Pisang berwarna ganda cantik dipandang, tetap lezat rasanya.

Pisang berwarna ganda cantik dipandang, tetap lezat rasanya.

Pisang-pisang istimewa. Saat buah muda berkulit indah, ketika dewasa lezat terkunyah.

Sosok buah pisang itu amat seronok. Warna buahnya paduan hijau muda dan putih berselang-seling. Warna jantung tanaman anggota famili Musaceae itu juga demikian. Tanaman itu layak sebagai penghias taman atau halaman. Penampilan menarik buah memanjakan mata. Setelah 40 hari sejak muncul buah, giliran memanjakan lidah. Handa Sugiharto biasa menikmati pisang variegata itu sebagai buah meja.

“Rasanya mirip dengan pisang barlin sehingga cocok dinikmati dalam bentuk segar sebagai buah meja,” ujar Handa, kolektor tanaman di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Keistimewaan lain kita dapat menikmati buah Musa paradisiaca langsung beserta kulit. Itu lantaran kulitnya juga enak, tanpa sepat sama sekali. Pisang lain, mana ada yang dikonsumsi bersama kulitnya. Menurut Handa populasi pisang variegata kini masih jarang.

Anakan sedikit
Populasi pisang unik itu langka. Dari sebuah tanaman induk hanya menghasilkan 2—3 anakan. Bandingkan dengan pisang lain yang pada umumnya menghasilkan 5 anakan per tanaman. Di samping itu harga bibit pisang variegata relatif mahal, mencapai Rp 200.000 per bibit setinggi 40 cm. Handa menanamnya langsung di tanah dan tidak mempersiapkan media tanam khusus seperti penanaman buah dalam pot atau tabulampot.

Saat masih muda, berfungsi sebagai tanaman hias.

Saat masih muda, berfungsi sebagai tanaman hias.

Setelah tanam, barulah ia memberi pupuk kandang fermentasi sebanyak 10 kg per tanaman. Kini kondisi pisang cukup subur dan sehat. Menurut Handa pisang variegata bersifat genjah. Tanaman anggota famili Musaceae itu berbuah pada umur 8 bulan, sedangkan pisang lain rata-rata berbuah pada umur 12 bulan. Sebuah tandan terdiri atas 8 sisir. Menurut Handa tanaman aman dari serangan penyakit asal bebas gulma.

Baca juga:  Rawat Taman Vertikal

Menurut pakar pisang dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu-Tropika) Solok, Dr Agus Sutanto, pisang variegata muncul karena mutasi atau karena kelainan genetik. Sosok dan penampilan tanaman, meliputi ukuran tanaman, lebar daun, ukuran buah, dan cita rasa sama dengan pisang lain. Perbedaan hanya pada warna daun dan buah, yaitu kombinasi putih dan hijau.

“Pisang variegata jenis kepok, susu, dulang, dan barlin. Saya yakin masih ada jenis lain yang juga mengalami variegata, misal pisang ambon, tetapi belum terlacak keberadaannya,” ujar Agus. Semua tanaman variegata terjadi karena mutasi genetik pada pigmen warna dasar. Jadi bukan hasil persilangan. Agus mengatakan, memang ada hormon tertentu yang dapat memicu timbulnya variegata.

Pisang barlin memiliki karakter mirip pisang mas, tetapi bentuknya kecil.

Pisang barlin memiliki karakter mirip pisang mas, tetapi bentuknya kecil.

Namun, tanaman yang direkaya seperti itu sering kali tidak bersifat permanen atau tidak menurun ke anakannya. Agus mengatakan, jika pisang variegata koleksi Handa itu jenis barlin, memiliki bawaan. Pisang barlin relatif toleran terhadap penyakit layu fusarium. Masa pemasakan buah pisang barlin tergolong pendek, yaitu hanya memerlukan waktu 40 hari dari waktu berbunga sampai dengan buah siap panen.

“Oleh karena itu, banyak yang menyebutnya pisang 40 hari,” ujar Agus. Bentuk buahnya mirip pisang mas, tetapi bentuk tanaman dan umur berbuah jauh berbeda. Sosok barlin berbatang kecil dan pendek kira-kira 2 meter saja, tetapi bukan akibat penyakit kerdil. Perbedaan ciri fisik dengan pisang mas ialah sosok tinggi, batang, dan tangkai daun licin mengilap. Itu membuatnya berbeda subgrup dengan pisang mas.

Pisang ungu
Menurut Agus barlin atau lemak manis—sebutannya di Malaysia—berada pada subgrup tersendiri. Perbanyakan bibit pisang variegta tidak memerlukan cara khusus. Handa menerapkan teknik tradisional dengan cara mencacah atau memotong-motong bonggol induk menjadi beberapa bagian. Dari sebuah bonggol ia mencacah menjadi 5—10 calon bibit. Pemotongan bonggol dengan melihat calon tunas anakan pada bonggol induk.

Kulit buah yang ungu selalu menarik perhatian orang untuk memilikinya.

Kulit buah yang ungu selalu menarik perhatian orang untuk memilikinya.

Agus mengatakan pisang barlin berasal dari Malaysia, Indonesia, hingga perbatasan kawasan Pasifik di Filipina. Barlin biasa dikonsumsi secara segar sebagai buah meja atau bahan olahan. Suryadi juga mengoleksi pisang unik, kulit buah berwarna ungu. Ia mendapatkan pisang itu dari seorang teman di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada 2013. ”Saya tertarik memiliki lantaran kulit buah berwarna ungu,” ujar Suryadi.

Baca juga:  Pencemar Berubah Pupuk

Setelah membuka kulit ungu, tampak warna daging buah mirip pisang kapok, tebal, dan tanpa biji. Ayah 2 anak itu menanam pisang unik itu di halaman belakang rumah. Pegawai negeri sipil di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu mengatakan, masa produksi pisang ungu relatif lama, yakni 2,5 tahun sejak tanam. Jenis pisang lain rata-rata siap panen pada umur 1,5 tahun.

Kini masih jarang orang memiliki pisang ungu karena anakannya terbatas, paling banyak 2—3 batang. Suryadi mengatakan, rekan-rekan kerjanya kerap memita anakan pisang ungu. Ia mengonsumsi pisang berkulit ungu itu sebagai buah meja. Rasanya manis mendekati pisang kepok. Menurut Suryadi pisang ungu sangat cocok sebagai bahan baku kue. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d