Lima Tahun Tetap Elok 1
Agar tampil prima lengkapi taman vertikal dalam ruangan dengan lampu metal halida yang mengandung ultraviolet

Agar tampil prima lengkapi taman vertikal dalam ruangan dengan lampu metal halida yang mengandung ultraviolet

Kunci merawat taman tegak agar tetap asri.

Taman vertikal di bawah atap polikarbonat itu bak kerakap di atas batu. Daun-daun singonium dan miana layu dan hampir mati. Pemicu merananya taman itu ternyata selang yang penuh lumut akibat paparan sinar matahari. Untung pengelola taman bergegas mengganti selang menjadi warna gelap sehingga air siraman kembali mengalir. Tanaman-tanaman yang layu pun segera diganti dengan tanaman baru yang segar. Vertikal garden (vega) itu pun kembali memperindah sebuah restoran di Bandung, Jawa Barat.

Menurut perancang taman di Bandung, Iwan Irawan, perawatan taman dinding memang mutlak. Itu agar keindahan taman lebih lama dinikmati. Manajer Pemasaran PT Godong Ijo, Rizki Syahrazi, mengatakan pencahayaan menjadi hal penting ketika merancang taman dinding. Itulah sebabnya perawatan taman dinding di dalam ruangan jauh lebih sulit daripada di luar ruangan. Rizki menuturkan pemilik taman tegak mesti memperhatikan cahaya, media tanam, karpet sebagai wadah tumbuh, penyiraman, dan nutrisi.

Sinar matahari

Sinar matahari berlebihan justru mengundang lumut pada pipa penyiraman yang tertanam di balik tanaman. Oleh karena itu gunakan pipa berwarna hitam untuk mencegah tumbuhnya lumut. Sementara taman dinding di dalam ruangan cenderung kekurangan sinar matahari. Untuk mengatasinya gunakan lampu metal halida yang dilengkapi sinar ultraviolet sehingga tanaman tetap dapat berfotosintesis. Lampu berdaya 70 watt tidak perlu dinyalakan sepanjang hari, tetapi cukup pada 09.00—17.00. Sebaiknya gunakan pengatur waktu agar tidak repot mengaktifkan atau menonaktifkan lampu.

Taman vertikal di luar ruangan, perawatannya sama dengan tanaman dalam pot

Taman vertikal di luar ruangan, perawatannya sama dengan tanaman dalam pot

Di pasaran terdapat beragam bahan seperti kain geotekstil dan karpet untuk “alas” taman tegak. Bahan itu berfungsi sebagai pengantar air bagi tanaman. Ketika air menetes dari bagian atas,  maka air akan mengalir dan membasahi seluruh dinding taman vertikal. Agar tanaman mampu menangkap air, maka bahan dinding harus bisa memegang air. Kain geotekstil tidak terlalu memegang air sehingga sebagian besar air merembes turun dengan cepat.  Hanya sedikit air yang sempat ditangkap tanaman. Bahan karpet lebih lama memegang air sebelum merembes. Bahan alas taman itu dijahit menyerupai saku baju. Di kantong itulah tempat tumbuh tanaman. Keuntungannya, pemilik dapat mengganti-ganti dengan tanaman baru bila bosan dengan tanaman lama atau tanaman mati. Satu meter persegi vega terdiri atas 64 tanaman.

Baca juga:  Mutu Premium Jamu Gendong

Pilihan media tumbuh tanaman antara lain serbuk sabut kelapa, sekam bakar, atau spagnum moss. Namun, Rizqi memilih wol batu (rockwool) sebagai media tumbuh karena tahan 5 tahun.

Ketika hendak menanam, bongkar tanaman dari media tanah di pot. Kemudian cuci bersih akar dan rendam dalam larutan fungisida. Tanaman itu kemudian ditanam di kantong plastik kecil 5 cm dengan media wol batu. Masukkan dalam ruangan pengabutan agar kondisi tanaman cepat pulih. Setelah itu, aklimatisasi di luar ruangan di bawah jaring penaung. Aklimatisasi berlangsung selama 4 pekan, tetapi ada pula yang perlu 4 bulan. Kini letakkan tanaman yang sudah sehat di bawah sinar matahari langsung. Tanaman pun siap dipasang di taman tegak.

Tanaman perlu diaklimatisasi sebelum dipasang pada kantong taman vertikal

Tanaman perlu diaklimatisasi sebelum dipasang pada kantong taman vertikal

Nutrisi dan air

Agar tanaman dalam taman tegak tumbuh baik, berikan air dan nutrisi secara teratur. Pemberian keduanya melalui jaringan irigasi tetes atau pengembunan. Khusus untuk taman tegak di dalam ruangan, pemberian nutrisi dengan sistem tetes. Adapun pemberian nutrisi untuk taman di luar ruangan dengan menyemprotkan atau pengabutan. Agar praktis menyiram, lengkapi jaringan irigasi  dengan mesin pompa, toren penampung air, dan nutrisi.

Untuk mengontrol penyiraman gunakan alat mengatur yang akan mengaktikan mesin setiap dua jam pada pukul 07.00—17.00. Durasi penyiraman selama 5—10 menit, tergantung luas taman tegak. Lama penyiraman juga tergantung ketinggian dinding. Penyiraman lebih lama bila dinding taman vertikal tinggi karena perlu lebih banyak air.  Taman vertikal di luar ruangan lebih banyak membutuhkan nutrisi daripada di dalam ruangan. Sebab penguapan tanaman di luar ruangan lebih besar sehingga perlu lebih banyak air dan nutrisi.

Untuk luasan 1 m persegi memerlukan 3 liter air yang habis dalam penyiraman selama 5 menit. Jika taman lebih luas, 120—200 m persegi gunakan penampung  air berkapasitas 300—500 liter. Menurut Rizqi, volume penampung tergantung debit air. “Bila bisa mengalir kencang, cukup gunakan ukuran kecil. Namun, bila lambat perlu tong besar,” ungkap mantan karyawan bank swasta itu.  Letakkan toren di atap atau lokasi tinggi agar air  mengalir kencang.

Baca juga:  Sapi: Hemat Biaya Pakan

Untuk memudahkan kontrol, kita dapat melengkapi taman dengan sensor kelembapan media tanam. Jika kelembapan media tanam dan dinding rendah dan cenderung kering, pompa akan aktif secara otomatis mengalirkan air dari bagian atas taman dinding. Jika taman vertikal relatif luas, letakkan pipa tetes di setiap 1 meter, 2 m, atau 3 m.

Miana salah satu pemberi warna taman tegak

Miana salah satu pemberi warna taman tegak

Penambahan air atau nutrisi, dilakukan saat menipis. Penggantian air rata-rata sekali sebulan. Untuk pemupukan sehari-hari, masukkan pupuk 1 kg untuk 100 l air, langsung campurkan dengan air dalam penampungan sehingga konsentrasinya lebih encer. Nutrisi yang diberikan ialah pupuk seperti Growmore, Grow Quick, NPK Mutiara, dan tambahkan vitamin B1.  Pilih  pupuk dengan kandungan NPK seimbang, contohnya 20:20:20.

Menurut ahli nutrisi di Jakarta, Yos Sutiyoso, sebaiknya berikan unsur kalsium untuk memperkuat dinding sel tanaman sehingga tanaman senantiasa kuat dan sehat karena penyakit tidak mudah menembus dinding sel. Selain itu akar lebih banyak, panjang, dan bercabang sehingga tanaman lebih sehat. Yos Sutiyoso menyarankan agar memakai pupuk AB mix. Semua nutrisi telah lengkap di dalamnya.

Pemangkasan

Agar taman vertikal senantiasa cantik, lakukan pemangkasan setiap  2—3 minggu. Menurut Dian Puspasari, bagian perawatan tanaman PT Godong Ijo, pemangkasan harus mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya tidak membuat batang lebih besar. Tanaman rimbun, tetapi tidak menutupi tanaman di bawahnya. Meski bergaya liar, tetapi tidak boleh menutupi tanaman di samping, di atas, atau di bawah. Pemangkasan pun perlu memperkirakan hasil potongan. Hindari pemotongan yang menyebabkan karpet terlihat. Bila memotong satu sisi, maka harus ada tanaman yang menutupi karpet. Panjang pemotongan pun harus dipertimbangkan agar karpet vega tidak terlihat. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek di atas, keindahan taman bisa dinikmati hingga 5 tahun. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *