Mandi Surya Kunci Juara 1
Juara kelas variegata koleksi Haryanto (Surakarta)

Juara kelas variegata
koleksi Haryanto
(Surakarta)

Tujuh pot anthurium masuk posisi 3 besar mengantarkan Haryanto tampil sebagai juara umum Kontes Anthurium Solo Raya 2014.

Haryanto semringah. Anthurium jenmanii variegata miliknya mendapat pujian juri, “Penampilan anthurium variegata itu sangat mantap,” tutur Nardi, juri asal Surakarta, Jawa Tengah. Daun tanaman anggota famili Araceae itu tersusun roset dan semakin ke atas ukuran daun kian besar. Semua daun utuh dan tanaman terlihat sehat. Variegatanya pun elok. Paduan warna kuning dan hijau nan merata di setiap helai daun.

Oleh karena itu tanpa ragu para juri yang terdiri atas Nardi alias Jenderal (Surakarta), Rofii (Malang), dan Eddy Pranoto (Semarang) memberi nilai tertinggi pada si belang itu dan menjuarai kelas variegata dengan poin 254,4. Nilai itu paling tinggi dibanding juara di 7 kelas lain. “Ini kali keenam anthurium itu tampil sebagai juara,” ujar Haryanto.  Gelar terakhir sebelumnya diraih pada pengujung 2013 di Sawangan, Depok.

Juara kelas golden koleksi Andriyana Irawan (Karanganyar)

Juara kelas golden koleksi Andriyana Irawan (Karanganyar)

Kuasai kontes

Bersama si belang Heri—sapaannya—membawa anthurium lain sehingga total tanaman yang dibawa turun kontes mencapai 16 pot. Dengan strategi itu ia berharap meraih gelar juara umum. Apalagi Heri juga membawa anthurium jenmanii kobra andalan yang kerap menjuarai kontes. Penampilannya mentereng. Daun subur, sehat, dan kekar. Sebelumnya anthurium itu 6 kali masuk 3 besar di sejumlah kontes, termasuk meraih juara-1 di Sawangan, Depok.

Prediksinya benar. Dari 16 tanaman, sebanyak 7 pot masuk nominasi 3 besar dan 1 pot di posisi 5 besar. Anthurium variegata yang paling mencorong dengan poin tertinggi di kelas variegata. Sayangnya kobra koleksi yang bertarung di kelas kobra kurang beruntung dan harus puas di posisi ke-3 dengan nilai 231.

Baca juga:  Salak Rival Asam Urat

Sang kobra harus menyerah pada anthurium kobra milik Cahyono (Semarang) yang meraih nilai 250,8 dan Basuki (Bekonang) 234,9. Namun dengan prestasi 7 pot di 3 besar dan satu pot di 5 besar Haryanto berhak tampil sebagai juara umum pada kontes nasional yang diselenggarakan Komunitas Anthurium Solo Raya itu.

Rahasia juara

Bagi Haryanto gelar di kontes Solo Raya 2014 itu bak membayar jerih payah merawat anthurium.  Pehobi di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, itu mempersiapkan anthurium untuk kontes sejak dini. Ia mulai menyeleksi waktu anakan memiliki 7 lembar daun. Menurutnya ketika itu potensi tanaman bagus sudah terlihat. Di antaranya berkarakter kuat dan tataletak daun roset. Susunan daun rapi membentuk bintang sehingga terlihat kompak.

Koleksi Beng kiat paling sempurna di kelas utama

Koleksi Beng kiat paling sempurna di kelas utama

Perawatan selanjutnya hanya menjaga posisi daun tetap roset. Bila ada posisi daun miring, segera diganjal atau ditahan dengan potongan stirofoam agar posisinya tetap stabil. Akar-akar yang muncul di permukaan media pun dipakai untuk menahan tangkai daun. Padahal pehobi lain justru memangkas akar-akar itu agar terlihat rapi.

Heri pun mengungkapkan rahasia merawat sang juara yaitu pemberian cahaya yang maksimal.  Setiap hari ayah 2 anak itu “menjemur” anthurium koleksi pada pukul 07.00—11.00. Yang letaknya di bawah diangkat ke rak berketinggian 1 meter untuk “mengejar” sinar matahari. Setelah pukul 11.00—14.00 ia kembali  memindahkan tanaman anggota famili Araceae itu ke tempat yang lebih rendah. Setelah pukul 14.00, ia mengembalikan anthurium ke posisi semula. Tujuannya agar tanaman sehat dan kokoh. Heri rajin memindahkan posisi tanaman untuk mendidiknya “tahan banting”. Dengan demikian, saat tanaman harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kontes, kondisinya tetap prima. Wajar bila anthurium-anthurium koleksi Heri kerap tampil sebagai juara.

Baca juga:  Aroma Wangi Vanda Unik

Debu bukan halangan

Kontes nasional anthurium bertajuk “Pesona Anthurium-Menjalin Kebersamaan” itu berlangsung di tengah keprihatinan. Debu dari Gunung Kelud yang menyelimuti Jawa Timur dan Jawa Tengah, khususnya Surakarta dan Karanganyar sempat membuat panitia mengkhawatirkan jalannya kontes. Namun, rintangan itu tidak menyurutkan semangat panitia dan peserta berpartisipasi pada kontes di Gedung Pertemuan Balekambang, Tawangmangu, Karanganyar, itu.

Heri KK alias Haryanto (kanan) juara umum

Heri KK alias Haryanto (kanan) juara umum

Demi kecintaan pada tanaman berdaun cantik itu, mereka rela datang ke Karanganyar yang saat itu masih berselimut debu. Tujuh komunitas dari berbagai daerah tetap datang mengikuti lomba. Terbukti, sebanyak 150 tanaman mengikuti kontes pada 8 kelas. Menurut panitia, Andriyana Irawan, peserta datang dari Boyolali, Jakarta, Klaten,  Madiun, Magelang,  Malang, dan Salatiga, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Yogyakarta, dan tuan rumah Karanganyar. Panitia pun merasa lega karena kontes anthurium itu berlangsung lancar dan sukses menggaet 300 pengunjung untuk menyaksikan kontes, bursa, dan lelang tanaman. (Syah Angkasa)

532_21

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *