Maitake Akhiri Kanker Payudara 1
Melli Anggraeni (penderita kanker sejak 2013), dr. Mayang Ayu S P,MD., dr. Irma Maelanie Dip. Cos.Med., dr. Rizky Sari, Putty Lustia Urpa Alim (penderita kanker sejak 2016), dan Sarsih (ibu Putty) (dari kiri ke kanan).

Melli Anggraeni (penderita kanker sejak 2013), dr. Mayang Ayu S P,MD., dr. Irma Maelanie Dip. Cos.Med., dr. Rizky Sari, Putty Lustia Urpa Alim (penderita kanker sejak 2016), dan Sarsih (ibu Putty) (dari kiri ke kanan).

Maitake membantu mengendalikan sel kanker.

Benjolan kanker bercokol di payudara dan benjolan kelenjar getah bening muncul di ketiak kiri Putty Lustia Urpa Alim. Penyakit ganas merenggut keceriaan perempuan 23 tahun itu. Dua tahun Putty menahan penderitaan. Ia kerap menggigil menahan nyeri. Kadang perih bukan kepalang seperti diiris-iris pisau. Mengakhiri penderitaan dengan operasi bukan pilihan nyaman bagi perempuan kelahiran 18 Maret 1995 itu. Segalanya berawal pada November 2016. Kala itu Putty mendapati sebuah benjolan sebesar kelereng di bawah ketiak bagian kiri.

Tiga benjolan lainnya sebesar biji jeruk menyebar di payudara sebelah kiri dan satu benjolan ditemukan di payudara bagian kanan. Tanpa curiga ia tetap menjalani keseharian dengan tenang. Namun, suatu hari saat ia pulang kuliah rasa nyeri datang menyerang dan membuatnya sangat lemas. Aktivitasnya kerap terganggu akibat rasa sakit dan panas yang berpusat di seputar benjolan itu. Putty langsung menceritakannya kepada sang ibu, Sarsih.

Jamur maitake

Sarsih pernah mengikuti seminar mengenai kanker. “Setelah Putty cerita mengenai benjolan itu, saya langsung membawanya ke dokter pada malam harinya,” ujar ibu 2 orang anak itu. Tak tahan dengan gangguan itu Putty dan ibu memeriksakan diri ke dr. Irma Maelanie Dip. Cos.Med., yang berpraktek di Klinik Dr. Dodo, Balaraja, Tangerang, Banten. Sarsih lemas saat dokter mendiagnosis putri sulungnya mengidap kanker payudara diperkirakan sebagai kanker stadium 2.

Rasanya tak percaya mengingat tak ada satu pun anggota keluarganya memiliki riwayat kanker. Ketakutannya pada pisau bedah makin menciutkan nyalinya berhadapan dengan dokter. Namun, Putty dan ibu percaya bahwa ada cara lain untuk sembuh dari kanker tanpa harus melibatkan pisau bedah. Mestinya setiap pekan Putty wajib kontrol karena kanker di tubuhnya termasuk kanker ganas. Namun, pada bulan keenam ia tidak periksa karena sibuk menyusun skripsi.

Baca juga:  Pasar Mocaf Mancanegara

Meski begitu sang ibu tetap berkonsultasi dengan dr. Irma. Lima bulan pertama Putty mengonsumsi obat dari sebuah rumah sakit di Jakarta. Namun, obat itu tidak memberikan dampak berarti bagi kesehatannya. Kebetulan dr. Irma mengenal rekan yang bekerja di PT Multicare dan mengenalkannya pada produk kaplet bubuk jamur maitake dan kapsul yang mengandung Maitake D-Fraction. Ia menganjurkan Putty mengonsumsi produk itu.

Berharap sembuh, Putty pun rutin mengonsumsi kaplet itu setiap hari. Dosisnya 2 kapsul 2 kali per hari. Sebagai penguat tubuh, ia juga mengonsumsi Vitacare Royal Jelly 2×1 softgel per hari dan Vitacare Ester C Forte. Setelah konsumsi selama sepekan, Putty kembali memeriksakan diri pada 27 April 2017. Dokter yang memeriksa merasa senang karena Putty tampak segar. “Pertama Putty datang ke saya, ia terlihat pucat, lemas, dan nafsu makan hilang. Tapi setelah seminggu konsumsi kaplet maitake tampak perubahan yang cukup drastis,” ujar dr. Irma.

Kanker hilang

Lima bulan konsumsi Vitacare Super Maitake MD-Fraction, benjolan-benjolan kanker ganas itu mengecil. Bahkan dua benjolan di payudara kanan hilang. Putty memeriksakan diri ke dokter terakhir pada Maret 2018. Hasilnya menggembirakannya sebab, dr. Irma menyatakan Putty bebas dari gangguan sel-sel ganas itu. Bahkan, bobot tubuh Putty naik 9 kg, dari 38 kg menjadi 47 kg. “Sekarang saya tidak pernah merasa denyutan lagi di bawah ketiak maupun sekeliling payudara,” ujar perempuan asal Tangerang itu.

Jamur maitake memiliki banyak khasiat bagi tubuh.

Jamur maitake memiliki banyak khasiat bagi tubuh.

Jamur maitake menambah nafsu makan dan membuat tubuh lebih segar. Oleh karena itu, tubuh tidak mudah terserang penyakit. Sampai sekarang, Putty rutin mengonsumsi kaplet maitake. Pemeriksaan 3 bulanan yang hingga Maret 2018 silam rutin ia lakukan selalu menyatakan bersih dari kanker. Hampir sama dengan Putty, Melli Anggraeni, juga menderita kanker payudara sejak 2013. Ibu seorang anak itu mengetahui dirinya terkena kanker payudara ketika mandi.

Baca juga:  Lotus Kian Elok

Ia merasakan benjolan di bagian bawah payudara kanan. Benjolan itu kian membesar, meski pertumbuhannya cukup lambat. Melli akhirnya memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit di Tangerang. Saran dokter untuk operasi ditolaknya karena takut pisau bedah. Penyebab lain, ia masih ingin mempunyai anak. Kala itu usianya masih 19 tahun. Jika jadi dioperasi berarti ia mesti siap kehilangan sebuah payudara. Lantaran takut akan hal itu, Melli enggan memeriksakan dirinya lagi ke rumah sakit.

Jika serangan datang, ia merasakan nyeri disertai pusing dan lemas. Kalau sudah begitu ia pun meninggalkan pekerjaan rumah dan kantor. Meski demikian Melli hanya menganggap kelelahan karena ia bekerja sebagai buruh pabrik dan memiliki shift untuk jam kerjanya. Celakanya payudara kembali sakit, mengeras, dan benjolan membesar seukuran bola tenis.

Hasil pemeriksaan dokter, ia positif kanker payudara stadium 2 dan harus menjalani rawat jalan dengan dr. Irma setiap pekan. Melli akhirnya juga mengonsumsi kaplet Vitacare

dr. Irma Maelanie Dip. Cos.Med

dr. Irma Maelanie Dip. Cos.Med

Maitake Pro 2 kali per hari selama 2 bulan. Untuk mempercepat penyembuhan dan pengecilan benjolan kanker itu dokter kelahiran Tangerang, 22 April 1980 itu menambah dosis menjadi 2 kali 2 kaplet per hari. Sepekan setelah konsumsi kaki kejang.

Namun, benjolan di payudara kanan yang semula keras berubah menjadi lembek. Perubahan berikutnya, yakni sebulan kemudian benjolan mengecil hanya 4 cm, semula 8 cm. Baginya jamur asal Jepang itu spesial karena berkhasiat untuk kesehatan. Menurut dr. Mayang Ayu S P, MD., dan dr. Rizky Sari—rekan dr. Irma, hampir 70% perempuan yang terserang kanker payudara tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi.

Mereka yang berisiko terkena serangan kanker payudara antara lain perempuan yang tak menikah atau menikah tetapi belum pernah melahirkan dan mendapat haid pertama pada usia amat muda. Makanan yang mengandung fitoestrogen seperti tahu, tempe, dan kedelai jika berlebihan juga berpotensi memicu penyakit ganas itu. Menurut dr. Rizky Sari penderita kanker sebaiknya mengonsumsi buah dan sayuran segar tanpa bahan pengawet dan minum air mineral. “Minyak goreng pun sebaiknya diganti dengan yang berbahan dasar biji bunga matahari. Penyedap rasa yang baik itu dari jamur bukan kaldu hewani,” ujarnya. (Tiffani Dias Anggraeni)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *