Liukan Naga di Taman Tegak 1
Taman dinding berpadu dengan kolam renang dan saung sehingga menghadirkan suasana alami

Taman dinding berpadu dengan kolam renang dan saung sehingga menghadirkan suasana alami

Burung hong dan naga menghias taman dinding seluas 195 m2.

Seekor burung hong mencengkeram bola api tengah berhadapan dengan naga raksasa. Lazimnya gambar itu muncul di baju, dinding rumah, atau berbentuk ukiran. Namun, di kediaman Serihana, di Bogor, Jawa Barat, gambar itu hadir sebagai titik utama taman dinding vertikal. Luasnya pun tak tanggung-tanggung, 195 m2. “Burung hong dan naga melambangkan kesejahteraan, kemakmuran, kesetiaan, dan keberuntungan,” ujarnya.

Hasrat Serihana untuk menghadirkan taman vertikal di kediamannya bermula saat wirausahawati itu berkunjung ke Bandar Udara Internasional Changi Singapura 3 tahun silam. Di salah satu dindingnya, bandara terbaik dunia versi Skytrax itu menghadirkan pemandangan tak lazim berupa taman hijau yang disusun secara vertikal. “Kesannya menjadi segar dan alami,” katanya.

Pengatur waktu penyiraman disetel 5 kali sehari

Pengatur waktu penyiraman disetel 5 kali sehari

Lukisan

Gayung bersambut saat Ana—sapaan akrabnya melihat gambar taman dinding di dunia maya karya Ir Slamet Budiarto. Ia mencoba menghubungi perancang taman sejak 2005 itu. Namun permintaannya membuat Slamet berpikir dua kali untuk menerima pesanan Ana. “Saya ingin membuat taman dinding, tapi desainnya dari saya,” kata Ana saat itu.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Slamet Budiarto tertantang mengerjakan pesanan taman dinding seluas 195 m2 di rumah Ana. “Ini pertama kalinya saya membuat taman dinding bertemakan hewan,” kata alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Menurut Slamet, selama ini para konsumen memesan taman dinding dengan tema abstrak dan garis-garis.

Ana dan Slamet sepakat, taman itu dibuat di dinding samping kolam renang keluarga. Dinding setinggi 6,5 m itu adalah pembatas dengan rumah tetangga. Semula tanaman merambat berupa daun dolar Ficus pumila tumbuh di dinding itu. Ibu 3 anak itu pun kerap ditegur tetangganya ketika tanaman itu belum dipangkas dalam waktu 2 pekan saja, lantaran sebagian daun kering masuk ke areal rumah tetangganya.

Baca juga:  Paruh Bengkok Pintar Atraksi

Cripthanthus

Menurut Slamet salah satu kesulitan membuat taman dinding adalah pemilihan komponen tanaman. “Pada tema hewan lebih sulit lagi karena batas gambar dengan latar harus terlihat tegas. Pada titik utama dipilih tanaman dengan warna ngejreng,” kata Slamet. Ia memilih cripthanthus warna merah sebagai tanaman pengisi gambar naga. “Saat panas terik, warna merah cripthanthus semakin tajam sehingga pas dengan semangat naga,” kata Slamet.

Burung hong dan naga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran menghias taman dinding

Burung hong dan naga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran menghias taman dinding

Pada gambar burung hong, Slamet menggunakan anting putri variegata. “Anting putri variegata warna kuningnya terang sekali dan terlihat berbeda dengan warna tanaman yang menjadi latarnya yaitu hijau gelap,” kata Slamet. Semula Slamet menggunakan dracaena kuning, tetapi warnanya kurang mencolok.

Kesulitan lain ialah memilih tanaman yang disesuaikan dengan karakter tanaman dan peletakannya. “Karakter tanaman di bagian atas berbeda dengan di bagian bawah,” katanya. Tanaman pengisi bagian atas taman dinding dipilih yang berkarakter mudah menyerap air dan kebutuhan airnya sedikit. Contohnya cripthanthus, dracaena, dan tillandsia. Karakter sebaliknya pada sisi bawah. Pilih tanaman yang menyukai air banyak seperti philodendron, walisongo Schefflera sp, dan pakis Nephrolepis sp.

Menurut dosen di Departemen Arsitektur Lansekap, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Nizar Nasrullah MAgr, sebetulnya hampir semua jenis tanaman bisa menjadi komponen taman dinding seperti tanaman paku-pakuan, merambat, dan sukulen. “Yang penting tinggi tanaman maksimal 50 cm agar penampilan taman tetap serasi,” tutur Nizar. Namun, sebaiknya hindari menggunakan tanaman semak. Menurut Nizar tanaman semak dapat tumbuh secara vertikal dan tak beraturan sehingga bisa merusak estetika taman.

Serihana semakin senang berada di areal taman dan kolam renang

Serihana semakin senang berada di areal taman dan kolam renang

Hidroponik

Baca juga:  Kasava Konter Kanker Kolon

Sebagai kerangka taman, Slamet menggunakan baja ringan berlapis polikarbonat dan geotekstil. Baja ringan sebagai penyangga, polikarbonat sebagai pembatas antara geotekstil dengan dinding agar dinding tidak terkena air. “Geotekstil sebagai wadah tumbuh tanaman, karakternya elastis, tipis, dan bersifat menyerap air,” katanya.

Menurut Slamet, perawatan taman dinding pada prinsipnya hampir mirip dengan hidroponik atau budidaya tanaman hortikultura tanpa tanah. Oleh karena itu sebagai nutrisi tanaman, Slamet menyiramkan pupuk campuran AB sepekan sekali. “Pupuk itu mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan mangan,” kata Slamet. Frekuensi penyiraman air biasa, sehari 5 kali pada pukul 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, dan 16.00. Sekali penyiraman selama 1—2 menit. “Karena bidangnya luas, penyiraman dibagi menjadi 4 areal,” kata Slamet.

Menurut Serihana, selain indah dipandang, udara sekitar taman menjadi sejuk dan segar lantaran tanaman-tanaman pengisi taman dinding itu menghasilkan oksigen. “Keunggulan taman dinding selain nilai estetika juga menghadirkan udara segar yang masih bersih dari kontaminasi,” kata Slamet. Menurut Ana, sejak dibuatnya taman dinding itu, para tamu lebih memilih ngobrol di areal taman daripada di ruang tamu, tak ketinggalan mereka juga berfoto dengan latar taman cantik itu. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments