Madu Deli: Berbuah Tiada Henti 1
Jambu madu deli hijau di kebun Yongkie berbuah susul-menyusul.

Jambu madu deli hijau di kebun Yongkie berbuah susul-menyusul.

Jambu madu deli hijau berbuah nonstop berkat guano.

Timotius Yongkie memutuskan mengebunkan jambu madu deli hijau di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuh bulan berselang, 300 pohon itu berbuah perdana. Timotius Yongkie tidak langsung menjual buahnya. Ia malah memberikan tester buah secara gratis kepada para pengunjung.

Tujuannya memperkenalkan buah jambu eksklusif itu kepada masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Rasa legit, daging buah renyah, ukuran besar, dan gratis membuat orang berbondong-bondong mendatangi kebun itu. Akibatnya baru matang 60% saja, buah Syzygium samarangense itu sudah terpetik. Uniknya 300-an pohon di kebun itu tak pernah kehabisan buah. “Bunga dan buahnya susul-menyusul,” ujar Yongkie.

Timotius Yongkie mengebunkan 300 pohon jambu madu deli hijau berumur 1—1,5 tahun.

Timotius Yongkie mengebunkan 300 pohon jambu madu deli hijau berumur 1—1,5 tahun.

Seleksi buah
Selain karakter supergenjah jambu MDH, kunci produktivitas super itu adalah jenis penyubur. Yongkie memberikan pupuk kotoran kelelawar alias guano. Ia memilih guano lantaran pupuk organik itu kaya fosfat. “Asupan fosfat mendongkrak produksi buah,” ujarnya. Dua pekan sekali, Yongkie menaburkan pupuk guano pada pohon berumur 1—1,5 tahun dalam kantung tanam (planter bag).

Ada 2 ukuran kantung tanam, besar (kapasitas 75 liter) dan kecil (kapasitas 45 liter). Dosis guano 1—2 genggam per tanaman. “Tanaman di kantung kecil cukup 1 genggam,” ujar Yongkie. Selain guano, ia juga memberikan 2 g pupuk NPK per tanaman yang diencerkan dalam 1 liter air. Cara itu terbukti efektif. “Tanaman tak pernah berhenti berbunga dan berbuah,” kata Yongkie.

Produktivitas mencapai 10 kg per tanaman dalam kantung besar, sementara yang kecil sekitar 5 kg per panen per bulan. Padahal, Yongkie melakukan seleksi buah di kebun seluas 1.400 m2 itu. Ia mulai menyeleksi buah sekaligus membungkus, saat berumur 10 hari pascabunga atau sudah terbentuk bakal buah. Yongkie membuang bakal buah yang tumbuh tidak normal. “Satu dompol saya sisakan sekitar 8 bakal buah,” kata Yongkie.

Kebun jambu madu deli hijau Yongkie seluas 1.400 m2 di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Kebun jambu madu deli hijau Yongkie seluas 1.400 m2 di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Ia juga membuang bunga dan buah di pucuk-pucuk tanaman atau di ranting kecil. “Saya khawatir patah saat buahnya besar,” kata Yongkie. Dua bulan kemudian ia kembali membuang buah sebesar bola pingpong dan menyisakan 5 buah per dompol.

Baca juga:  Cabai dan Inflasi

Menurut guru besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung, Prof Dr Ir Tualar Simarmata MS, guano salah satu pupuk organik terbaik. “Kandungan fosfatnya mencapai 20—30% dari bobot total,” ujarnya. Namun, pamornya kalah dibanding pupuk kambing, ayam atau sapi lantaran sulit diperoleh. Tualar menganjurkan untuk menggunakan guano yang sudah matang atau terkomposkan.

Penambangan guano di Gua Lawa, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Penambangan guano di Gua Lawa, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Ciri-cirinya tidak berair dan bebas bau. “Kalau masih mentah, kering anginkan selama dua pekan,” ujarnya. Pupuk mentah tinggi amonia dan menyebabkan tanaman kering bahkan mati. Menurut ahli Fisiologi Tumbuhan Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra MSi, unsur fosfat berguna untuk proses morfogenesis dan organogenesis. Kedua proses itu berlangsung dari fase vegetatif menuju proses generatif tanaman. Wajar kalau jambu di kebun Yongkie berbuah tanpa henti.

Produktif laku
Untuk mengendalikan hama, Yongkie menggunakan tiga macam insektisida, yakni insektisida organik, insektisida kimia berbahan deltametrin, dan profenovos. “Saya pakai secara bergiliran 2 pekan sekali,” kata Yongkie. Untuk insektisida organik, ia mengencerkan terlebih dahulu 65 ml larutan dengan 14 liter air.

Pembibitan jambu madu dengan cara setek.

Pembibitan jambu madu dengan cara setek.

Sementara untuk insektisida kimia, lelaki kelahiran Yogyakarta 12 Juli 1970 itu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Perpaduan pemupukan yang pas dan pengawalan pestisida tanpa henti menjadikan buah muncul susul-menyusul. Buah sebanyak itu juga bebas kerusakan akibat hama maupun cendawan.

Meski membagikan buah secara cuma-cuma, Yongkie tetap meraup untung. “Pengunjung yang mencicipi buah, 80% membeli bibit,” kata Yongkie. Pehobi kuliner itu mempersilakan pengunjung memetik buah yang 60% matang. “Cirinya cuping buah telah terbuka dan bulunya mulai rontok,” ujar pekebun sejak 2013 itu. Idealnya buah mulai panen 105 hari pascabunga. Melalui budidaya intensif kualitas buah prima. “Efek sampingnya”, bibit jambu madu deli hijau Yongkie pun menyebar ke berbagai daerah. (Bondan Setyawan)

Baca juga:  Adu Tampilan Domba Garut

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments