Jawara variegata utama, warna variegatanya tegas dan cerah

Jawara variegata utama, warna variegatanya tegas dan cerah

Royal crown lidah mertua tercantik di pameran Flora dan Fauna.

Sansevieria royal crown milik Adelia Anastasia Sebastian sangat memesona. Setiap daun lidah mertua milik kolektor asal Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, itu bermutasi warna, perpaduan kuning dan hijau membentuk garis tegas. “Paduan warna mutasinya benar-benar seimbang dan tegas,” ujar Sentot Pramono, juri senior sansevieria asal Jakarta. Ahmad Irfan, juri asal Yogyakarta, menyampaikan hal senada. “Penampilan semua daunnya cantik. Dari segi sosok juga terlihat paling tua di antara pesaingnya. Ditambah performa tanaman yang sehat, membuat sansevieria itu layak juara,” ujar Irfan.

Menurut Irfan penampilan sansevieria milik Adelia bisa maksimal lantaran keturunan dari indukan yang bagus dan perawatan intensif. Dua hal itu yang membuat para juri Sentot, Irfan, Sapto Nugroho (Surabaya), dan Syah Angkasa (Jakarta) memilih sansevieria variegata setinggi 45 cm itu sebagai jawara di kelas variegata utama pada Kontes Sansevieria tingkat nasional di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 22 Juni 2014.

Adelia Sebastian memang merawat sansevieria itu secara intensif. “Penyiraman dilakukan setiap hari, seminggu sekali diberikan pupuk daun cair 1 cc per liter,” ujar Kieny, petugas kebun Vila Dels Nursery, milik Adelia. Selain itu, ia juga memberikan pupuk lambat urai setiap 9 bulan sebanyak satu sendok makan. “Agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman bisa maksimal,” ujar Kieny.

Jawara kelas variegata aurea, milik Ahmad Sohifin, Wonosobo

Jawara kelas variegata aurea, milik Ahmad Sohifin, Wonosobo

Tiga belas kelas

Menurut panitia kontes, Faid Khoirani, total peserta kontes mencapai 153 tanaman. Para pehobi datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Wonosobo, Surabaya, Gresik, Surakarta, dan Malang. “Dari segi jumlah, peserta tahun lalu lebih banyak, tapi dari kualitas tanaman dan jumlah pehobi yang datang lebih banyak sekarang. Terutama pehobi dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujar lelaki yang gemar memakai sarung itu.

Baca juga:  Kulit Jengkol Lawan Diabetes

Selain variegata utama, kontes lidah mertua yang diselenggarakan oleh Banteng Sansevieria Community (BSC) itu melombakan 12 kelas lain di antaranya kelas utama campuran, madya flat leaf, variegata madya round leaf, variegata aurea, hibrida madya round leaf, hibrida madya flat leaf, dan mini size.

Di kelas variegata aurea, sansevieria koleksi Ahmad Sohifin dari Wonosobo meraih juara pertama. Menurut Ahmad Irfan, sansevieria berdaun 9 itu tampil elok. “Soal performanya sudah sangat maksimal dan yang paling menonjol adalah dari segi kesehatan tanaman,” kata Irfan. Menurutnya merawat sansevieria variegata aurea tergolong susah lantaran klorofil tanaman sangat sedikit. “Jika tidak cermat sanseviera variegata aurea mudah mati,” ujarnya.

Jawara variegata madya flat koleksi Ahmad Sohifin, Wonosobo

Jawara variegata madya flat koleksi Ahmad Sohifin, Wonosobo

Kelas baru

Menurut Sentot Pramono, sansevieria di kelas nonvariegata dan nonhibrida cenderung menurun dibanding tahun lalu. “Fokus para pehobi sansevieria belakangan ini, lebih condong ke variegata dan hibrida,” ujar Sentot. Hal itu berbeda dengan kelas variegata dan hibrida. “Bisa dibilang hibrida kita terbaik, bahkan di kancah internasional sekalipun,” kata Faid.

Jawara hibrida madya round leaf koleksi Mars, Malang

Jawara hibrida madya round leaf koleksi Mars, Malang

Kontes itu juga menghadirkan kelas landscape atau taman sansevieria sebagai ekshibisi. Kelas yang sudah lama menghilang di kontes sansevieria itu muncul kembali dan peserta antusias menyambutnya. Sekitar 13 taman sansevieria adu cantik di atas wadah dengan beragam karakter seperti batu karang, “Kehadiran kelas landscape karena semakin banyaknya pencinta tanaman hias yang mencari taman dengan bahan tanaman sansevieria,” ujar Faid Khoirani.

Di kelas itu, desain taman sansevieria milik Fifa dari Metropolitan Sansevieria Club (MSC) meraih juara ke-1. Taman bertemakan laut dengan komponen Sansevieria pinguicula dan Sansevieria samurai dwarf itu memikat para juri. “Tema tergambar jelas, ditambah perpaduan sansevieria dan ornamen-ornamen pelengkap taman yang sangat serasi,” ujar Sentot Pramono.

Baca juga:  Kampiun Kediri

Menurut juri sansevieria sejak 2006 itu, keberadaan batu karang dan ornamen seperti rumah-rumahan dan tambahan pasir laut mampu memperkuat tema dan karakter taman. Poin itu yang tak dimiliki peserta lain di kelas landscape. Selamat buat para juara. (Bondan Setyawan/Peliput: Syah Angkasa)

Jawara Lidah Mertua

Jawara Lidah Mertua

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d