lepas kacamata karena buah okra

Lepas kacamata karena buah okra – Okra merupakan tanaman berbunga , yang memiliki buah yang dapat dikonsumsi. Okra atau lady’s finger memiliki 2 jenis buah yakni buah okra hijau dan okra merah. Secara biologis, okra dikelompokkan sebagai buah, dan biasanya dipakai seperti sayur dalam masakan.

Okra dapat tumbuh baik di wilayah tropis, mulai daratan rendah hingga ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut. Tanaman okra memiliki batang tegak dan bercabang dengan tinggi antara 0,5-4 m.

Daun tanaman Okra tersusun spiral, berdaun tunggal, dan panjang tangkai daun capai 50 cm. Bunga terhitung hemaprodit berdiameter 4 – 8 cm, mempunyai 5 kelopak yang warna putih kekuningan. Sepanjang produksi bunga, ujung tangkai sanggup hasilkan 10 akan bunga.

Okra mempunyai tekstur buah yang berlendir sehingga untuk beberapa orang dianggap tidak menarik. Selain terkenal karena mampu mengobati penderita diabetes, ternyata buah ini juga dapat mengobati penyakit mata rabun jauh.

Kisah Yustika lepas kacamata karena buah okra

Dikutip dari trubus-online.com, Yustika Nurul Izzah di Jember, Provinsi Jawa Timur, tiada waktu berlalu tanpa membaca. Saat menjelang tidur pun ia sempatkan membolak-balik halaman buku dan melahap isinya, seringkali sampai tertidur. Berbagai buku—fiksi maupun nonfiksi—ia jadikan pengisi waktu. Akibatnya indra penglihatan gadis kelahiran 16 tahun lalu itu terganggu.

Dokter mendidiagnosis Izzah mengalami rabun jauh pada usia 14 tahun dan harus mengenakan kacamata berkekuatan -2,5 dan -1,5. Kondisi itu keruan saja mengganggu aktivitasnya, terutama ketika berolahraga.

“Kalau kacamata dilepas jadi tidak jelas, tapi kalau dipakai takut jatuh dan terinjak,” kata Yustika. Itu sebabnya setahun berselang, ibunya, Widi Astutik membiasakan putri semata wayangnya itu mengonsumsi buah okra merah.

Baca juga:  Menjaga Tradisi Leluhur
Lepas Kacamata Karena Buah Okra 1
Yustika Nurul Izzah

Jus okra untuk rabun jauh

Widi mengenal okra dari dunia maya. Begitu mengetahui khasiat okra, ia mengimpor benih dari Amerika Serikat dan menanamnya di pekarangan rumah. Ia memetik buah kerabat kapas itu dari kebunnya sendiri.

Buah okra merah
Buah okra merah

Setiap pagi iablender 2—3 buah okra muda dengan sebuah jambu biji merah dan menghidangkan untuk Yustika. Semula bocah itu menolak karena aroma dan rasanya yang terasa tidak menyenangkan.

Apalagi sejak kecil Yustika tidak gemar mengonsumsi sayuran dan lebih menyukai makanan cepat saji. Jadilah setiap pagi di kediaman Widi berlangsung adegan kejar-kejaran antara Widi dan Yustika, ibarat adegan film kartun Tom and Jerry.

Sebulan berselang, Yustika mulai merasakan perbaikan. Penglihatannya terasa jernih dan “terang”. Padahal semula lingkungan sekelilingnya terasa suram penuh sudut gelap, apalagi setelah senja turun.

Sejak itu ia menurut kepada anjuran sang ibu untuk mengonsumsi buah okra. Tiga bulan sejak konsumsi, kacamata yang ia kenakan terasa tidak lagi nyaman. Widi lantas mengajak Yustika ke optik untuk memeriksakan mata.

Hasil visus—pemeriksaan mata—menunjukkan kadar rabun yang ia derita berkurang. Lensa kacamatanya lantas ditukar dengan lensa berkekuatan lebih kecil alias minusnya lebih kecil.

“Mungkin ada sampai 4 kali tukar-tambah lensa,” kata Widi. Setahun sejak rutin mengonsumsi jus okra, Yustika tidak lagi memerlukan kacamata. Kini Yustika lebih leluasa menyalurkan hobi membaca dan olahraga. Selain itu ia pun mudah mengonsumsi sayuran.

Demikian artikel tentang manfaat lain buah okra, yakni untuk mengobati mata minus, bahkan hingga dapat sepenuhnya lepas dari kacamata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *