Lidah Unik Lembah Sindoro

Lidah Unik Lembah Sindoro 1
Legenda nusantara hasil persilangan Sansevieria sordida dengan Sansevieria desertii

Legenda nusantara hasil persilangan Sansevieria sordida dengan Sansevieria desertii

Pamor sansevieria belum surut. Para pehobi masih giat mengawinsilangkan kerabat hanjuang itu untuk memperoleh individu baru yang unik. Soejatno Soebekti, pehobi senior di Temanggung, Jawa Tengah, tetap sibuk menyilangkan tanaman hias eksotis itu pada malam hari demi mendapat sansevieria idaman. Maklum, bunga anggota keluarga Liliaceae itu mekar dan matang kala hari sudah gelap.

Dengan lup dan pinset, Soejatno telaten mengambil serbuk sari lidah mertua yang dijadikan induk jantan lantas menempelkannya ke kepala putik sang betina. Ia menjalani rutinitas itu sejak 2006. Dengan mengawinkan dua tanaman induk terpilih, ia bisa mendapat sansevieria dengan karakter sesuai keinginan. Jerih payahnya terbayar ketika ia memperoleh sansevieria hasil silangan bersosok baru.

Penampilan sherwood menarik sebab berdaun hijau gelap dan tebal

Penampilan sherwood menarik sebab berdaun hijau gelap dan tebal

Gelap
Para pehobi seperti Soejatno rela berkutat bersama lidah mertua hingga tengah malam karena satu alasan. Mereka ingin memperoleh sansevieria baru yang memiliki karakter berbeda dengan jenis-jenis yang sudah ada. Di dalam rumah tanam berukuran 12 m x 16 m di samping kediamannya, Soejatno menyimpan ratusan induk dan hibrida hasil silangan. Salah satu hibrida klangenan alumnus Insititut Pertanian Bogor (IPB) itu yakni sherwood.

Susunan daun sherwood mengipas, tetapi tetap tegak. Warna daun hijau gelap dan tebal. “Daun gelap merupakan incaran kolektor, selain warna perak,” kata Soejatno. Sherwood lahir dari persilangan antara Sansevieria paten dengan S. aethiopica. Warna daun merupakan turunan dari kedua induknya. Sementara corak garis daun warisan aethiopica.

Black exotica memiliki permukaan daun halus dan berwana hijau pekat

Black exotica memiliki permukaan daun halus dan berwana hijau pekat

Hibrida berdaun gelap lain yang menjadi klangenan adalah black exotica. Boleh dikatakan, sansevieria berumur 2 tahun itu istimewa. “Sekilas terkesan eksotis,” ujar Soejatno. Maklum, permukaan daun halus dan berwarna hijau pekat. Yang membuat semakin menarik batangnya meliuk alias twist. Lidah jin itu itu lahir dari perkawinan antara S. ‘midnight fountain’ dengan S. paten. Bentuk kipas berasal dari paten, sedangkan warna gabungan kedua induk.

Baca juga:  Puasa Tujuh Hari

Meski menggemari lidah mertua berdaun gelap, bukan berarti hibrida berdaun hijau milik Soejatno dianggap remeh. Lihat saja ‘legenda nusantara’ hasil persilangan antara S. sordida dan S. desertii. Sosoknya sungguh menarik. Helaian daun cenderung bulat berwarna hijau cerah. Sansevieria berumur 2,5 tahun itu mencerminkan sifat kedua induknya.
Pertumbuhan daun ‘legenda nusantara’ rapat mengipas dan berbatang. Soejatno mengatakan karakter daun ‘legenda nusantara’ warisan sordida, sedangkan bentuk daun turunan desertii. Ia menyematkan nama legenda nusantara lantaran daun lidah jin itu panjang dan membentang dari sisi kiri ke kanan seperti wilayah nusantara dalam peta.

Hibrida hasil persilangan S. fernwood dan S. nitida

Hibrida hasil persilangan S. fernwood dan S. nitida

Pipih
Pehobi senior lain di Temanggung, Santoso, juga rajin menyilangkan sansevieria. Pria berkamata itu menghasilkan ratusan hibrida. Beberapa malah belum bernama. Koleksi teranyar Santoso antara lain hasil perkawinan S. pearsonii dengan S. ‘baseball’. Susunan daun yang mengipas diperoleh dari pearsonii. Sementara bentuk dan warna daun yang cenderung bulat dan berwarna hijau didapat dari baseball. Tanaman berumur 1,5 tahun itu semakin cantik berkat semburat merah muda yang muncul di bagian pangkal batang.

Perkawinan antara S pearsonii dengan S. liberica pun menawan. Sosoknya unik mirip spiral. Varian anyar berumur 2 tahun itu memiliki corak garis datar berwarna gelap kontras dengan warna dasar mirip liberica. Sementara bentuk dan garis merah di tepi daun turunan kedua induk. Hasil persilangan S. litembo dengan S. downsii juga tak kalah cantik.
Tanaman berusia 1,5 tahun itu berdaun pipih alias flat, berwarna hijau gelap, dan bergaris merah di bagian tepi. Santoso menuturkan sansevieria hibrida berdaun flat relatif jarang. Oleh karena itu, ia fokus untuk menghasilkan varian-varian anyar berkarakter daun pipih sejak 2013.

Varian anyar turunan S. pearsonii dengan S. baseball

Varian anyar turunan S. pearsonii dengan S. baseball

Hibrida hasil persFery Undaru, pehobi di Wonosobo, Jawa Tengah, juga getol mengawinsilangkan lidah mertua. Rutinitas itu ia lakukan sejak 2008. “Kini, sansevieria hibrida sedang tren meski untuk mendapatkannya sang penyilang seperti bermain tebak-tebakan,” katanya. Salah satu hibrida klangenannya adalah hasil persilangan antara S. fernwood dengan S. nitida. Kedua induk itu tergolong berdaun pipih, tetapi hibrida yang didapat justru berdaun tebal dan bundar. Warna perak dan corak garis pada daunnya merupakan warisan fernwood. Ia melengkapi koleksi sansesvieria baru nan unik yang lahir di Temanggung dan Wonosobo, keduanya di kaki Gunung Sindoro. (Andari Titisari/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Mulsa Tingkatkan Panen

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x