Lidah Mini Tampil Maksi 1
Sansevieria ‘blue clone’

Sansevieria ‘blue clone’

Teknik mengerdilkan lidah mertua tampil elok.

Ukuran daun sansevieria itu amat mini, hanya 5—7 cm, lazimnya 20—30 cm. Sansevieria itu sehat ditandai dengan daun yang membulat panjang. Garis atau motif di daun berwarna hijau gelap sangat nyata, kontras dengan warna kulit yang hijau keperakan. Namun, kesan tua tetap terlihat dari daun yang motif dan bentuknya telah sempurna serta tersusun rapat. Itulah sansevieria blue clone alias lavranos koleksi Paulus Tri Cahyono, pehobi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Paulus menanam si mini itu pada 2011. Pehobi menanam lidah mertua di wadah berupa pipa polyvinil klorida berdiameter 3 cm untuk menggantikan pot kecil berdiameter 2—3 cm yang sulit diperoleh. Penggunaan pot tinggi hingga 8—10 cm agar akar sansevieria turun ke bawah. Bila pot dangkal, akarnya akan naik atau tumbuh di permukaan media sehingga ukuran tanaman pun membesar. Kendala pemakaian pot kecil, media rawan tumpah saat penyiraman.

Wadah mini mutlak dipakai untuk membatasi pertumbuhan. Gunakan wadah panjang agar akar tumbuh ke bawah

Wadah mini mutlak dipakai untuk membatasi pertumbuhan. Gunakan wadah panjang agar akar tumbuh ke bawah

Jenis mudah

Sebelumnya ia memanfaatkan tutup botol obat dan melubangi bagian bawahnya. Namun, setelah sansevieria tumbuh, ternyata ukuran daun tidak stabil. Daun baru yang muncul kerap jauh lebih panjang daripada daun di bawahnya. Namun, kadang-kadang justru sebaliknya, daun baru lebih pendek. Sosok sanseviria seperti itu gagal memenuhi kriteria kontes. Idealnya daun muda sansevieria lebih panjang secara proporsional daripada daun tua di bawahnya sehingga menarik dipandang. Paulus tidak putus harapan. Ia terus mencoba dan mencoba hingga menemukan cara yang paling tepat.

Kesulitan itu pernah pula dialami Sentot Pramono, perintis sansevieria mini. Ia pun gagal berkali-kali hingga menemukan caranya. Oleh karena itu, ia menyarankan sekali membuat mini langsung 20—30 pot sekaligus. Sebab, biasanya persentase sansevieria mini siap kontes amat rendah. Jadi, ketika membuat dalam jumlah banyak, diharapkan diperoleh lebih banyak tanaman kontes. Menurut Paulus jenis-jenis yang umum dibuat mini ialah pinguicula, rorida, ballyi, tiger blue flat, dan lavranos dengan tingkat kesulitan beragam. Membentuk blue clone mini sebetulnya relatif sulit karena pertumbuhan daun tidak stabil.

Baca juga:  Kentang Pengganti Atlantik

Setelah memilih jenis sansevieria, Paulus membuat setek daun lalu menanam di media tumbuh sekam bakar dan pasir malang halus dengan perbandingan 1:1. Setelah berumur 5 bulan atau terdiri atas 6 daun, ia memilih anakan paling kecil sebagai bahan sanseviria mini. Anggota Komunitas Sansevieria Ngawi itu mulai menghambat pertumbuhannya. Ia menyiapkan pipa polivinil klorida berdiameter 3 cm sepanjang 10 cm. Dengan demikian akar dapat tumbuh memanjang ke bawah.

Menutut Sentot Pramono penggunaan pot pendek menyebabkan akar muncul di permukaan media tanam. Dampaknya akar akan naik ke permukaan media sehingga mengurangi penampilannya. Itulah sebabnya, penggunaan pot pendek harus dihindari. Selanjutnya Paulus menanam bibit mini itu menggunakan media campuran sekam mentah, sekam bakar, dan pasir malang halus dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Sentot lebih senang menggunakan media kompos, pasir malang, dan kotoran kambing. Semua harus halus agar akar pun jadi halus.

S. pinguicula

S. pinguicula

Nutrisi pas

Kunci keberhasilan Paulus menghasilkan sansevieria mini adalah perawatan ia sempat jatuh-bangun selama setahun sebelum mendapatkan cara tepat membuat sansevieria mini. Ia pernah menanam dalam pot kecil dan tidak memberinya nutrisi. Harapannya, dengan diet superketat, maka pertumbuhan lidah mertua itu jadi lambat. Namun, alih-alih mengecil, tanamannya malah mati kekurangan nutrisi. Belajar dari pengalaman itu, pehobi kelahiran Surabaya itu pun memberikan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi.

Hasilnya, daun jadi subur, tetapi ternyata disukai penyakit, terutama erwinia dan karat daun yang menyebabkan daun membusuk. Ia baru sukses meminikan sansevieria dengan hasil bagus setelah mencoba berbagai cara hingga setahun. Dari pengamatan itulah, Paulus memahami bahwa tanaman kecil tetap memerlukan nutrisi agar tetap tumbuh dengan baik. Ia memberikan pupuk dari mikrob, vitamin, dan zat perangsang tumbuh.

Paulus memberikan pupuk awal untuk merangsang pembentukan akar. Ia melarutkam 5 tutup botol biozon dan 2 cc vitamin B1 dalam 1 liter air. Setelah mengaduk rata, ia menyemprotkan larutan pupuk setiap 2 hari. Pehobi kelahiran 15 Mei itu mengurangi frekuensi penyemprotan pupuk menjadi cukup 2 kali sepekan begitu muncul daun baru. Dengan memberikan biozon secara teratur, susunan daun lebih rapi. Bila kebanyakan pupuk, tanaman tumbuh besar. Untuk mencegah daun besar, Sentot Pramono memberikan 2—3 butir pupuk lambat urai.

Baca juga:  Pemanggil Walet Tahan Lama

Ketika muncul daun baru, Paulus meletakkan sansevieria di tempat terbuka. Dengan menerima sinar matahari yang banyak, ukuran daun cenderung mengecil. Namun pada musim hujan, ia meletakkan tanaman di tempat ternaungi di bawah atap plastik ultraviolet. Air hujan cenderung menyuburkan tanaman sehingga ukuran daun tidak stabil.

Saat menyiram, sebaiknya gunakan sprayer agar media tidak terlempar terkena air. Bila menggunakan selang air, dapat menumbangkan pot sehingga media berhamburan. Paulus memasukkan kembali ke wadah jika ada media yang berceceran. Ia tidak memberikan perlakuan apa pun hingga tanaman berumur setahun supaya ukuran daun stabil. Ukuran mini adalah  12 cm dari bibir pot. Bila tanaman bertunas tambahkan lagi 1—2 butir pupuk. Bila anakannya 4, maka tambahkan 8—12 butir. Dengan perlakuan itu, anakan tetap tumbuh segar dengan ukuran tetap kecil hingga siap berlaga di kontes. (Syah Angkasa)

534_ 87

  1. Siapkan anakan sansevieria, media tanam,  dan pipa polivinil klorida (PVC). Media tanam berupa sekam mentah, sekam bakar, dan pasir malang perbandingan 1:1:1. Diameter PVC 3,5 cm sepanjang 10 cm.
  2. Keluarkan tanaman dari pot pembibitan
  3. Masukkan bibit sansevieria itu di pipa PVC.  Kemudian dari arah berlawanan,  masukkan media ke pipa PVC.
  4. Tanam pipa PVC yang sudah diisi bibit ke pot berukuran 8 cm.
  5. Larutan 5 tutup botol biozon dan 2 cc vit B1 dalam 1 liter air. Semprotkan larutan nutrisi itu 2—3 kali seminggu.
  6. Setelah  akar cukup banyak atau kira-kira 4—5 bulan,  pindahkan tanaman ke pot keramik kecil. Letakkan pot di tempat teduh. Semprotkan nutrisi di atas setiap hari  selama 10 hari.  Setelah terbentuk daun baru,  pindahkan tanaman ke tempat panas. Penyemprotan nutrisi  sekali sebulan. Pada umur 2 tahun, tanaman siap kontes.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *