Avokad Tongar berasal dari Desa Tongar, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Avokad Tongar berasal dari Desa Tongar, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Penampilan buah avokad dari pohon yang tumbuh di halaman rumah Neni Nurkhayah di Desa Tongar, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, itu sungguh menggoda. Warna buah yang berbobot rata-rata 500—900 gram per buah itu kuning cerah. Menurut peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) di Solok, Sumatera Barat, Indra Mayudd, “Rasanya lezat, pulen, dan manis.”

Daging buah avokad tongar—diambil dari nama desa asalnya—itu lembut, tanpa serat, dan tanpa rasa pahit di dekat kulit. Untuk menikmatinya cukup belah buah, lalu kupas kulitnya seperti mengupas pisang. Daging buah pun siap disantap, tak perlu diolah menjadi jus atau sebagai bahan es buah.

Neni memanen buah perdana saat pohon berumur 2 tahun. Saat panen perdana ia memetik 20 buah avokad. Buah Persea americana itu juga tahan simpan, yakni hingga 7 hari setelah panen. Menurut pemulia avokad di Balitbu, Jawal Nur Malik, tongar potensial untuk dikembangkan. Untuk mendukung pengembangannya, Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balitbu Tropika memproduksi bibit sumber avokad tongar.

Dengan penyebaran bibit sumber itu Jawal berharap avokad tongar dapat diperbanyak dan berkembang di daerah lain. Bibit sumber merupakan benih yang dapat dijadikan sebagai pohon induk untuk perbanyakan benih di tingkat petani penangkar. (Tiffani Dias Anggraeni)

Tags: avokad, trubus

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d