Lidah Buaya Rival Kolesterol 1

Konsumsi lidah buaya selama tiga hari menurunkan kadar kolesterol 100 mg/dl.

Konsumsi lidah buaya Aloe vera barbadensis sebanyak 2—3 liter per hari selama tiga hari menurunkan kadar kolesterol sebanayk 100 mg/dl.

Konsumsi lidah buaya Aloe vera barbadensis sebanyak 2—3 liter per hari selama tiga hari menurunkan kadar kolesterol sebanayk 100 mg/dl.

Rasa pegal di tengkuk menggaggu aktivitas Eddy Papilaya. “Selain itu saya juga merasakan sakit di bagian kepala dan di persendian seperti lutut,” ujar dosen Agribisnis Universitas Pattimura, Ambon, Provinsi Maluku. Menurut pria kelahiran Ambon Juni 1964 itu rasa pegal itu sering kambuh sejak dua tahun terakhir. Oleh karena itu pada September 2015 ketika berada di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, ia memeriksakan ke dokter.

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan, kadar kolesterol pria 52 tahun itu mencapai 260 mg/dl. Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kadar kolesterol total normal pria dewasa kurang dari 200 mg/dl. Artinya jumlah kolesterol low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), serta trigliselida kurang dari angka itu. Dokter yang menanganinya menyarankan mengonsumsi obat penurun kolesterol.

Kolesterol
Kolesterol yang berlebihan dalam darah menimbulkan masalah terutama pada pembuluh darah. Penyumbatan di jantung berdampak pada penyakit jantung koroner; penyumbatan pada otak memicu stroke. Eddy menduga kegemarannya mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti daging kambing, angkas, dan itik goreng menjadi penyebab utama kadar kolesterol melebihi batas normal. “Hampir setiap hari saya makan makanan berlemak itu,” ujar Eddy.

Eddy Papilaya mengonsumsi sari lidah buaya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Eddy Papilaya mengonsumsi sari lidah buaya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Kolesterol atau kadar lemak dalam darah berasal dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Semakin banyak mengonsumsi makanan berlemak maka semakin besar peluang meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Sebanyak 80% kadar kolesterol dalam darah diprosuksi sendiri oleh hati. Artinya jumlah kolesterol yang dibutuhkan dari luar atau konsumsi makanan hanya 20%.

Baca juga:  Masyarakat Biofilia

Menurut dr Ika Prasetya Wijaya SpPD-KKV FINASIM dari Rumah Sakit Umum Pusat dr Cipto Mangunkusumo, ada tiga jenis kolesterol. Ketiganya adalah trigliserida, low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat, dan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Trigliserida jenis lemak dalam darah yang menjadi salah satu sumber energi dan bahan pembentuk sel serta bahan baku pembentukan HDL dan LDL.

Saat tidak terpakai maka tubuh akan menumpuk LDL di pembuluh darah. Bila terjadi penumpukan terus-menerus maka penyumbatan pembuluh darah baik jantung maupun otak sebuah keniscayaan. Penyumbatan itulah yang menyebabkan serangan jantung dan stroke. Sementara itu HDL berfungsi mengangkut lemak yang tidak terpakai dalam darah kembali ke hati untuk dibongkar menjadi asam empedu.

Yayuk Ambarwulan menyarankan mengonsumsi 100—200 g daging lidah buaya per hari.

Yayuk Ambarwulan menyarankan mengonsumsi 100—200 g daging lidah buaya per hari.

Menurut dr Ika secara umum kadar kolesterol tinggi tidak membahayakan selama kadar HDL lebih tingggi daripada LDL. Dokter lazim meresepkan obat penurun kolesterol kepada para pasien. Usai memeriksakan diri, Eddy tidak menuruti saran dokter untuk mengonsumsi obat penurun kolesterol. “Saya tidak mengkonsumsi obat dari dokter. Saya justru mencari pasar swalayan untuk membeli sari lidah buaya atau nata de aloevera,” ujar Eddy.

Tiga hari
Di pasar swalayan Eddy memborong lebih dari 10 gelas sari lidah buaya berbentuk nata de aloevera yang masing-masing bervolume 240 ml. Eddy mengetahui informasi mengenai khasiat lidah buaya dari media massa dan rekan sesama dosen di Universitas Pattimura. Ia pernah membaca artikel khasiat lidah buaya untuk mengatasi kolesterol pada lima tahun lalu. Pada September 2015 Eddy mulai mengonsumsi nata lidah buah.

“Saya minum aloevera seperti pengganti air. Jika haus saya minum nata de aloevera jadi sehari saya bisa menghabiskan 2—3 liter atau setara dengan 8—12 gelas aloevera yang dibeli di pasar swalayan,” ujarnya. Eddy merasakan perubahan yang signifikan pada hari pertama mengonsumsi sari lidah buaya itu. Tubuh terasa lebih segar dan tidak terasa pegal di bagian tengkuk. “Badan saya terasa lebih enak untuk aktivitas,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Daging salah satu makanan tinggi lemak.

Daging salah satu makanan tinggi lemak.

Ia melanjutkan konsumsi aloevera selama tiga hari dan mengurangi konsumsi makanan berlemak seperti daging angsa dan bebek. “Pada hari ke empat saya kembali memeriksakan kadar kolesterol saya dan hasilnya kadar kolesterol saya turun menjadi 160 mg/dl,” ujarnya gembira. Itu artinya dalam tiga hari mengonsumsi lidah buaya sebanyak 2—3 liter per hari dapat menurunkan kadar kolesterol total Eddy sebanyak 100 mg/dl.

Baca juga:  Tanaman Obat Asam Urat Dan Kolesterol

Menurut herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, lidah buaya memang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tanaman sukulen yang meyukai hidup di tempat kering itu dapat membantu memperbaiki metabolisme dalam usus. “Koresterol tinggi tidak hanya karena konsumsi makanan berlemak terlalu banyak, tetapi juga dapat terjadi karena adanya gangguan pencernaan dalam usus,” ujarnya.

Yayuk menyarankan pasien untuk mengonsumsi 100—200 gram daging lidah buaya setiap hari. Cara konsumsinya juga cukup mudah, yaitu hanya perlu mencuci dan mengupas lidah buaya dari kulitnya lalu konsumsi dagingnya tanpa dicuci. “Lendir yang ada di permukaan daging lidah buaya mengandung antioksidan dan antibiotik yang dapat membunuh bakteri jahat dalam usus,” ujar Yayuk. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments