Daging buah berwarna merah solid dan rasanya dominan manis.

Daging buah berwarna merah solid dan rasanya dominan manis.

Warna daging buah merah, rasa manis, dan mudah diperbanyak

Maurice Kong mendesak agar sahabatnya, Chandra Gunawan Hendarto, mengambil empat bibit mamey sapote di sebuah ekshibisi tanaman. “Sudah, beli saja! Jangan ditawar, nanti pemiliknya berubah pikiran. Buah itu di sini juga masih termasuk langka,” bisik kolektor tanaman buah di Florida, Amerika Serikat, itu ketika menemani Chandra Gunawan berkunjung ke sebuah nurseri di Florida, pada Mei 2011.

Chandra, pehobi tanaman dari Sawangan, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, itu ragu lantaran pemilik nurseri itu ternyata belum pernah melihat dan mencicipi rasa buah saat matang. Padahal, harga jual sangat tinggi. Namun, akhirnya Chandra mengambil empat bibit mamey sapote havana—penangkar memperoleh bibit tanaman itu dari Kota Havana, ibukota Kuba. Tinggi tanaman berumur 3 bulan itu 30 cm.

Chandra Gunawan mendatangkan mamey sapote havana karena keistimewaan rasa yang lebih baik dari jenis lainnya.

Chandra Gunawan mendatangkan mamey sapote havana karena keistimewaan rasa yang lebih baik dari jenis lainnya.

Sangat manis
Menurut Chandra, “Rasanya seperti membeli kucing dalam karung. Namun, itu kesempatan langka dan juga tidak setiap saat pergi ke Amerika Serikat. Jika terbukti keistimewaan buahnya, itu sebuah keberuntungan besar. Kalaupun tidak, saya tetap mendapat koleksi tanaman baru,” pikir Chandra saat memutuskan untuk membeli. Sampai di tanahair, Chandra menanam bibit mamey havana di kebun sesama penangkar bibit, Ricky Hadimulya di Parung, Kabupaten Bogor.

Penantian lama itu akhirnya berbuah manis. Pada April 2015, havana mulai berbuah perdana. Ukuran buah relatif besar, panjang 17 cm dan berbobot 1,2 kg. Kulit buah berwarna cokelat mirip mamey sapote biasa. “Silakan buktikan sendiri keistimewaan rasanya. Saya sudah membuktikan sendiri, rasanya jauh berbeda dengan jenis key west dan magana,” ujar Ricky saat Trubus menyambangi kebunnya.

Dua nama yang disebut itu adalah jenis-jenis mamey sapote yang lebih dahulu didatangkan ke Indonesia dan sampai saat ini masih populer di Amerika Serikat. Ricky mengatakan, untuk mendapatkan citarasa yang maksimal semua jenis mamey sapote harus dipanen pada tingkat kematangan 80% dan diperam hingga 4 hari. Untuk mengetahui havana siap konsumsi, cungkil sedikit kulit hingga terlihat lapisan daging buahnya.

Bobot buah 1,2—1,3 kg, dengan kadar kemanisan 26°briks.

Bobot buah 1,2—1,3 kg, dengan kadar kemanisan 26°briks.

Ketika daging buah sudah berwarna merah muda, itu tandanya siap konsumsi. “Jenis key west yang lebih manis daripada magana, bisa dibilang sebagai primadonanya mamey sapote,” kata Ricky. Saat dibelah mamey havana langsung menarik perhatian. Warna daging buahnya saja merah solid. Itu berbeda dengan daging buah key west yang berwarna jingga. Keistimewaan havana sesungguhnya adalah citarasanya.

Baca juga:  Kaum Urban Gemar Tanam

Rasa mamey sapote merah itu dominan manis dengan sedikit berserat, sedangkan key west rasa manis kurang kuat dan masih terasa pati seperti pada ubi. Kadar kemanisan havana terukur dengan spektrometer adalah 260 briks. Cukup jauh selisihnya dari tingkat kemanisan key west yang 170 briks. Daging buah keduanya juga memiliki perbedaan pada tingkat kematangan yang sama. Havana bertekstur lebih lembut, sedangkan key west masih agak keras.

Sembilan bulan
Mamey sapote havana mulai berbuah pada umur 4 tahun. Sosok tanaman mamey sapote merah tinggi sekitar 2 meter dengan banyak cabang yang dipenuhi buah dan calon buah. Waktu yang dibutuhkan dari pentil sampai buah matang adalah 9 bulan. “Tergolong lama untuk ukuran buah konsumsi. Namun, keistimewaan mamey sapote adalah buahnya susul-menyusul. Saat buah di salah satu cabang mulai terbentuk, di bagian lain muncul bunga. Jadi walaupun lambat proses pematangannya, tapi berbuah sepanjang tahun tidak dipengaruhi musim,” ujar Ricky.

Mamey magana berwarna jingga dan masih ada "rasa ubi" pada dagingnya.

Mamey magana berwarna jingga dan masih ada “rasa ubi” pada dagingnya.

Selama masa budidaya tanaman tidak memerlukan perlakuan khusus. Mamey sapote havana tidak memerlukan air dalam jumlah banyak atau tergenang. Ricky memberi pupuk kandang 25 kg di sekitar perakaran setiap 6 bulan sekali. Saat tanaman mulai masuk masa pembungaan, ia memberi pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15. Hama penyakit tanaman jarang menyerang tanaman asli Amerika tengah itu.

“Mamey key west yang sekarang berumur sekitar 8 tahun nyaris tidak pernah disemprot insektisida, demikian juga dengan havana. Sampai umur 4 tahun ini baru sekali disemprot pada saat masa vegetatif karena serangan kutu putih pada daun,” kata pemilik Hara Nursery itu. Keistimewaan lain havana adalah lebih mudah diperbanyak dengan cara cangkok. Hal itu sulit diterapkan pada mamey jenis lain. Menurut Ricky dari 10 cangkokan mamey havana, menghasilkan 7 bibit yang berhasil tumbuh tanpa penambahan zat perangsang akar.

Havana rajin berbuah sepanjang tahun dan lebih mudah diperbanyak tanamannya.

Havana rajin berbuah sepanjang tahun dan lebih mudah diperbanyak tanamannya.

Bandingkan dengan jenis key west, tanpa tambahan perangsang akar, tingkat keberhasilan cangkok sangat rendah. Penangkar buah di Demak, Provinsi Jawa Tengah, Prakoso Heryono mengalami hal serupa. Kolektor mamey sapote key west dan magana itu mengatakan tingkat keberhasilan mencangkok key west dan magana relatif rendah. Dari 10 cangkokan hanya menghasilkan 4 bibit. Prakoso pernah menyambung susu dengan batang bawah alkesah, tetapi gagal juga.

Baca juga:  Titan Arum

Tanaman hasil sambung susu hanya bertahan hidup selama 3 bulan. Sampai kini belum diketahui secara pasti penyebab lemahnya daya tumbuh pada perbanyakan vegetatif di luar habitat asli karena belum ada penelitian ilmiah. Sulitnya perbanyakan adalah salah satu faktor masih jarangnya pekebun tanahair mengembangkan mamey sapote. Sementara itu perbanyakan dengan biji tidak ekonomis karena perlu waktu lama.

Adanya mamey sapote havana dengan berbagai keistimewannya membuka peluang pengembangan pada masa depan. Pakar Botani di Kota Bogor, Jawa Barat, Gregori Garnadi Hambali, mengatakan kemungkinan perbanyakan buah langka di tanah air selalu terbuka. Syaratnya harus ekonomis dan memiliki daya simpan yang cukup lama, untuk mengantisipasi buah tidak langsung habis terjual dan pengiriman ke luar daerah. Syarat lain rasa yang mudah diterima oleh lidah konsumen. (Muhammad Hernawan Nugroho)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d