumbo itu.

Ayah dua anak itu baru menyadari keistimewaannya saat Chandra Gunawan, mencicipi dan melontarkan pujian. “Mangganya enak sekali,” kata Chandra. Mendengar komentar Chandra, Prakoso pun mencicipi mangga zabecan. Ia pun terkejut mencicipi rasa manis mangga jumbo. Dugaan pemilik nurseri Satya Pelita itu meleset, rasa zabecan manis merata. “Inilah mangga bulat introduksi paling enak,” ujar penangkar bibit tanaman buah itu.

Zabekan, bobot maksimal hingga 2,5 kg per buah

Zabekan, bobot maksimal hingga 2,5 kg per buah

Untuk membedakan zabecan dengan mangga jumbo lain seperti heiden, keitt, atau mangga kelapa, relatif mudah. Warna buah zabecan saat muda hijau keperakan. Saat matang muncul bintik-bintik kuning di permukaan kulit. Pada musim kemarau, bagian pangkal buah bersemburat merah. Pangkalnya pun sedikit melesak sehingga mirip apel. Jumlah buah per pohon relatif sedikit karena ukuran buah besar.

Baca juga:  Garuda dari Golodewa

Produksi pohon zabecan berumur 4 tahun hanya belasan buah. Prakoso membungkus buah-buah itu dengan kantong hitam untuk menghindari serangan lalat buah. Aroma zabecan tidak tajam, sehingga mencegah serangan kelelawar. Mangga asal Florida, Amerika Serikat, itu bersifat genjah, berbuah perdana pada umur 3 tahun. Prakoso pernah memperbanyak zabecan pada 2007 dan memberikan kepada dr Hendrarko pemilik kebun buah Nurseri Bunder di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Rudy Haryanto, penanggung jawab kebun Nurseri Bunder, perawatan zabecan sama dengan jenis mangga lain. Ia hanya memberikan pupuk NPK dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi setiap 3 bulan sebanyak 500 g per pohon. Setiap tahun ia memberikan 30 kg pupuk kandang kambing fermentasi per pohon. Pohon tumbuh subur. Ia memberikan 250 gram KNO3. Dengan perlakuan sederhana itu, zabecan lebih produktif. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d