manfaat daun anting-anting pada hati

Tanaman anting-anting termasuk gulma?

Fahmiansyah dan Hartomo mengusap keringat di dahi mereka. Keduanya baru menyiangi pekarangan seluas 400 m2. Maklum, lahan itu semula rumah kosong yang kurang terawat sehingga tanaman liar memenuhi pekarangannya.

Jenis tanaman yang memenuhi pekarangan adalah anting-anting. Setelah hujan, tanaman yang akarnya disukai kucing itu mencuat dari tanah seolah terbangun dari tidur panjang.

Dalam sebulan Acalypha indica itu tumbuh memenuhi pekarangan. Ahli organisme pengganggu tanaman memasukkan anting-anting sebagai gulma berdaun lebar.

tanaman anting-anting
Daun anting-anting mengandung antioksidan tinggi

Saat populasinya melebihi ambang batas ekonomi, tanaman anggota famili Euphorbiaceae harus dikendalikan karena mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Gulma itu sejatinya menyimpan senyawa pelindung hati sebagaimana riset T Armansyah TR dan rekan.

Riset manfaat daun anting-anting

Dalam riset itu Armansyah memanfaatkan 45 tikus putih jenis Rattus novergicus sebagai hewan uji. Kelompok pertama, sebagai kontrol positif, diberi carboxymethyl cellulose (CMC) 1% selama 7 hari berturut-turut. Setelah pemberian CMC hari ke-7, maka 8 jam kemudian kelompok itu mengonsumsi akuades.

Kelompok kedua sama dengan kelompok 1, dan mengonsumsi parasetamol berdosis 2,5 g per kg bobot badan 8 jam setelah pemberian CMC hari ke-7 sebagai kontrol negatif.

Lukas Tersono Adi
Lukas Tersono Adi mengombinasikan anting-anting untuk hepatoprotektor dengan temu putih

Periset dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, itu menggunakan parasetamol lantaran obat penurun demam itu banyak beredar di masyarakat dan efek sampingnya bisa merusak hati.

“Dosis parasetamol pada manusia maksimal sehari sekitar 2 g. Itu pun cara konsumsinya harus dibagi dua,” tutur dokter spesialis penyakit dalam di Rumah sakit dr Sutomo, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo, SpPD.

Baca juga:  Bayam Merah Sumber Antioksidan

Menurut dr Arijanto Inggris sudah melarang penjual bebas parasetamol di pasaran. Sementara di Indonesia, parasetamol banyak ditemukan pada obat sakit kepala, obat flu, pereda demam pada anak dan beberapa obat lain yang bisa diperoleh di warung maupun apotek.

“Untuk penggunaannya sebaiknya sesuai resep dokter,” kata dr Arijanto.

Perlakuan terhadap tikus kelompok 3—5 sama dengan kontrol negatif, tetapi ditambah pemberian ekstrak etanol anting-anting berturut-turut dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg per kg bobot tubuh.

Untuk melihat efek perlakuan, Armansyah 3 kali mengambil sampel darah, yakni sebelum perlakuan, 8 jam pasca pemberian ekstrak terakhir, dan terakhir 24 jam pasca pemberian parasetamol.

temu putih
Temu putih, menguatkan peran anting-anting sebagai penjaga hati

Hasilnya kadar serum glutamic pyruvic transminase (SGPT) pada tikus kelompok lima atau yang mendapat ekstrak anting-anting tertinggi dengan dosis 200 mg per kg bobot tubuh memiliki kadar SGPT 77 U/l, sementara kadar serum glutamic oxaloacetic transminase (SGOT) mencapai 125 U/l.

Bandingkan dengan kontrol negatif yang memiliki nilai SGPT mencapai 182 U/l, sementara kadar SGOT mencapai 286,67 U/l.

“Semakin tinggi dosis yang diberikan, semakin kuat daya hambat kerusakan levernya,” ujar Armansyah. Sehingga dapat dikatakan bahwa manfaat daun anting-anting sebagai penjaga hati ternyata benar adanya.

Menurut Armansyah aktivitas hepatoprotektif ekstrak etanol daun anting-anting itu karena tingginya antioksidan dalam tanaman itu. Ekstrak etanol daun anting-anting mempunyai aktivitas antioksidan sebesar 89-93%.

Flavonoid daun anting-anting menghalau radikal bebas pada hati

Aktivitas antioksidan itu terjadi karena flavonoid. Senyawa itu menghambat kerusakan hati dengan cara mengikat radikal bebas yang berasal dari oksidasi parasetamol. Radikal bebas memicu keluarnya enzim dari hepatosit seperti SGPT dan SGOT.

Baca juga:  Kunyit Redam Mag Menahun
Dr Arijanto Jonosewojo, SpPD
Dr Arijanto Jonosewojo, SpPD “Dosis parasetamol maksimal sehari sekitar 2 g. Itu pun cara konsumsinya harus dibagi dua.”

Enzim yang meningkat mengindikasikan terjadinya kerusakan hati. Dr Arijanto Jonosewojo, SpPD menuturkan hal senada. Peningkatan angka SGPT dan SGOT salah satu indikasi peradangan hati.

“Jika tak tertangani, pada kondisi lanjut bisa koma hepatikum atau kerusakan kronis pada hati,” ujar Ketua Program Studi Obat Tradisional Universitas Airlangga Surabaya itu.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menuturkan daun maupun akar anting-anting lebih sohor sebagai penyehat pencernaan. Namun dengan kondisi pencernaan yang bagus, metabolisme tubuh terutama lever juga lebih sehat.

Cara menggunakan tanaman anting-anting sebagai penjaga hati

Lukas meresepkan daun kerabat singkong itu untuk menjaga kesehatan lever dan mengombinasikan dengan rimpang temu putih.

“Kedua bahan saling menguatkan untuk menjaga kesehatan lever,” ujar Lukas. Caranya, ambil segenggam daun anting-anting dan 50 g serbuk temu putih Curcuma zedoaria. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa segelas lalu minum 2 kali sehari.

“Akar tanaman juga bisa digunakan, gunakan 3 akar tanaman,” ujar herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu. Mengonsumsi obat pelindung hati tak selamanya harus jauh dan mahal. Sebab, akalipa alias anting-anting yang tumbuh di pekarangan rumah pun terbukti ampuh menjaga hati.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts